MENUJU KELUARGA YANG HARMONISOleh  ; K Suheimi
ADA empat hal yang mengokohkan dunia ini yaitu : 1lmu para ulama, karena jika 
tidak dengan ilmu ulama ummat ini akan binasa. Sedekah orang kaya, jika tidak 
tentulah orang miskin akan binasa. Doa orang yang teraniaya, jika tidak karena 
doa orang miskin dan teraniaya tentulah orang kaya akan binasa. Keadilan para 
penguasa, jika tidak, tentulah golongan yang satu akan menghancurkan golongan 
yang lain.

Untuk kokohnya, maka perlu keseimbangan, keseimbangan antara dunia dan akhirat. 
Untuk mencapai keseimbangan ini kuncinya terletak pada perempuan, syorga di 
bawah telapak kaki ibu, perempuan tiang negara, apabila perempuan baik maka 
baik pulalah negara dan rumah tangga, penghormatan pada perempuan dengan adanya 
surat Annisa (yang artinya perempuan) dan banyak lagi penghormatan yang 
diberikan Rasul kepada perempuan. Tidaklah menghormati perempuan kecuali 
orang-orang terhormat dan tidaklah menghinakan perempuan melainkan orang-orang 
yang hina.

Dianjurkan perempuan berdoa ketika sedang mengandung anaknya. Doanya saat lagi 
hamil dengan membaca surat Yusuf dan surat Maryam, sehingga jika lahir bayi 
lelaki seperti Yusuf dengan segala keahlian dan kebijaksaananya. Jika lahir 
perempuan seperti Maryam dengan segenap, kesabarannya. Dia berbisik dan dia 
berdoa kepada Tuhan, bukankah Tuhan Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dan Maha 
melihat? Dia mendengar bisikan yang terhalus sekali pun yang temiat di dalam 
hati. Untuk itu doa ibu hamil yang sedang membawa amanah-Nya, tentulah didengar 
dan akan dikabulkan oleh Tuhan.

la berbisik dan berdoa, doa yang bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk 
orang lain, untuk anak yang sedang dikandungnya dalam rahim dalam curahan kasih 
dan sayangnya. Dan dia sangat yakin bahwa Tuhan yang sangat dekat akan 
mengabulkan doanya. "Jika kamu bertanya padaku katakan bahwa aku sangat dekat 
akan Kukabulkan permohonan yang berdoa dan Aku adalah sebaik-baik yang 
mengabulkan permohonan". Maka perhatikanlah setiap peristiwa besar di dunia ini 
yang sering memegang peranan di balik segalanya adalah perempuan. Contoh yang 
mudah di zaman Fir'aun, ada Musa. Tetapi bukankah yang melindungi dan 
menyelamatkan Musa adalah istri Fir'aun sendiri. Dia pula yang berperan membawa 
Musa agar menyusu kembali pada ibu kandungnya.

Di Minangkabau pun, perempuan sangat memegang peran yang penting sebagai 
"Limpapeh rumah nan gadang, pusek jalo tumpuan Ikan, Kayu gadang di tangah 
Padang, bundo kanduang, Pai tampek batanyo pulang tampek babarito. Dibeli tanah 
rumah dan harta atas nama perempuan. Siang malam lelaki bekerja adalah untuk 
perempuan. Dan jika lahir anak dibangsakan dan disukukan pada suku ibunya. 
Sebaik-baik muslim adalah muslim yang santun dan penuh pengertian pada 
istrinya. Tujuan berkeluarga adalah agar tercapai hidup yang sakinnah, mawaddah 
wa rahmah. Sakinah penuh ketenangan, ketenteraman dan kedamaian.

Betapa tidak akan tenang. Kalau dulu, semasa pacaran, selalu hati berkata dan 
was-was, jangan-jangan begini berdosa, begitu berdosa, pergi berduaan rasakan 
salah, pergi ke tempat sepi rasa akan ditangkap dan dipukuli pemuda. Apa yang 
dikerjakan serba salah. Untuk keluar dari kemelut itu, ditingkatkanlah hubungan 
berpacaran dengan hubungan perkawinan yang menuju sakinah. Rupanya ini pun 
masih belum cukup sebelum mencapai mawaddah atau tonggak atau pancang dalam 
bentuk seorang anak yang merupakan pancang yang akan memperkokoh tali 
perkawinan.

Dengan adanya anak, kalau sedang bertengkar atau terniat hendak berpisah dan 
bercerai, lalu teringat anak. Minimal dengan adanya anak, maka pertengkaran 
terbuka antara ibu dan ayah, apalagi di depan anak-anak, bisa dikurangi. 
Sehingga keluarga itu menjadi awet dan lebih kekal. Sedangkan rahmah adalah 
kasih sayang, yaitu rasa yang timbul setelah bertahun-tahun berumah tangga, 
timbul saja rasa kasih dan rasa sayang pada pasangannya, hidup jadi tidak 
berarti tanpa dia di sampingnya. Hidup terasa hambar dan hampa tanpa 
kehadirannya.

Maka selalulah pasangan itu berusaha saling mendekat, seakan-akan tidak bisa 
dipisahkan lagi, dan masing-masing berdoa semoga "Kemesraan ini jangan cepat 
berlalu". Untuk mencapai sakinah, mawaddah warahmah tidak mungkin jika kedua 
pasangan itu sakit-sakitan. Penyakit akan selalu menggerogoti dan merusak 
sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun tidak sedikit pula sakinah mawaddah wa 
rahmah itu dirusak oleh karena dasar perkawinan yang tidak kokoh. Kokoh 
tidaknya satu perkawinan tergantung pada niat awal dari memulai perkawinan. 
Ternyata dasar perkawinan yang kokoh adalah perkawinan yang didasari oleh dasar 
dia menikahi seseorang hanya semata-mata karena Allah, mengharapkan ridha-Nya. 
Kalau dasar perkawinan seseorang karena Allah, maka apa pun yang diperbuat dan 
apa pun yang dikerjakan, selama perkawinan selalu diniatkan karena Allah, 
sehingga niat karena Allah ini menyebabkan apa-apa yang diperbuat itu adalah 
dalam. rangka ibadah kepada Tuhannya.

Sehingga andai ada seseorang di antara mereka yang jadi cacat atau jadi jelek 
atau jadi beban bagi pasangannya, tetap cinta mereka tidak akan luntur, karena 
mereka saling mencintai. Bukan karena cantik, bukan karena harta, dan juga 
bukan karena sesuatu, tetapi adalah cinta mereka karena Allah. Maka semakin 
cacat seseorang, maka semakin giat pasangannya yang lain ingin membantunya, 
sehingga perpisahan dan perceraian tidak akan terjadi pada pasangan yang 
demikian. Generasi muda adalah merupakan masa peralihan antara masa anak-anak 
dan dewasa. Sebagai peralihan seseorang secara berangsur-angsur memperlihatkan 
ciri-ciri seorang perempuan atau lelaki, sampai tercapai kematangan biologik. 
Jiwanya pun berkembang dari kanak-kanak menjadi dewasa dan sosio ekonominya pun 
beralih, dari ketergantungan kepada orang tua menjadi berangsur-angsur bebas.

Masalah utama yang dihadapi generasi muda saat ini adalah makin cepatnya datang 
usia reproduksi. Bila dulu seorang mendapat haid pertama pada usia 17 tahun, 
maka pada saat ini usia rata-rata seorang mendapat haid pertama adalah 12 
tahun. Terlihat bahwa usia datang haid yang pertama cendrung menurun, sedangkan 
persyaratan untuk kawin semakin berat, sehingga berakibat adanya celah dan 
jurang yang terbentang antara kematangan sosial dan kematangan seksual. Kalau 
aktivitas seksual antara generasi muda juga meningkat, karena kebutuhan 
biologiknya harus tersalurkan, maka akibatnya jelas, lahirnya anak-anak yang 
tidak berbapak semakin banyak. Padahal agama kita selalu menjunjung tinggi hal 
keturunan ini, siapa bapaknya. Agama selalu menjunjung tinggi kehormatan 
seseorang, menganjurkan supaya seorang menghormati kehormatan orang lain. 
Apakah ditubuh ini yang lebih terhormat daripada kehormatan? Makanya meletakkan 
kehormatan di tempat yang terhormat dan dihormati
 adalah sopan santun dalam agama.

Sebaliknya, melecehkan kehormatan orang lain dianggap sebagai satu dosa. Dosa 
itu semakin besar bila kehormatan seseorang dijalin dengan kehormatan orang 
lain, tanpa melalui norma-norma agama, tanpa satu akad dan nikah. Maka 
perbuatan itu dikutuk dan sangat terkutuk, sehingga yang melakukan perbuatan 
itupun dikenakan sangsi di dunia dan akhirat. Untuk itu marilah kita simak dan 
kita baca betapa suci dan tingginya kejadian dan asal usul manusia.

Allah berfikman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati 
tanah tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu. air mani (yang disimpan) dalam 
tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, 
lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu. 
kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu. Kami bungkus dengan 
daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha 
Sucilah Allah Pencipta yang Paling Baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya 
kamu sekalian benar-benar akan. mati. Kemudian kamu sekalian akan dibangkitkan 
(dari kuburmu) di hari kiamat. " ( Surat Al Mukminuun ayat 12-16) ".

Firman Allah: "Kami ciptakan manusia itu Min Sulaalatin in Tiin dari saripati 
tanah". Saripati tanah ini di mana pun berada akan dicari oleh akar kayu. Lalu 
saripati tanah ini dibawa ke batang, terus ke dahan, ranting dan daun. Sesampai 
di daun dengan adanya chlorophil dan cahaya matahari dia dimasak, kemudian 
diedarkan kembali ke seluruh batang. Yang terbaik di antaranya dijadikan bunga. 
Benang sari dan serbuk sari dari bunga itu bergabung menyatu. membentuk putik. 
Putik pun menjadi buah, buah berkembang masak, dan akhirnya ranum dan jatuh ke 
bumi. yang masak dan yang terbaik dipilih oleh manusia untuk dimakan. Di mulut 
buah ini dilumatkan oleh gigi dan dicerna oleh oleh air ludah, terus ke 
lambung. Kalau buah itu. tercemar oleh kuman, maka kuman-kuman itu akan 
dimusnahkan oleh zat dan enzim serta asam yang terdapat dalam air ludah di 
dalam mulut dan ludah di dalam lambung. yang terbaik di antaranya diserap masuk 
dalam pembuluh darah. yang tidak berguna
 dijadikan ampas-ampas yang akan dikeluarkan lewat jalan belakang. Dalam darah 
dibawa ke hati, hati akan menetralisir, kalau-kalau makanan itu mengandung 
racun. Dari hati, zat-zat yang sudah bersih dari kuman dan bersih dari 
racun-racun itu dibawa ke jantung lalu diedarkan ke seluruh tubuh. Yang terbaik 
di antaranya akan dikumpulkan dalam Sulbi (testes) dan Tara'ib (ovarium). 
Seperti tertulis dalam surat Al A'raaf ayat 172: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu 
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah mengambil 
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) Alastu birabbikum? Bukankah 
Aku ini Tuhanmu ? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami) kami menjadi 
saksi. Kami lakukan yang demikian agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : 
Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang yang lengah terhadap ini (Keesaan 
Tuhan).

Dari kedua testes dan ovarium ini akan mengasilkan sperma dan ovum yang akan 
bergabung jadi satu dalam perkawinan. Gabungan sperma dan ovum ini disebut 
dengan Nutfah (Zygote). Nutfah itu membelah diri, satu menjadi 2, 2 jadi 4, 4 
jadi 8, 8 jadi 16, 16 jadi 32. Sewaktu jumlah sel itu 32, dia mengorganisir 
dirinya, masing-masing sel itu akan membentuk sistem-sistem, ada yang bakal 
menjadi mata dengan semua sistemnya, ada yang bakal menjadi telinga, hidung, 
mulut, kulit, usus, jantung dengan semua sistemnya. Kemudian disebut oleh 
Al-Qur'an dia menjadi 'Alaqah (segumpal darah), tetapi banyak yang menafsirkan 
'Alaqah itu seperti benda yang menggantung, mengantung pada chorion, pada 
jonjot-jonjot vili khorialis yang nanti akan berubah menjadi kakak anak 
(plasenta) yang bergantung pada plasenta melalui tali pusat.

Kemudian 'Alaqah ini berkembang terus menjadi mudiqah (janin) atau sekumpalan 
daging. Daging diliputi oleh tulang, tulang diliputi oleh daging. Sewaktu 
usianya 120 hari, maka "Kami tiupkan padanya Roh". Sebelum Roh itu ditiupkan, 
kepada masing-masing Roh itu diminta kesaksian, dan Tuhan berkata: "Alastu 
birabbikum.? Bukankah Aku Tuhan yang telah menjadikanmu? Masing-masing Roh itu 
menjawab "baala", benar Ya Allah. Engkaulah yang telah menciptakan kami." Agar 
jangan sampai ada di antara manusia itu yang berkata: "Saya tidak kenal dengan 
Tuhan". Dari semula manusia sudah kenal dengan Tuhannya dan tahu untuk apa ia 
dijadikan dan kelak ke mana ia akan pergi. Kita berasal dari-Nya dan akan 
kembali kelak kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang pernah 
dilakukan di dunia ini.

Ada yang bertanya tentang roh, langsung dijawab oleh Allah bahwa Roh itu adalah 
urusan Tuhan. Lihat surat Al Israa' ayat 85: "Dan mereka bertanya padamu 
tentang Roh. Katakanlah "'Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu. 
diberi pengetahuan melainkan sedikit'."

Ada yang mempersoalkan apa bedanya Roh dengan nyawa. Manusia mempunyai Roh dan 
Nyawa, tetapi hewan hanya mempunyai nyawa. Kepada Roh akan dimintakan 
pertanggungjawaban sedang pada nyawa yang ada pada hewan tidak dimintakan 
apa-apa, sesudah mati, ya berakhir tanpa pertanggungjawaban, tanpa apa-apa, 
sedangkan bila manusia mati, padanya akan dimintakan pertanggungjawaban. Nyawa 
atau kehidupan, kita saksikan bahwa sperma dan ovum hidup, sewaktu bergabung 
dia sudah hidup, kemudian dia membelah dan dia tumbuh dan berkembang. Kehamilan 
6 - 8 minggu saja sudah jelas kita lihat geraknya dengan menggunakan USG. 
Tetapi Roh, baru ditiupkan, kata Al-Qur'an setelah berusia 120 hari. Kita tidak 
tahu persis apa maksud Tuhan dengan keterangan ini. Tetapi kalau kita lihat di 
zaman sekarang, bayi umur kehamilan 5 bulan dengan berat 475 gram sudah 
berhasil bisa hidup, mungkin kelak bayi yang lahir di usia kehamilan 120 hari, 
berkat ilmu yang diberikan Tuhan pada manusia,
 bayi itu bisa hidup di dunia luar.

Siapa tahu mungkin itulah akhir dan batas dari kemampuan manusia. Bila 
kehamilan lebih kecil dari usia 128 hari, tidak mungkin bayi itu hidup di dunia 
luar. Tetapi kepada nyawa, atau kepada sesuatu yang hidup tanpa Roh tidak 
dimintakan pertanggungjawaban, sedangkan pada manusia yang sudah ditiupkan Roh 
akan dimintakan pertanggungjawaban. Kalau kita simak, sebelum Roh itu 
ditiupkan, kepadanya diminta kesaksian; "Bukankah Aku Tuhan yang 
menjadikanmu?". "Baala" jawab semua Roh. Berarti dalam pernyataan itu tersirat, 
sesungguhnya Roh itulah yang berkehendak lahir ke dunia, karena kepadanya 
diajukan syarat dan syarat itu pun dipenuhinya. Sehingga dengan siapa pun dia 
terlahir ke dunia ini, dia tidak memilih.

Andaikan dia tidak berkehendak untuk dilahirkan, tentu dia bisa memilih dan 
mengajukan syarat, misalnya: saya mau lahir ke dunia asalkan bapak saya adalah 
seorang presiden, sehingga hidup saya lebih mudah dan fasilitas banyak. Tetapi 
karena kita yang berkehendak untuk lahir, maka dengan biduk yang mana saja kita 
mau asalkan sampai ke dunia. Maka manusia tidak pernah menyesal, kenapa 
bapaknya tukang beca atau tukang sabit rumput. Bapak saya. sendiri adalah 
seorang Guru SD, tidak pernah saya sesali, bahkan selalu saya banggakan ke 
mana-mana. Hanya dari ayah yang guru SD, tetapi beliau sanggup dan mampu, 
menyekolahkan anaknya menjadi dokter.

Zaman sekarang banyak ungkapan dan pameo yang berkata: "Saya ini kan tidak 
minta untuk di lahirkan, saya. lahir ke dunia ini adalah akibat iseng ibu dan 
bapak saja." Seakan-akan mereka tidak bertanggung jawab, dan tangung jawab itu 
mau dilemparkankan kepada ibu bapak yang melahirkannya. Bukan, bukan demikian. 
Setiap diri dan setiap Roh bertanggung jawab atas dirinya sendiri, atas setiap 
perbuatan yang dikerjakannya. Di Rumah Sakit Dr. Mjamil dan di rumah sakit mana 
pun di papan pengumuman terpampang "Dilarang membawa anak-anak di bawah umur 12 
Tahun." Lalu Satpam mengawasi kalau-kalau ada anak di bawah usia 12 yang 
nyolonong masuk, akan segera dilarangnya.

Memang kerja Satpam itu benar, melarang anak di bawah umur 12 tahun dibawa 
masuk berkunjung ke rumah sakit. Bukan karena. anak usia di bawah 12 tahun itu 
suka mengacau, suka berlari ke sana. dan ke mari, suka mengganggu pertugas yang 
sedang bekerja, bukan pula karena. anak-anak kecil itu suka menangis dan 
mendada. Tidak, bukan karena semua itu, tetapi anak kecil dilarang masuk rumah 
sakit, untuk melindungi agar anak tersebut jangan sampai tertular oleh 
penyakit. Karena yang namanya rumah sakit, banyak dan. tertumpuk penyakit di 
sana, termasuk penyakit-penyakit yang bisa menular. Antara lain sakit kuning 
(hepatitis), Typhoid, muntaber, TBC dan banyak lagi penyakit-penyakit sejenis 
yang mudah menular.

Sedangkan anak-anak, kebanyakan daya tahannya belum sempurna terbentuk, maka 
mereka mudah ditulari. Untuk itulah. anak-anak dan. bayi-bayi dihimbau dan 
diseru agar pada mereka dilakukan immunisasi agar mereka punya daya tahan, 
punya kekebalan, immum terhadap beberapa penyakit. Semboyan kita selalu 
"Preventive is better than curative", pencegahan jauh lebih baik daripada 
pengobatan. yang sering saya saksikan adalah, ibu-ibu yang habis melahirkan, 
dengan seenaknya. membiarkan bayinya dicium-cium dan dipegang-pegang oleh 
sembarang orang. Padahal tidak sedikit di antara orang-orang itu yang menderita 
batuk-batuk dan penyakit-penyakit yang dapat menularkan.

Pada. hal di tempat bayi itu lahir, bayi itu dijaga benar, jangan bersentuhan 
dan bersinggungan. dengan pasien lain, dibuat jarak yang sejauh-jauhnya. 
dengan. penderita-penderita penyakit lain, dan. tidak boleh bayi itu 
ditempatkart di bekas orang menderita. penyakit kuning atau penyakit Typhus 
misalnya. Maka dipilihlah satu tempat yang jauh terpisah untuk ibu-ibu yang 
melahirkan bayi. Dan semua pakaian, peralatan dan tempat tidurnya betul-betul 
dipisahkan jauh dari penderita dan pasien-pasien lainnya. Semakin jauh mereka 
terpisah, semakin sedikit kemungkinan. mereka tertular.

Tetapi apa yang sering terjadi? Sewaktu mereka keluar dari rumah sakit, 
sesampai di rumah diadakanlah selamatan dan pesta yang bermacam-macam yang 
namanya pesta atau selamatan, semua orang diundang datang dan semua orang 
menyalami dan menciumi si bayi. Padahal kita tahu, semua tahu, burung-burung 
pun tahu, kalau ada di satu rumah kena flu atau batuk-batuk, maka seisi rumah 
pun akan mudah mengalami penyakit yang sama. Kepada kita. diminta hati-hati 
dan. waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, malah kita 
berjaga-jaga jangan sampai karena kelalaian. menyebabkan bayi, anak-anak yang 
sangat kita sayangi tertular oleh berbagai-bagai penyakit. Lalu saya teringat 
akan papan yang terpampang di setiap rumah sakit "tidak dibenarkan membawa 
anak-anak di bawah usia 12 tahun".

Tuhan pun menyuruh kita agar selalu hati-hati menjaga diri, menjauhi segala 
macam sumber penyakit, apakah itu penyakit jasmani ataupun penyakit rohani. Dan 
sebagai penyembuh dari bermacam-macam penyakit, kita. dianjurkan agar kembali 
dan minta. tolong kepada-Nya. Karena Dialah yang mendatangkan penyakit dan Dia 
pula yang menyediakan obatnya. Apabila kamu sakit, maka Dialah yang akan 
menyembuhkan. Untuk itu saya teringat akan sebuah firman. suci-Nya: "Hai 
manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh 
bagi penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi 
orangorang yang beriman." (Surat Yunus ayat 67).




      Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. 
http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke