Saya dianugrahi Gelar Sangsako Adat
Oleh : K. Suheimi
Saya dianugrahi Gelar Sangsako Adat Dt Rajo Penghulu, Oleh Gubernur Hasan Basri
Durin, ketika saya dilantik jadi Pengurus Kerapatan Adat Alam Minang Kabau,
Saya tanyakan ke Pak Kamardi Rais pada waktu itu yang jadi Ketua LKAAM tentang
hal ini.
Dalam kaum saya di Pariaman, saya ini terlahir sebagai anak Nelayan, keturunan
tukang pukat, tak ada mamak saya yang punya gelar. Kaum kami setahu saya tak
ada yang jadi Datuk. Lalu kenapa dan mungkinkah saya bisa jadi Datuk ?,
menjabat jabatan Penghulu? Pertanyaan itu yang selalu bergulir di hati ini, dan
pertanyaan itu pulalah yang saya lontarkan pada Pak Kamardi Rais
bertahun-tahun yang lalu.
Pak Kamardi Rais yang bijak ini bilang “Pak dokter harus pakai gelar itu, ini
ada SK Gubernur” Taoi dalam kaum saya tak ada gelar itu pak, bantah saya.
Pak dokter katanya menjelaskan. Ada pemberian gelar kehormatan yang di berikan
pemerintah bagi seseorang yang berjasa disebut Gelar sangsako. Dan ada
pemberian gelar adapt sesuai kesepakatan dalam satu kaum untuk megangkat
penghulunya.
Mungkin sebagai penghargaan, mungkin dianggap mampu memikul beban. Apalagi di
pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang kabau ini , kan pengurusnya akan
mengurus seluk beluk dan persoalan adat istiadat, dan pemerintah menganggap
pak cokter cakap untuk itu. Jadi Anugrah dan ketetapan itu harus pak dokter
pikul.
Saya tak bisa mengelak. Jadilah saya sebagai salah seorang pengurus LKAAM
Propinsi SUMBAR. Sering saya ikuti rapat demi rapat dan setiap rapat saya
dipanggilkan gelar Dt Rajo Penghulu, saya kikuk juga mendapat gelar terhormat
itu.
Maka selama kepengurusan saya belajar saya mendengar dan saya membaca seluk
beluk Adat alam Minagkabau. Saya baca buku-buku karangan Pak Dt Idrus Hakimi.
Saya dengar kaset Pitaruah ayah, dan saya catat lalu saya tayangkan kembali
dalam tulisan-tulisan untuk mengenang dan minta izin kepada pak Yus Parmato.
Saya baca dan saya salin buku pak Anas Navis tentang adat dan pepatah. Untuk
mengenang jasa beliau saya kirim sebagaian kerantau Net dan saya masukkan ke
Blog saya “Ksuheimi.blog spot”.
Dengan banyak membaca dan menulis sedekit mengertilah saya tentang “piagam
bukit marapalam”. Hasil kesepakatan kaum adat dan Ulama dalam memutuskan
“Adat basandi sarak. Sarak basandi kitabullah. Sarak mangato adat mamakai”.
Orang adat itu dalam kehidupan sehari-harinya menjalankan apa yang di Fatwakan
agama. Jadi agama mengato dan mengatur dalam bentuk aturan , tulisan dan
bacaan. Sedangkan adat memakaikannya dalam kehidupan sehari. Jadi Adat itu
adalah cerminan ke agamaan, atau dakwah bil hal tergambar dalam orang beradat.
Sehingga orang merasa terhina bila di katakana “Tak beradat” atau tak Tahu
dengan adat”
Arinya dia dikatakan tidak beragama, kerna tak menjalankan syariat agama.
Dimanapun orang minang bila dikatakan tak beradat, sangat marah dan itu
artinya arang tercoreng di kening, dengan cara apapun akan di hapus, itu harga
diri, kerna adat dan agama dalam orang minang itu adalah jati diri, tempat
garvitasinya tempat dia berpijak.
Se pareman dan parewanya orang minang dia akan berang bila dikatakan tak
beradat,
Saya genggam dan saya pegang kepercayaan yang di berikan pemerintah sebagai
pemangku adat dengan gelar datuk rajo Penghulu. Tapi gelar datuk itu
dianugerahkan kerna saya ditunjuk sebagai pengurus LKAAM, maka setelah saya
tak jadi pengurus, gelar itupun tak saya pakai lagi. Saya kembalikan. Gelar itu
saya sandang ketika saya menjabat pengurus LKAAM
Rasanya plong saya tak punya beban lagi , karena memang dikampung dan di kaum
saya , saya tetap sebagai anak nelayan yang berbantalkan ombak dan
berselimutkan gelombang dab bermandikan hujan
Ada sisi positif pemberian gelar itu. Dengan begitu yang diberi gelar berusaha
menggali adapt istiadat yang banyak hikmah dan pelajaran terbaik dalam adapt itu
Dan dia berusaha mematuhui aturan-aturan yang berlaku sepanjang adapt
Saya renung bahwa memang saya perlnah di Anugrahi oleh pemerintah menyandang
gelar kehormatan dalam adat, sebagai sebuah amanah yang dipikul
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu,mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad)
dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui. (QS. 8:27)
Pekan Baru 17 Januari 2009
Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers!
http://id.answers.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---