JUMPA DENGAN "DUO UDA" MEMBERS RN By : Jepe
Terima kasih buat rantau net sebuah milist komunitas orang Minang bukan
saja yang bearada di rantau tapi juga yang di ranah kalau istilah Miko
"urang dapua" didelapan penjuru mata angin dimuka bumi orang Minang
berada dan saya pikir jika ada kehidupan dibulan pastinya orang Minang
tidak ketinggalan mengambil kapling untuk merantau kesana, apapun
caranya mahal sekalipun tiket Apollo model terkini, saya yakin orang
Minang akan sampai ke bulan.
Rantaunet membuat saya menjadi kenal dan bersahabat dengan penghuni
palanta lapau saiber, bukan berkenal secara maya saja tapi ini dialam
nyata, bukan sebuah cerita dongeng, sim salabim apalagi abrakadbra, saya
bisa berjumpa dengan sosok yang selama ini tidak pernah saya bayangkan
untuk bertemu, Sebut saja dengan Miko yang nota bene satu alumni tapi SD
saja dan belum saya kenal, ehh nggak tahunya sanak Miko adalah adik
kelas saya satu tingkat, tiga kali saya sudah tatap muka dengan Miko
yang pertama di Jakarta ketika kami mengadakan temu alumni dan acara
pengajian, yang kedua ketika dia ke Pekanbaru berlibur bersama keluarga
dan mampir kerumah saya ke Pekanbaru sekedar menyegarkan diri yang sudah
"apek" diperjalanan untuk kembali ke Jakarta dengan istrinya bawa mobil,
yang ketiga di Jakarta juga bersama Bobi Lukman Piliang.
Lalu "Beyond Expectation" bisa berjumpa dengan Suryadi salah satu dosen
peneliti di Univ Leiden Belanda ketika dia pulang ke Ranah Minang, saya
berjumpa dengan beliau di Padang, 6 jam kami habiskan waktu bersama
sungguh sebuah perjumpaan yang menyenangkan. Tidak sampai disitu ketika
pesta putra Bapak Taufik tentunya saya jumpa beliau dan yang paling
special bisa berjumpa lagi dengan Bapak Prof dr. K.Suheimi yang
"memegang pertama kali" kepala anak ketiga di RS Bunda-Padang tahun
2002., dan paling special lagi tentu berjumpa dengan Uda Elthaf walau
kami sering berkomunikasi dengan hape. Uda Elthaf penasaran ingin
berjumpa saya, saya lebih penasaran lagi yang mana, bagaimana sih Uda
Elthaf ini. Akhirnya saya jumpa pertama kali saat pesta putra Bapak
Taufik.
Jumpa kedua dengan Sanak Elthaf ini sedikit buru-buru dan hanya sekedar
"say hello' disimpang jalan menjelang rumah saya, "apa pasal pak
cik"..ahaaa..uda ini nampaknya tergesa-gesa seperti anak muda yang kabur
di jalan Diponegoro Pekanbaru lagi sembalab motor liar diuber Pak Polis
dari belakang. Ya Uda ini hanya sekedar menyampaikan undangan pesta
perkawinan putra Pak Suhaimi, dia bercerita pada saya masih banyak lagi
undangan yang harus diedarkan dan bertumpuk dibagasi mobilnya. Ya sudah
salaman ambil undangan, kita berjanji kapan-kapan jumpa lagi.
Berjanji jumpa kapan-kapan lagi itu, akhirnya datang juga itu tadi malam
di rumah makan Koki Sunda Pekanbaru. Sanak Elthaf membawa tamu special
dan itu ada members Rantaunet juga yang datang dari Jakarta dan tidak
asing lagi yaitu Bapak Tasril Moeis atau dikenal dengan Tan Ameh, pria
paro baya usia setengah abad yang wajahnya jauh dari kesan setengah
abad. Pria perawakan sedang dengan kumis melintang manis tidak kalah
rasanya kumis dengan yang digandrungi oleh kaum wanita saat ini siapa
lagi jubir Presiden SBY yaitu Andi Malarangeng.
Sambil menikmati makanan dengan cita rasa sentuhan Sunda bersama dua
orang kolega Uda Tas (he..he..lebih sreg saya panggil Uda Tas dari pada
panggil Mak Tan Ameh, biar kami kelihatan ya rada-rada masih muda lah,
walau tubuh sudah digerogoti usia menjelang tua) yaitu salah satu
perwira tinggi polisi di Pekanbaru dan saudara Uda Tas yang
penampilannya cukup heboh, tapi jika sedang diam tampangnya lebih
perwira dibandingkan Uda Polisi yang gagah tersebut, malah secara
bercanda Da In begitu nama sanak Da Tas ini, jika dia melaju sama Uda
Polisi dengan mobil dijalan raya, maka orang akan memberi hormat pada Da
In ini, tentunya dengan modal tampangnya yang mumpuni "lebih perwira
dari perwira" menyangka kalau Da In ini adalah komandan Uda Polisi ini.
Da Elthaf semakin menyemarakan pertemuan kami di rumah makan koki Sunda
ini dengan segala ceritanya mulai dari mengatur para petinggi-petinggi
saat pesta perkawinan anak Pak K Suheimi, dimana dia memberikan meja
buat petinggi ini sampai mengatur lalu lintas saat bersalaman dan
berfoto dengan kedua mempelai dan orang tua penganten. Saya hadir juga
memperhatikan beliau yang sibuk ini, Alhamdulillah saya yang tidak masuk
kategori "petinggi" dalam undangan tersebut dengan ramah Uda Elthaf
memberikan kesempatan saya berfoto bersama kedua penganten berjejer
dengan kedua orang tua penganten.
Kami juga sempat menghubungi sanak Suryadi yang saat ini berada di Pulau
Buton, Da Elthaf ingin berkomunikasi dengan beliau sekedar berkenalan
dan bertegur sapa dan mananyanakan buku biography Bapak Rainal yang
dikirimnya ke Belanda apa sudah sampai.Ada keinginan Uda ini untuk
bertemu dan bersilahturahmi dengan Sanak Suryadi yang menurut kabar dari
dia akan kembali lagi dari penelitian ke Jakarta tanggal 20 bulan ini
(bagaimana Da Elthaf ada tugas nggak tanggal 20 ke Jakarta bisa jumpa
Sanak Suryadi dan members rantaunet lainnya)
Begitu juga dengan cerita Uda Tas tentang segala pengalaman dia merantau
serta di Jakarta dan hal-hal seru lainnya cerita Nostalgia di sebuah SMA
Bukit Tinggi, kadang-kadang bertemu seperti ini dunia itu selebar daun
kelor saja, ngobrol sana sini ujung-ujungnya yang dikenal Da Tas juga
kenal dengan saya dan itu adalah kakak kelas saya yang sudah tidak asing
lagi yaitu Budi Isman salah seorang putra dari almarhum Rektor IKIP
Padang (sekarang UNP) yaitu bapak Yakub Isman.
Uda Tas dengan tarikan rokoknya yang "beribawa" tapi pasti sambil
menyeruput capucino bercerita pada kami tentang "keluhannya" sebagai
yang menjadi pejabat penting dilingkungan rumahnya di Jakarta " Jepe
terlalu susah saya melepaskan jabatan penting ini di komplek rumah saya,
dari dulu sampai sekarang selalu menjadi Pak RT", lalu keluhan kedua dia
membayangkan betapa repot dan tersitanya waktunya nanti tanggal 9 April
2009 apalagi Pemilu, Da Tas bercerita setiap pemilu dinegara ini beliau
selalu menjadi ketua TPS dilingkungan perumahan. Keluhan Da Tas ini
sederhana saja betapa banyak partai dan nama caleg yang harus saya
"sigi" satu persatu yang dicontreng oleh pemilih dan itu tidak boleh
silap dan pasti. Jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 500 kertas suara,
dia menyarankan kepada pelaksana Pemilu kalau bisa di Jakarta satu TPS
300 suara saja...kasian deh..Da Tas.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, makan sudah, kopi sudah kandas
sementara pengunjung rumah makan sudah sepi kami saja yang masih betah
dan tanda-tanda mau tutup rumah makan sudah ada apalagi kami dikagetkan
oleh pelayan yang ceroboh dengan menjatuhkan piring dan pecah belah tiga
dilantai. Bunyi pecah dan jatuh piring ini sangat luar memekakan
telinga (benar..begitu kan Da Tas..yang berada disamping piring jatuh),
saya sendiri nggak tahu juga apa pelayan ini mengasih kode agar segera
pulang tamu yang masih "betahan" ini atau memang dasar pelayannya yang
ceroboh, tapi setelah kami diskusikan memang pelayan ini ceroboh Da Tas
secara bercanda bilang sama kami "Siap-siap elo potong gaji mecahin
piring"
Akhirnya waktu juga yang memisahkan kami, jika orang putus cinta berkata
sedikit cengeng" Bukan perpisahan yang kusesali tapi pertemuan" tapi
bagi saya perpisahan ini saya sesali kenapa begitu singkat. Sebelum kami
berpisah dan saya mohon pamit terutama kepada Da Tas kami sempat dulu
foto bareng di depan rumah makan koki sunda kebetulan Pak Polis kami
membawa kamera.
Saya ulurkan tangan saya sama Da Tas untuk salaman pamit, tangan saya
diraih dengan memberikan salam yang hangat yang diakhiri salam komando
ala militer itu bukan sekali tapi dua kali !!!, begitu juga dengan Uda
Elthaf, Da In dan Pak Polis kami.Terima kasih buat semua dan khususnya
Da Elthaf yang telah mengundang saya serta mentraktir makan kami malam
itu.
Pekanbaru, 15 Januari 2009
Jepe (43+, Pku)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image002.jpg>>
