Kasus kematian ikan ini sebenarnya kan sudah beberapa kali terjadi,
sepertinya itu sudah merupakan tanda alam secara periodik. Saya rasa kita
harus cari cara untuk mencari jawaban pertanyaan kuncinya yaitu bagaimana
caranya agar peternak ikan disana bisa tahu lebih dini akan adanya fenomena
yang sama dikemudian hari. Seperti kata pepatah HANYA ORANG BODOH YANG JATUH
LAGI DI LOBANG YANG SAMA...., saya kira banyak sekali ahli2 kita yang cerdas
dan brilian....

Jangan gampang saja menyerah untuk mencari alternatif untuk menyederhanakan
masalah, karena secara logika apakah dgn mengganti jenis ikan dgn yang lebih
tahan thd belerang, masalah akan selesai? Belum tentu...karna mungkin
ikannya tahan, tapi apakah ketika ikannya dikonsumsi manusia nantinya akan
aman...??? memang perlu pembuktian tapi kan jadi masalah lagi
nantinya....jadi ini hanya menyelesaikan masalah dari satu sisi saja, tapi
tidak melihat sisi lain sehingga pemecahannya tidak menyeluruh. Jadi harus
dicari alat yang bisa mendeteksi dini perubahan air danau, karena kalau
airnya selalu terpantau masyarakat akan merasa lebih aman untuk budidaya
ikan jenis apa saja yg tentunya cocok hidup disana.

Maksud saya bahwa di maninjau kan ada LIPI dan juga libatkan ahli2 lain yang
terkait untuk melakukan penelitian teknis spt ahli geologi, budidaya ikan,
rekasaya peralatan elektronik dsb....Nah tugas PEMDA kan hanya memfasilitasi
dananya dari APBN/APBD dan jangan proyeknya ditenderkan pula, usahakan jadi
kgtn swakelola saja dgn mengontrak tenaga ahli terpilih, shg target dan
hasil lebih jelas dan kontrol anggarannya bisa transparan.

Jadi sudah saatnya Pemda setempat mengangap ini adalah masalah serius dan
menfasilitasi ini karena ini menyangkut ketersediaan protein di daerah,
ketahanan pangan dan ekonomi. 100 milyar kerugian saat ini menunjukan bahwa
potensi budidaya disana sangat besar sebagai pengerak
ekonomi....Bertindaklah segera.....


Salam,
Rajoalam




2009/1/10 Nofiardi <[email protected]>

>  Padang | Jumat, 09/01/2009 19:56 WIB
>
> *Hindari Belerang, Budidayakan Ikan Patin dan Gurami *
>
> Padang, (ANTARA) – Pasca kasus matinya ribuan ton ikan di Danau Maninjau
> Kabupaten Agam, Sumbar akibat air danau terkontaminasi belerang, diimbau
> agar masyarakat membudidayakan ikan yang memiliki daya tahan kuat, seperti
> ikan patin dan gurami.
>
> Imbauan ini disampaikan Pakar Perikanan dan Budidaya Ikan Air Tawar yang
> juga Rektor Universitas Bung Hatta Padang (UBH), Prof Hafrijal Syandri,
> Jumat (9/1)
>
> "Dana untuk budidaya ikan ini cukup besar. Khusus untuk saya pribadi,
> mengalokasikan sampai Rp50 juta untuk satu unit keramba apung sampai panen.
> Demikian juga dengan petani ikan lainnya, mereka juga mengeluarkan dana yang
> tidak sedikit. Karena itu, kasus keracunan ikan yang terjadi setiap tahun
> ini harus bisa diatasi. Antara lain dengan memelihara ikan yang tahan,
> seperti ikan gurami dan ikan patin," ulasnya.
>
> Menurut hasil penelitian Hafrijal Syandri, ikan patin dan gurami mempunyai
> ketahanan tubuh terhadap air yang terkontaminasi belerang. Hal tersebut
> berdasarkan pengalamanya sendiri yang membudidayakan kedua jenis ikan itu di
> Danau Maninjau.
>
> Selain itu, masyarakat petani ikan diminta menerapkan pola pemberian pakan
> yang sesuai atau tidak berlebihan, agar pakan yang diberikan tidak mengalami
> pengendapan di dasar tambak. Jika tidak, pakan yang mengendap di dasar akan
> memicu terkontaminasinya air oleh zat belerang, harap Hafrijal. (CPW3/wij)
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *jupardi andi
> *Sent:* Friday, January 09, 2009 2:23 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [BULK EMAIL]- Bls: [...@ntau-net] Re: KERACUNAN IKAN SEBUAH
> PENDAPAT...by : Jepe
> *Importance:* Low
>
>
>
> Sanak DC
> Sssttt,,jan kareh-kareh bana ,,mangecek bantuak iko  tadanga dek urang
> pakak iyo lo beko keceknyo he,,he
> samantaro awak baduo sajo nan tahu lu yo...he..he..he
>
>   kok santiang bamanuver, kilik mangilik, main tungkai tacilapak lawan
> maupun kawan, bisuak damai lo liak..galak-galak,  di dunia Politik ko
>
> baik dalam proses, sedang proses alah salasai proses ..dapek kepuasan nah
> disiko "Candu" Politik ko
>
> Nah Candu tu..kecendrungannya selalu memabukan..kalau over dosis..ya
> seperti anda bilang Keracunan
>
> Baa kiro2 manuruik Bung DC tu..agiah ambo snek lah pencerahan/wawasan
>
>
> Wass-Jepe
>
>
>   The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke