Perjalanan singkek ambo ka Pakanbaru kapatang ko memang sangaik istimewa dan 
sangaik berkesan. Baru sampai di Rumbai lah basobok jo Razi ananda dari Pak 
Zulharbi Salim nan kaduo2 no member dari palanta ko, kami makan siang di 
Simpang Raya Rumbai dan shalat bajama'ah di mushola sabalah mess tu.
Sasudah itu ambo manuju South Office untuak meeting urusan karajo, sadang 
manunggu tibo pulo sanak ambo Elthaf nan singajo bana datang dari Minas, biapun 
baru itu kami basuo lah lansuang maota bantuak urang nan lah kenal lamo dan 
ambo pun di kenalkan ka banyak urang awak nan bakarajo di Chevron ko.

Malam no lah di japuk no pulo dek Elthaf dan kebetulan ado pulo kamba urang 
rumah Indra dan adiak, Edwar nan badinas di Polda Riau. Ba samo2 ka RM. Koki 
Sunda. Indak lamo disinan mancogok lah urang nan tukang kucindan palantako, 
Andi Jupardi alias Jepe, sataruih no bantuak carito Jepe tu lah.

Salasai urusan Kamih siang mampir pulo ambo ka rumah sakik PMC, dek lah dakek 
wakatu sumbayang batunggu sen di muko kamar praktek baliau, indak lamo kalua 
bapak2 nan muko no penuh senyum nan alun pernah basuo, lansuang basapo, Pak 
Suhaimi yo. Sambia senyum baliau manjawek, iko pasti Tan Ameh, lansuang sen lah 
awak kamusajik sumbayang awak dulu. Mesjid mungil dikaliliangi kolam ikan. 
Tabayang di ambo sanak Madahar nan jadi imam sumbayang Jumaik kapatang ko.
Salasai Sholat Pak Suhaimi mayampaikan kultum, sudah itu di jak no tour 
sakaliliang mancaliak pembibitan ikan, ba macam ikan ado disinan, itiak jo ayam 
banyak pulo, malah ado pulo ula, biawak siamang dll. 
Makan siang di kantin nan di ateh kolam jo samba nan sabana lapeh salero jo 
kampuang. Habis tu balanjuik lo maota jo Ibuk Suhaimi nan indak kurang pulo 
ramah no sainggo indak taraso lah ampia jam ampek, dek karano kanaiak pesawat  
jam 6, ambo pamit dan lansuang ka airport. Batua2 perjalanan nan manyanangkan 
basuo jo dunsanak2 nan sabalun no maota di palanta maya ko sajo. Silaturahmi 
dapek, karajo salasai pulo. Alhamdilillah.
Tarimo kasi banyak Razi, Elthaf, JePe, Pak Suhaimi dan Ibu.

Wassalam
Tan Ameh (50+)
  ----- Original Message ----- 
  From: Jupardi 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Friday, January 16, 2009 2:23 PM
  Subject: [...@ntau-net] JUMPA DENGAN "DUO UDA" MEMBERS RN.... By : Jepe


  JUMPA DENGAN "DUO UDA"  MEMBERS  RN

  By : Jepe

   

   

  Terima kasih buat rantau net sebuah milist komunitas orang Minang bukan saja  
yang bearada di rantau tapi juga yang di ranah kalau istilah Miko "urang dapua" 
didelapan penjuru mata angin dimuka bumi orang Minang berada dan saya pikir 
jika ada kehidupan dibulan pastinya orang Minang tidak ketinggalan mengambil 
kapling untuk merantau kesana, apapun caranya mahal sekalipun tiket Apollo 
model terkini, saya yakin orang Minang akan sampai ke bulan.

   

  Rantaunet membuat saya menjadi kenal dan bersahabat dengan penghuni palanta 
lapau saiber, bukan berkenal secara maya saja tapi ini dialam nyata, bukan 
sebuah cerita dongeng, sim salabim apalagi abrakadbra, saya bisa berjumpa 
dengan sosok yang selama ini tidak pernah saya bayangkan untuk bertemu, Sebut 
saja dengan Miko yang nota bene satu alumni tapi SD saja dan belum saya kenal, 
ehh nggak tahunya sanak Miko adalah adik kelas saya satu tingkat, tiga kali 
saya sudah tatap muka dengan Miko  yang pertama di Jakarta ketika kami 
mengadakan temu alumni dan acara pengajian, yang kedua ketika dia ke Pekanbaru 
berlibur bersama keluarga dan mampir kerumah saya ke Pekanbaru sekedar 
menyegarkan diri yang sudah "apek" diperjalanan untuk kembali ke Jakarta dengan 
istrinya bawa mobil, yang ketiga di Jakarta juga bersama Bobi Lukman Piliang.

   

  Lalu "Beyond Expectation" bisa berjumpa dengan Suryadi salah satu dosen 
peneliti di Univ Leiden Belanda ketika dia pulang ke Ranah Minang, saya 
berjumpa dengan beliau di Padang, 6 jam kami habiskan waktu bersama sungguh 
sebuah perjumpaan yang menyenangkan. Tidak sampai disitu ketika pesta putra 
Bapak Taufik tentunya saya jumpa beliau dan yang paling special bisa berjumpa 
lagi dengan Bapak Prof dr. K.Suheimi yang "memegang pertama kali" kepala anak 
ketiga di RS Bunda-Padang tahun 2002., dan paling special lagi tentu berjumpa 
dengan Uda Elthaf walau kami sering berkomunikasi dengan hape. Uda Elthaf 
penasaran ingin berjumpa saya, saya lebih penasaran lagi yang mana, bagaimana 
sih Uda Elthaf ini. Akhirnya saya jumpa pertama kali saat pesta putra Bapak 
Taufik.

   

  Jumpa kedua dengan Sanak Elthaf ini sedikit buru-buru dan hanya sekedar "say 
hello' disimpang jalan menjelang rumah saya, "apa pasal pak cik"..ahaaa..uda 
ini nampaknya tergesa-gesa seperti anak muda yang kabur di jalan Diponegoro 
Pekanbaru lagi sembalab motor liar diuber Pak Polis dari belakang. Ya Uda ini 
hanya sekedar menyampaikan undangan pesta perkawinan putra Pak Suhaimi, dia 
bercerita pada saya masih banyak lagi undangan yang harus diedarkan dan 
bertumpuk dibagasi mobilnya. Ya sudah salaman ambil undangan, kita berjanji 
kapan-kapan jumpa lagi.

   

  Berjanji jumpa kapan-kapan lagi itu, akhirnya datang juga itu tadi malam di 
rumah makan Koki Sunda Pekanbaru. Sanak Elthaf membawa tamu special dan itu ada 
members Rantaunet juga yang datang dari Jakarta dan tidak asing lagi yaitu 
Bapak Tasril Moeis atau dikenal dengan Tan Ameh, pria paro baya usia setengah 
abad yang wajahnya jauh dari kesan setengah abad. Pria perawakan sedang dengan 
kumis melintang manis tidak kalah rasanya kumis dengan yang digandrungi oleh 
kaum wanita saat ini siapa lagi jubir Presiden SBY yaitu Andi Malarangeng.

   

  Sambil menikmati makanan dengan cita rasa sentuhan Sunda bersama dua orang 
kolega Uda Tas (he..he..lebih sreg saya panggil Uda Tas dari pada panggil Mak 
Tan Ameh, biar kami kelihatan ya rada-rada masih muda lah, walau tubuh sudah 
digerogoti usia menjelang tua) yaitu salah satu perwira tinggi polisi di 
Pekanbaru dan saudara Uda Tas yang penampilannya cukup heboh, tapi jika sedang 
diam tampangnya lebih perwira dibandingkan Uda Polisi yang gagah tersebut, 
malah secara bercanda Da In begitu nama sanak Da Tas ini, jika dia melaju sama 
Uda Polisi dengan mobil dijalan raya, maka orang akan memberi hormat pada Da In 
ini, tentunya dengan modal tampangnya yang mumpuni "lebih perwira dari perwira" 
menyangka kalau Da In ini adalah komandan Uda Polisi ini.

   

  Da Elthaf semakin menyemarakan pertemuan kami di rumah makan koki Sunda ini 
dengan segala ceritanya mulai dari mengatur para petinggi-petinggi saat pesta 
perkawinan anak Pak K Suheimi, dimana dia memberikan meja buat petinggi ini 
sampai mengatur lalu lintas saat bersalaman dan berfoto dengan kedua mempelai 
dan orang tua penganten. Saya hadir juga memperhatikan beliau yang sibuk ini, 
Alhamdulillah saya yang tidak masuk kategori "petinggi" dalam undangan tersebut 
dengan ramah Uda Elthaf memberikan kesempatan saya berfoto bersama kedua 
penganten berjejer dengan kedua orang tua penganten.

   

  Kami juga sempat menghubungi sanak Suryadi yang saat ini berada di Pulau 
Buton, Da Elthaf ingin berkomunikasi dengan beliau sekedar berkenalan dan 
bertegur sapa dan mananyanakan buku biography Bapak Rainal yang dikirimnya ke 
Belanda apa sudah sampai.Ada keinginan Uda ini untuk bertemu dan 
bersilahturahmi dengan Sanak Suryadi yang menurut kabar dari dia akan kembali 
lagi dari penelitian ke Jakarta tanggal 20 bulan ini (bagaimana Da Elthaf ada 
tugas nggak tanggal 20 ke Jakarta bisa jumpa Sanak Suryadi dan members 
rantaunet lainnya)

   

  Begitu juga dengan cerita Uda Tas tentang segala pengalaman dia merantau 
serta di Jakarta dan hal-hal seru lainnya cerita Nostalgia di sebuah SMA Bukit 
Tinggi, kadang-kadang bertemu seperti ini dunia itu selebar daun kelor saja, 
ngobrol sana sini ujung-ujungnya yang dikenal Da Tas juga kenal dengan saya dan 
itu adalah kakak kelas saya yang sudah tidak asing lagi yaitu Budi Isman salah 
seorang putra dari almarhum Rektor IKIP Padang (sekarang UNP) yaitu bapak Yakub 
Isman.

   

  Uda Tas dengan tarikan rokoknya yang "beribawa" tapi pasti sambil menyeruput 
capucino bercerita pada kami tentang "keluhannya" sebagai yang menjadi pejabat 
penting dilingkungan rumahnya di Jakarta " Jepe terlalu susah saya melepaskan 
jabatan penting ini di komplek rumah saya, dari dulu sampai sekarang selalu 
menjadi Pak RT", lalu keluhan kedua dia membayangkan betapa repot dan 
tersitanya waktunya nanti tanggal 9 April 2009 apalagi Pemilu, Da Tas bercerita 
setiap pemilu dinegara ini beliau selalu menjadi ketua TPS dilingkungan 
perumahan. Keluhan Da Tas ini sederhana saja betapa banyak partai dan nama 
caleg yang harus saya "sigi" satu persatu yang dicontreng oleh pemilih dan itu 
tidak boleh silap dan pasti. Jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 500 kertas 
suara, dia menyarankan kepada pelaksana Pemilu kalau bisa di Jakarta satu TPS 
300 suara saja.kasian deh..Da Tas.

   

  Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, makan sudah, kopi sudah kandas 
sementara pengunjung rumah makan sudah sepi kami saja yang masih betah dan 
tanda-tanda mau tutup rumah makan sudah ada apalagi kami dikagetkan oleh 
pelayan yang ceroboh dengan menjatuhkan piring dan pecah belah tiga dilantai. 
Bunyi pecah dan jatuh piring ini sangat luar  memekakan telinga (benar..begitu 
kan Da Tas..yang berada disamping piring jatuh), saya sendiri nggak tahu juga 
apa pelayan ini mengasih kode agar segera pulang tamu yang masih "betahan" ini 
atau memang dasar pelayannya yang ceroboh, tapi setelah kami diskusikan memang 
pelayan ini ceroboh Da Tas secara bercanda bilang sama kami "Siap-siap elo 
potong gaji mecahin piring"

   

  Akhirnya waktu juga yang memisahkan kami, jika orang putus cinta berkata 
sedikit cengeng" Bukan perpisahan yang kusesali tapi pertemuan" tapi bagi saya 
perpisahan ini saya sesali kenapa begitu singkat. Sebelum kami berpisah dan 
saya mohon pamit terutama kepada Da Tas kami sempat dulu foto bareng di depan 
rumah makan koki sunda kebetulan Pak Polis kami membawa kamera.

   

  Saya ulurkan tangan saya sama Da Tas untuk salaman pamit, tangan saya diraih 
dengan memberikan salam yang hangat yang diakhiri salam komando ala militer itu 
bukan sekali tapi dua kali !!!, begitu juga dengan Uda Elthaf, Da In dan Pak 
Polis kami.Terima kasih buat semua dan khususnya Da Elthaf yang telah 
mengundang saya serta mentraktir makan kami malam itu. 

   

   

  Pekanbaru, 15 Januari 2009

   

   


       
                  Jepe (43+, Pku)
       

   

   

   

   


  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image002.jpg>>

Kirim email ke