Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
 
Kita patut berbangga, bahwa dua 'urang awak' mendapat kehornatan dari 
Universitas Indonesia karena sumbangan besar mereka terhadap panji-panji 
peradaban. Syukur Alhamdulillah
 
Kepada kedua beliau layak kita ucapkan selamat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah 
/
Kompas, Jumat, 30 Januari 2009 | 18:13 WIB
JAKARTA, JUMAT - Universitas Indonesia memulai babak baru dalam dunia akademis. 
Guna memberikan apresiasi kepada putra terbaik bangsa, penegak panji-panji 
peradaban, Sabtu (31/1) di Balairung Universitas Indonesia, Depok, dalam 
penyelenggaraan wisuda semester Gasal 2008/2009, Univeristas Indonesia akan 
menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Taufiq Ismail dan Taufik 
Abdullah.
Deputy Director Corporate Communicatiobs UI, Devie Rahmawati, kepada pers Jumat 
(30/1) mengatakan, penganugerahan gelar doktor honoris causa ini diberikan 
kepada para penegak panji-panji peradaban yang mewakili berbagai dimensi 
keahlian. Tradisi ini menekankan tidak hanya pada aspek temuan-temuan yang 
berbasis inteletual semata. "Namun, aspek rasa, soft skills, menjadi sebuah 
pertimbangan yang sama pentingnya," katanya .
Devie memberikan ilustrasi, antologi puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq 
Ismail, sebagai sebuah karya sastra, mampu mencerahkan masyarakat akan kondisi 
sosial-politik pada tahun 1966, serta menggerakkan masyarakat dalam menyikapi 
dan bertindak terhadap fenomena sosial yang menghadang masyarakat pada masa 
itu. Karya-karya sastra tidak hanya sebagai alat rekam sejarah, namun juga 
mampu menjadi mesin perubahan masyarakat.
Demikian juga dengan sumbangan yang diberikan Taufik Abdullah, sebagai ahli 
sejarah. Keberadaan ilmuwan sejarah menjadi sangat signifikan, tidak hanya 
dalam upaya melukiskan masa silam, namun juga memikirkan sebuah penjelasan yang 
masuk akal mengenai apa yang terjadi pada masa silam. Tentunya, ha sil 
penelusuran sejarah tersebut, menjadi modal yang sangat berharga dalam 
pembangunan bangsa di masa datang. Berbagai pengalaman sejarah mampu menjadi 
kompas bagi para pemimpin negeri dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang 
berpihak pada realitas dan kemajuan bangsa.  
Universitas Indonesia, sebagai univesitas yang menyandang nama Indonesia, 
diharapkan mampu menjadi motor peradaban dan kemanusian dalam mencapai kemajuan 
yang tidak abai pada keseimbangan antara orientasi nilai-nilai akademik, dengan 
moralitas dan seni, jelas Devie.
Untuk itulah UI memulai sejarah baru dengan memberikan penghargaan 
seluas-luasnya bagi anak bangsa yang memiliki integritas dan pengaruh yang 
signifikan dalam bidang pengabdiannya masing-masing. Semoga, penghargaan ini 
dapat merangsang lahirnya para pendekar-pendekar bangsa lainnya.
 
 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke