Mohon maaf ka Dunsanak sadonyo,
Saya mencermati cara berpikir sektoral dan parsial masih melekat pada
pejabat kepala Dinas Perikanan, Anggota DPRD dan, bahkan, pakar perikanan
kita, dalam menawarkan solusi atas "musibah" matinya ribuan ton ikan keramba
Danau Maninjau saat ini. Saya berpikir, kita harus bawa kegiatan ekonomi
masyarakat (tepatnya pemodal) di tepian Danau Maninjau keluar dari usaha
yang tidak berkelanjutan, mencemari air danau, dan berbenturan dengan usaha
pariwisata ini.
Saya tidak mengerti teknik perikanan, dan kimiawi air. Tetapi, melihat
peristiwa kematian massa ikan yang sudah berulang ini, secara ekonomi, usaha
ini juga tidak sustainable. Sementara  (1) pakar lingkungan sudah
menunjukkan terjadi pencemaran air danau akibat buangan pakan ternak dan
buangan kotoran ikan keramba sendiri; (2) Danau maninjau sebagai salah satu
danau terindah di dunia telah diperlakukan sebagai rawa besar terlantar dan
kehilangan nilai estetika alaminya karena usaha ribuan kotak keramba; (3)
keuntungan para pengusaha budi daya keramba diiringi mandegnya usaha
pariwisata, baik usaha kuliner, perhotelan, penjualan barang kerajinan,
rekreasi air, dan sebagainya.
Dengan demikian, secara agregeat (keseluruhan), ekonomi perikanan Danau
seperti ini tidaklah terlalu menguntungkan untuk kepentingan publik. Karena
itu, saya menyayangkan pemikiran Kepala Dinas Perikanan yang hanya
menjanjikan solusi dengan janji akan membantu petani ikan dengan bibit baru.
Sementara, Dinas Perikanan sendiri tidak bertanggungjawab atas terjadinya
pertumbuhan keramba yang overpopulasi, sehingga menjadi salah satu penyebab
"musibah" saat ini. Dinas Perikanan hendaknya jangan hanya mengejar prestasi
dengan menggunakan indikator pertumbuhan produksi ikan saja. Kalau usaha ini
mengandung konflik sektoral, ancaman terhadap lingkungan hidup dan tidak
sustainable bagi ekonomi regional secara keseluruhan, mestinya momentum
"musibah" ini digunakan untuk meninjau kembali kecocokan usaha budi daya
ikan keramba ini.
Saya juga menyayangkan politisi (angota DPRD Provinsi) yang menggunakan
momentum ini untuk mencari simpati dengan menampilkan diri sebagai pembela
korban aktual saat ini dengan menekan Gubernur untuk menyiapkan bantuan dana
talangan. Sungguh, ini suatu politisasi yang menjerumuskan kepentinhgan yang
lebih besar.
Menurut saya, jangan hanya mencari solusi dari teknik perikanan untuk
masalah kematian ribuan ton ikan keramba yang terjadi untuk kesekian kalinya
ini. Marilah berpikir komnprehensif melihat Danau Maninjau dan melihat
kepentingan yang lebih besar.
Mohon maaf.
Salam,

Andrinof A Chaniago


2009/1/9 Nofiardi <[email protected]>

>  Padang | Jumat, 09/01/2009 19:56 WIB
>
> *Hindari Belerang, Budidayakan Ikan Patin dan Gurami *
>
> Padang, (ANTARA) – Pasca kasus matinya ribuan ton ikan di Danau Maninjau
> Kabupaten Agam, Sumbar akibat air danau terkontaminasi belerang, diimbau
> agar masyarakat membudidayakan ikan yang memiliki daya tahan kuat, seperti
> ikan patin dan gurami.
>
> Imbauan ini disampaikan Pakar Perikanan dan Budidaya Ikan Air Tawar yang
> juga Rektor Universitas Bung Hatta Padang (UBH), Prof Hafrijal Syandri,
> Jumat (9/1)
>
> "Dana untuk budidaya ikan ini cukup besar. Khusus untuk saya pribadi,
> mengalokasikan sampai Rp50 juta untuk satu unit keramba apung sampai panen.
> Demikian juga dengan petani ikan lainnya, mereka juga mengeluarkan dana yang
> tidak sedikit. Karena itu, kasus keracunan ikan yang terjadi setiap tahun
> ini harus bisa diatasi. Antara lain dengan memelihara ikan yang tahan,
> seperti ikan gurami dan ikan patin," ulasnya.
>
> Menurut hasil penelitian Hafrijal Syandri, ikan patin dan gurami mempunyai
> ketahanan tubuh terhadap air yang terkontaminasi belerang. Hal tersebut
> berdasarkan pengalamanya sendiri yang membudidayakan kedua jenis ikan itu di
> Danau Maninjau.
>
> Selain itu, masyarakat petani ikan diminta menerapkan pola pemberian pakan
> yang sesuai atau tidak berlebihan, agar pakan yang diberikan tidak mengalami
> pengendapan di dasar tambak. Jika tidak, pakan yang mengendap di dasar akan
> memicu terkontaminasinya air oleh zat belerang, harap Hafrijal. (CPW3/wij)
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *jupardi andi
> *Sent:* Friday, January 09, 2009 2:23 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [BULK EMAIL]- Bls: [...@ntau-net] Re: KERACUNAN IKAN SEBUAH
> PENDAPAT...by : Jepe
> *Importance:* Low
>
>
>
> Sanak DC
> Sssttt,,jan kareh-kareh bana ,,mangecek bantuak iko  tadanga dek urang
> pakak iyo lo beko keceknyo he,,he
> samantaro awak baduo sajo nan tahu lu yo...he..he..he
>
>   kok santiang bamanuver, kilik mangilik, main tungkai tacilapak lawan
> maupun kawan, bisuak damai lo liak..galak-galak,  di dunia Politik ko
>
> baik dalam proses, sedang proses alah salasai proses ..dapek kepuasan nah
> disiko "Candu" Politik ko
>
> Nah Candu tu..kecendrungannya selalu memabukan..kalau over dosis..ya
> seperti anda bilang Keracunan
>
> Baa kiro2 manuruik Bung DC tu..agiah ambo snek lah pencerahan/wawasan
>
>
> Wass-Jepe
>
>
>   The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke