Waalaikumsalam w.w. Sanak Muljadi Ali Basjah dan para sanak sa palanta,
 
Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Sanak yang telah menambah 
penjelasan tentang mengapa kunjungan wisatawan ke Bali cenderung menurun atau 
tak bertambah. Kelihatannya beberapa faktor penyebab tersebut juga terdapat di 
Sumbar.
 
Saya harapkan penjelasan Sanak ini dapat dimanfaatkan oleh segala fihak yang 
terkait di Sumatera Barat.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Sat, 1/31/09, Muljadi Ali Basjah <[email protected]> wrote:


From: Muljadi Ali Basjah <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: LAMPU KUNING UNTUK PARIWISATA PULAU BALI ..... [DAN 
SUMBAR ?]
To: [email protected]
Date: Saturday, January 31, 2009, 4:40 AM



Ass.Wr.Wb, Pak Doktor Saafroedin Bahar, serta ummat RN di Palanta!

Sedikit tambahan dari saya  Pak Doktor Saafroedin Bahar, setentangan berangsur 
kurang, menurut  pengalaman, pengamatan serta pembicaraan saya  dengan beberapa 
pengusaha Travel Bueros diGerman & diBelanda. Demikian juga dari beberapa echo2 
dari obrolan2 beberapa kerabat2 dan kaum pelancong2 sanasini yang saya 
simpulkan.
Penyebab kekurang angka pelancong2 ke Bali/Indonesia, selain yang ditulis 
didalam „Detik.com. Jumat, 30/01/2009 15:40 WIB“, yang terlampir dibawah ini, 
dikarenakan oleh kurang banyaknya Promosi seperti Brochure2 / Flyer2 , 
seandainya ada itupun sudah tahunan umurnya.
Dari siaran2 TV diGerman ini, tetap filem2 yang berbau Iklan dan Promosi yang 
bernada langsung ataupun tidak lansung, ditayangkan pada jam2 siaran yang empuk 
serta beberapa waktu yang „pass“, sebelum masa2 liburan tiba. Selain dari itu 
tourist2 yang ke/di Bali kebanyakan kaum muda mudi yang ber-hura2 (umumnya dari 
Australia biaya relativ murah , menang lokasi dekat), ribut2 diwaktu malam 
dipenginapan2. Pelayan hotel kurang direspekti oleh muda mudi tersebut 
(penyebabnya, takut dgn tamu2??), menyebabkan pengunjung hotel lainnya merasa 
terganggu liburannya, dimana saat2 istrahat malam, diatas jam 21:00 masih bunyi 
tawa ria bercampur musik2 muda mudi masa kini, dengan tempo yang monotonal 
serta volume keras yang mengganggu pelancong2 yang ingin tidur.
Selain kumuh (kantong2 plastik, botol2, sampah2 dll dibelakang Pura) areal 
wisatanya, juga ethika pengemudi2 taxi/penjaja, begitu juga keamanan tidak 
terjamin (Polisi??).
Selain itu, mungkin ada akibat ketiadaannya penerbangan Garuda keEropa. Disisi 
lain (kabarnya) kerjasama (berbentuk apa, saya kurang jelas) Garuda dengan MAS, 
yang total general keuntungan akhir, baik untuk Garuda maupun lokasi 
pelancongan di Indonesia, itu perlu dikaji ulang dengan seksama. Dipihak lain 
izin lintas terbang diwawasan per-udaraan Eropa, dari segi standarisasi teknik 
EC yang berlaku itu parameter yang penting sekali untuk kalkulasi Garuda. 
Karena logisnya jalur serta waktu penerbangan, dari arah Eropa (tanpa Garuda) 
jurusan Asia tenggara, tentu lebih dekat ke China, Thailand, Vietnam, Kamboja, 
M’Sia dan S’Pore dibanding Indonesia/Bali. Pesaing dengan, harga yang bersaing, 
berkat promosi yang gencar dan momentum yang tepat, disertai faktor2  
kebersihan, kemacetan, keamanan, ethika serta unsur2 negativ dll, tentu saja 
memilih tujuan bukan Bali/Indonesia. 
Mungkin saja, gema suasana politik Negara kita yang mayoritas beragama Islam 
tambahan akibat penebangan2 kayu hutan2 tropis yang sering disiarkan disini 
(Orang Utan). Point2 ini agak disorot negativ disini, baik dari media massa, 
maupun dari sekelompok orang2.
Summa summarum, itulah penyebab berangsur kurangnya angka Wisatawan ke 
Bali/Indonesia yang tersimpul dari pengamatan saya Pak Doktor Saafroedin Bahar.
Moga2 bisa bermanfaat,

Wassalam,
Muljadi, German

--- saya potong di sini --
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke