Mungkin jawabannya justru ada di kalimat terakhir da Nofrins: "*Bbrp
propinsi lain malah sampai mengeluarkan uang ratusan juta utk bayar pakar
atau tenaga ahli utk membantu pengembangan daerahnya*..."

Saya melihat banyak kasus (bukan hanya di Sumbar) di mana banyak putra
daerah yang mau membantu - *gratis*, tapi daerahnya justru *memilih
mengontrak - artinya membayar* - konsultan.

*Tapi ini jangan dilihat semata2 kesalahan dari pihak Pemda*.

Salah satu penyebabnya (*he he, mudah2an bukan ini justru yang dominan*),
seringkali tenaga ahli yang putra daerah itu "terlalu ahli", apalagi kalau
yang berpendidikan dan berpengalaman di luar daerahnya. Seringkali ilmu dan
pengalaman di luar langsung "dipaksakan" untuk diterapkan di daerahnya,
tanpa melihat circumstance daerahnya itu. Mereka lihat di tempat lain,
maunya ini juga diterapkan di daerahnya. Yang lebih hebat lagi, baru baca
literatur atau berkunjung ke luar negeri sedikit, trus mau diterapkan di
kampungnya.

Mereka sering2, ga lihat adanya peraturan perundangan, termasuk Perda yang
mungkin ga link dengan ide brilliantnya. Dan ... Mereka lupa, bahwa *yang
dibutuhkan* daerah itu tenaga ahli sebagai konsultan, bukan sebagai "atasan
gubernur" atau "atasan kepala dinas".

Jadinya, Pemda mungkin memilih menggunakan tenaga ahli yang dibayar - bisa
orang luar, bisa putra daerah. Nah, seberapa luas lingkup pekerjaan yang
melibatkan konsultan, dan seberapa tingkat kuantitas dan kualitas
konsultannya, tentunya juga menyangkut ketersediaan dan preferensi
pendanaan. Mengenai preferensi ini - ya sangat relatif. Contohnya,
Padangpanjang yang relatif "kecil" meng hire konsultan untuk meng assist
sistem keuangan daerahnya (saya pernah ketemu thn 2005, ga tau sekarang).

Maaf, mungkin ada dunsanak lain di palanta ko yang juga tenaga ahli yang
bidangnya berhubungan dengan pemerintahan/ otonomi daerah. Please jan
tasingguang.
Ambo pun basawah di situ, tapi anggaplah ini salah satu bentuk dari self
assessment.

*Riri Mairizal Chaidir
*ADB - GOI Local Government Finance and Governance Reform Program
Project Manager and Expert for Deconcentration/ Transfer Fund
*(he he, numpang iklan saketek, mungkin ado dunsanak nan ka maagiah karajo
sudahko)*


2009/1/12 Yulnofrins Napilus <[email protected]>

> Kadang kita juga kasihan melihat move move yg dilakukan di Ranah oleh para
> Pejabat Publik kito, dan mungkin jg di bbrp daerah lain. Mereka kayak
> kehilangan ide-ide untuk meningkatkan ekonomi dan mencarikan jalan lain utk
> menyejahterakan masyarakatnya...
>
> Sebetulnya kalau emang niat dan mau, betapa banyaknya para Perantau kita
> (10jt org diluar di Sumbar) yg sudah hebat2 dan punya kompetensi di berbagai
> bidang yang mau dimintai tolong utk itu. Mereka rata2 tidak punya ambisi utk
> jadi Pejabat di Ranah, jadi tak usah khawatir bakal jadi saingan
> sebetulnya... Bbrp propinsi lain malah sampai mengeluarkan uang ratusan juta
> utk bayar pakar atau tenaga ahli utk membantu pengembangan daerahnya...
>
> Ah sudahlah... hanya sekedar komen di Senin pagi sbg penghangat suasana.
> Selamat beraktifitas dan sukses buat kita semua. Amin...
>
> Salam,
> Nofrins
>
>
> *israr iskandar <[email protected]>* wrote:
>
>   Batua...Apo nan dilakukan Wako jauah dari menyelesaikan masalah-masalah
> esensial di birokasi Pemko. Ini juga sama persis dengan apa yang dilakukan
> Gubernur Gamawan dalam perkara mobil dinas..banyak tindakannya bersifat
> "hau-hau sajo"..
>
> Israr Iskandar/35
>
> --- On *Sat, 1/10/09, Darul M <[email protected]>* wrote:
>
> From: Darul M <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Wako Tegakkan Disiplin PNS
> To: [email protected]
> Date: Saturday, January 10, 2009, 11:26 PM
>
>  Siap komandan
> Laksakana
>
> Hormat.
> Balik kanan
>
> Masuk kantor
> Ngapain
> Pokoknya jam 07:00 hadir
> Jam 14:00 pulang
> Hormat kanan bias boss lewa
>
> Akhir bulan tanda tangan
>
> Jangan Tanya produktiitas
> Yang penting minta gaji naik
> Ini kan bukan kerja balasan produksi
> Tapi kerja PNS
>
>  *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang,
> nanang, nanang
> *Sent:* Sunday, January 11, 2009 9:49 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Bls: [...@ntau-net] Wako Tegakkan Disiplin PNS
>
>  Ternyata setelah digaretak di wakonyo, saluruh PNS kota Padang jadi rajin
> masuak kantua......pertanyaanyo, apo nan kadikarajokannyo. Iko kan lah samo
> banyak awak tau bahwa waktu pegawai negeri lebih banyak di isi jo kegiatan
> nan kotra produktif bila wakonyo sendiri ndak bisa memberi program nan
> kreatif sebagai abdi negara nan dikecekan da Riri. Mudah2 wako Padang ko lai
> banyak baraja dari pado hanyo sakedar mamerentahkan dan manyuruah anak
> sakola bajilnbab sajo.......mudah-mudahan
>
> Nanang 36 jkt
>
>
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Riri Chaidir
    • ... Defiyan Cori
      • ... Riri Chaidir
        • ... Defiyan Cori
          • ... Riri Chaidir
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Darul M
      • ... israr iskandar
        • ... Yulnofrins Napilus
          • ... Ronal Chandra
          • ... Riri Chaidir
            • ... muhammad syahreza

Kirim email ke