Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir

31/10/2008 17:12 WIB oleh ANTARA Sumut
<http://www.antarasumut.com/author/senjaungu/>    
Kategori: Kuliner
<http://www.antarasumut.com/category/features/kuliner/> 

  

  <http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2008/10/img_0079.jpg> 

Pelayan Rumah Makan Padang Sidempuan sedang melayani tamunya dengan
aneka menu khas Tapanuli Selatan. (Foto : Surya)

Medan, 31/10 (ANTARA) - Dominasi rumah makan Padang di Medan selama
bertahun-tahun tampaknya sudah berakhir dengan berdirinya usaha sejenis
khas daerah Sumut, seperti rumah makan Padang Sidempuan dan rumah makan
Sibolga.

Menu  rumah makan Padang berisiko tinggi terhadap kesehatan karena
banyak berunsur santan, daging, cabe (sambal) dan langka dengan sayur
sehingga perlu dicari tempat alternatif untuk makan siang dan malam,
kata Rifal, seorang pendatang dari Jakarta yang sudah sebulan  bertugas
di Medan, Jumat.

Salah seorang warga Minang di Medan M.Nawar mengakui, jarang makan nasi
Padang karena tidak tahan lagi menyantap makanan pedas. Menurut catatan,
rumah makan Padang di Medan yang terkenal antara lain Garuda, ACC,
Bahagia, Famili, Sederhana dan Rumah Makan (Nasi Kapau) Uni Emi.

Ia mengatakan, setiap bertugas ke Medan dulu selalu mencari rumah makan
Padang, karena selain cita rasanya yang lezat harganya juga lebih murah
dibanding rumah makan Padang di Jakarta, tetapi akhir-akhir ini
kecendrungan itu berobah dengan mencari  rumah makan khas daerah Sumut.

Rumah makan khas Sumut itu antara lain rumah makan Padang Sidempuan dan
Rumah Makan Sibolga yang menyajikan aneka menu yang didominasi ikan laut
dan ikan air tawar baik yang dibakar maupun digulai dengan santan
seadanya  serta bermacam-macam sayuran.

Salah satu diantaranya adalah  rumah makan Padang Sidempuan di Medan
terdapat di Jalan Darussalam simpang Sei Belutu yang menyajikan makan
dan minuman sedikitnya 30 jenis setiap harinya dengan ciri utama ikan
sale, ikan haporas, ikan mas, belut sambal, gulai petai dan sayur daun
ubi tumbuk.

Pengusaha rumah makan itu, Rachmad Syah Lubis mengatakan, makanan dan
minuman yang disediaknnya memang khas Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
karena  berbagai jenis ikan terutama haporas dan ikan sale sengaja
didatangkan dari Padang Sidempuan, ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Harga berbagai jenis makanan di rumah makan dengan bangunan berbentuk
joglo, beratap nipah dan tepas (bambu), tanpa pendingin udara (AC) dan
berdinding kayu itu dikatakan lebih murah dibanding rumah makan sejenis
di kota Medan, karena tanpa AC tentu biaya lebih murah dan sebagainya.

Menurut dia, satu piring belut sambal hanya dihargai Rp10 ribu, ikan
sale Rp8.000, kepala ikan mas gulai Rp 8.000 dan sayur daun ubi tumbuk
hanya Rp3.000, sehingga siapapun yang makan di sini baik perorangan
maupun berombongan tidak merasa "dicekik" dengan harga yang tinggi.

Menurut pengamatan, para pengunjung rumah makan dengan 12 pelayan yang
semuanya laki-laki itu bukan hanya kelas menengah kebawah, tetapi artis
dari Jakarta, kalangan eksekutif dan direksi sejumlah perusahaan besar
juga sering tampak menikmati makan siang di rumah makan tersebut.

Rumah makan khas daerah lain, seperti RM Nasrul Sibolga dengan menu
terkenal, kepala ikan gulai dan sontong gulai berlokasi di Jalan
Sisingamangarja atau hanya beberapa puluh meter dari Mesjid Raya Medan
meski harga makanan di sini sedikit tinggi karena rumah makan ini juga
menyediakan ruangan ber-AC.

Selain itu berbagai rumah makan atau restoran khas Jawa juga banyak
bermunculan di Medan, seperti rumah makan Wong Solo dan Koki Sunda,
sementara restoran dengan makanan Jepang, Amerika Selatan dan Itali
serta yang lainnya juga sudah banyak beroperasi di Medan.(S014)

Surya/ANTARA

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke