assallamualaikum wr wb ambo pun takajuik juo mambaconya,apo namonyo kini ko...? itulah kalau MUI alah sato pulo bapolitik,jadi mungkin ndak bisa mambedaan yg haram jo nan indak,jadi labiah elok kita kambali sajo kapado al-qura'an jo sunnah rasul,cubo lah kito ranuangkan,ba'a kito ka mamiliah,sadangkan alun mamiliah jo parpol 2x alah sibuk lobi malobi,bujuak mambujuak,jadi niat untk mamimpin itu indak karano allah,tapi ambisi untuak mambaliakan modal yg tapakai untuak kampanye,alah sarupo juo jo manggaleh,iko manuruik ambo yg awam ko mah dunsanak,mungkin ambo ka manjadi golput juo mungkin,karano alun nampak dek ambo tokoh yg sabananyo tokoh,jadi hanyo itu yg dapek ambo tulis dulu,talabiah takurang,kok ado kato ambo yg salah yo ambo pinta jo maaf ka nan kuaso ALLAHÂ SWT samo dusanak kasadonyo wassallam m.maneza batam-kepri
--- Pada Sel, 27/1/09, ozidateno <[email protected]> menulis: Dari: ozidateno <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] Golput Haram, Umat Islam Wajib Memilih dalam Pemilu 2009..??????? Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 27 Januari, 2009, 12:07 AM Tulisan iko ambo baco dalam millist sabalah, cuman kalimat istigfar yang terlontar dari muluik ambo katiko mambaco tulisan ko, pengetahhuan ambo memang sangat terbatas tentang agamo, indak sahebat mereka yang diMUI, indak sepintar mereka yang tiap hari memberi khotbah, tapi kalo hanya untuk membedakan halal jo haram, ambo raso lai bisa, itu bisa dibaco dalam alqur'an, Mengenai urusan golput yang difatwakan haram oleh MUI, yo haruslah bapikia duo kali, atau mungkin saribu kali, dan katiko MUI itu menyangkutkan logikanyo kalau pemilu adalah proses memilih pemimpin, dan itu wajib dilakukan, apo pulo maksudnya?? yo ndak mangarti ambo doh, kama logika yang mode iko di carikan dalilnyo??? mungkin para ulama yang tergabung di dalam MUI tu bisa menjelaskan. Sangat kasihan kalo fatwa ko ditangkap oleh para saudara awak yang tidak punya pengetahuan cukup dibidang agama dan tidak punya pengetahuan politik, menurut ambo ini akan sangat menyesatkan, karena takut berdosa, akhirnya mereka yang tidak punya pengetahuan politik datang ke TPS untuk mencoblos, karena ketidak tahuannya dia memmilih orang yang salah, wah akan jadi apa dia??bukankah suara pemilih itu amanah?? logika agamanya dimana?? sehingga ini akan menjadi haram dan halal?? halal kah memeberi amanah keorang yang salah??. Mungkin pertanyaan bukan halalkah?? karena ini bukan syariah?? tapi pantaskah? Ambo manulis mode ko bukan untuk membuek kelompok Golput semakin banyak, ambo picayo dengan kecerdasan pikir yang dipunya iko akan bisa dipilah-pilah, tapi sebagai diskusi dalam ruang millist ko ambo berharap ado pencerahan, yang bisa mungkin hasil nyo bisa dibantu sosialisasikan ke dunsanak nan lain. Memang selama ini fenomena golput terjadi pada kelompok menengah keatas, artinya pengetahuan politik yang di punyai cukup memadai, sehingga dengan dasar pengetahuan itu dia memilih, DAN PILIHANNYA ADALAH MEMILIH UNTUK TIDAK MEMILIH, maraknya golput tidak akan membuat Indonesia tanpa pemimpin, setidaknya mereka yang "bernafsu" jadi pemimpin akan saling pilih dan tentu akan mengasil pemimpin, banyaknya golput hanya akan membedakan jumlah dukungan saja, tapi saya berharap ini tidak dikaitkan dengan syariah... Mari kita berfikir sehat untuk bangsa ini, jangan reaktif, kalau hari ini menjadi golput bisa diharamkan, mungkin nanti suatu saat ketika semua orang cerdas dan berfikir untuk menyandang amanah menjadi pemimpin dirasa bukan pilihan lagi, maka apa mungkin suatu waktu itu MUI akan mengaharamkannya juga?? hehhehe Itu sajo ujaran dari ambo, kalo ada salah kato, ambo minta maaf..,kaTuhan ambo minta ampun. Wassalam Zie Yogya Golput Haram, Umat Islam Wajib Memilih dalam Pemilu 2009 Refleksi: Apa urusan Allah dengan pemilihan umum di NKRI? http://pemilu.detiknews.com/read/2009/01/26/015628/1074176/700/golput- haram-umat\ -islam-wajib-memilih-dalam-pemilu-2009 Senin, 26/01/2009 01:56 WIB Golput Haram, Umat Islam Wajib Memilih dalam Pemilu 2009 Nograhany Widhi K - detikPemilu Jakarta - Menjadi golongan putih (golput) diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Umat Islam diwajibkan memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. "Wajib bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin. Kalau yang dipilih ada namun tidak dipilih, menjadi haram," ujar Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Ya'qub menjelaskan hasil Ijtima' Ulama Fatwa III MUI di Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat. Ali menyampaikan hal itu ketika dihubungi detikcom, Minggu (25/1/2009). Bukankah tolok ukur baik dan buruk figur calon legislatif, calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) itu sangat subyektif? "Kenyataannya masih ada yang baik-baik. Andaikata tidak ada yang baik, tetap harus memilih. Dipilih yang tingkat keburukannya paling rendah," imbuh Ali. Dia menjelaskan, fenomena golput kalau dibiarkan, akan berbahaya. "Kalau nggak memilih berbahaya, bisa nggak punya pemimpin," ujar Guru Besar Ilmu Hadis Institut Ilmu al-Quran (IIQ) ini. Fatwa ini, lanjutnya adalah kewajiban moral. "Orang yang nggak mau ikut Pemilu itu berdosa menurut hukum Islam," pungkas dia. ( nwk / nwk ) Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
