"MANYAROK"

 

Sepanjang yang saya amati dilapangan, kenyataannya memang begitu
spanduk, baliho, poster, kuting stiker dan embel-embel lainnya baik dari
partai maupun caleg yang akan bertarung pada pemilu 9 April 2009 apalagi
hitungan mundurnya semakin dekat memang bertaburan, bergelayutan,
menempel difasiltas-fasilitas umum dan fasilitas social lainnya
disepanjang jalan-jalan dan kota-kota bahkan sampai ke Desa-desa, mulai
dari tiiang listrik, tiang telepon, pagar kantor-kantor dan tembok
pembatas baik rumah maupun kantor  dan paling marak dan meriah
ditempat-tempat strategis yang baik secara lansung maupun tidak lansung
akan dibaca atau dilihat oleh masyarakat pemilih.

 

Bahkan ada juga ditempat-tempat terlarang (sesuai aturan) yaitu di
tempat Ibadah, sekolah, kampus dan lembaga pendidikan lainnya

 

Berbagai model, mulai ala kadarnya asal tempel dan gantung poster,
spanduk, baliho dan kuting stiker tersebut sampai yang memang dibiayai
cukup mahal dengan memanfaatkan teknologi Multimedia. Permasalahan jadi
"Manyarok" ketika malam hari hujan badai, maka besoknya dipastikan yang
ditempel dan digantung ala kadarnya ini akan menjadi sampah-sampah yang
bertaburan di jalan dan di Fasum dan fasos masih syukur ada tim "sapu
jagad" para pembersih jalanan yang dibiayai pemerintah.

 

Saya tidak tahu persis bagaimana aturan KPU dalam hal ini terutama
menyangkut sosialisai caleg melalui spanduk, poster, baliho dan kuting
stiker yang ditempel dan digantung ini dimana saja dibolehkan, tapi saya
pikir pasti ada. Umumnya yang saya temui dilapangan bukan caleg yang
memasang secara lansung. Sebagai contoh ketika saya dilampu merah
berkendaraan maka anak-anak putus sekolah penjual Koran dan asongan
membagi-bagikan poster dan sosialisai caleg tentang cara menyontreng
dirinya.

 

Umumnya saya tidak menolak jika ada anak-anak ini memanfaatkan lampu
merah menyerahkan poster dan stiker caleg ini saya terima siapun caleg
dan dari partai apapun, iseng saya Tanya anak-anak asongan ini,
rata-rata mereka dikasih oleh orang suruhan caleg sekitar 20 Ribu untuk
membagi-bagikan setumpuk poster ukuran kecil sampai selebar kwarto.
Kadang-kadang anak-anak ini jika pengendara mobil tidak mau menerima
atau pintu kaca mobilnya tertutup maka poster ini dilempar sekena saja
atau diselipkan ke wiper kendaraan atau bagi pengendara sepeda motor
diterima, lalu ketika lampu hijau maka poster ini akan berserak dijalan
mungkin ini yang dikatakan "Manyarok"

 

Masih lumayan ketika korannya dibeli maka diselipkan poster tersebut
didalam lembaran Koran, atau ketika kendaraan parkir di pusat
perdagangan pinggir jalan biasanya jatah tukang parkir dapat uang
tambahan ya sekitar 20 ribu juga untuk menyelipkan ke wiper kendaraan
yang sedang parkir.

 

Kata seorang caleg jika ditanya tentang hal ini jawabnya sederhana saja
"ya dimaklumi sajalah..kan sekali 5 Tahun begini (Baca : "Manyarok)"

 

Okelah kalau memang sekali lima tahun dan fakta dilapangan memang begitu
meriah masalah ini dan rasa-rasanya sulit untuk diantipasi oleh pihak
berwenang karena saking banyaknya dan bervariasi model spanduk, bendera,
baliho, setiker dsbnya. Permasalahannya jadi "manyarok" setelah usai
Pemilu nanti tidak ada yang membersihkannya kalaupun ada hanya
tempat-tempat tertentu yang menjadi tugas para pembersih kota yang
dibiayai Pemda secara rutin.

 

Kita bisa lihat faktanya spanduk Caleg maupun Dewan memanfaatkan momen
hari keagamaan dengan ucapan sekalian sosialisasi dan promosi diri
misalnya ketika Ramadhan Datang ada poster atau spanduk "Marhaban ya
Ramadhan...bla..bla..bla" sampai sekarangpun masih terpajang dan telah
kusam, sobek, tempang miring baik ditempel maupun dipajang tanpa dibuka
oleh Caleg, Dewan atau partai yang bersangkutan padahal Ramadhan telah
lama berlalu, belum lagi ketika momen Idul Fitri datang masih ada yang
terpajang ditempat umum dan strategis sampai saat ini padahal Idul
Adhapun sudah selesai malah tahun Hijriahpun telah berganti.

 

Kalaupun saat-saat menjelang Pemilu ini ditoleransi spanduk-spanduk yang
sekiranya melanggar aturan ditempel dan di pajang (Mungkin ini yang
lebih tepat "Manyarok") ditoleransi atau tutup mata saja pihak yang
berwenang (KPU atau Panwaslu) yang dipikirkan lagi setelah Pemilu tentu
segala poster dll tersebut akan lebih "Manyarok" lagi, saya yakin baik
yang duduk/terpilih maupun yang tidak terpilih akan membiarkan apa yang
telah dipasang, ditempel, digantung dan dikibarkannya untuk sosialisasi
diri baik secara pribadi maupun partainya,ya mengingat spanduk Ramadhan
dan Lebaran tadi.

 

Nah langkah yang tepat adalah mungkin KPU atau Panwaslu menganggar dana
untuk sapu jagad poster, baliho dsbnya dari caleg ini setelah Pemilu
dengan memanfaatkan petugas kebersihan walau sudah digaji tentu diberi
insentif khusus untuk membersihkannya agar tidak manyarok sepanjang
tahun sampai pemilu selanjutnya lalu ditambah petugas kebersihan lainnya
semisal anak-anak asongan, penjual Koran dan anak-anak serta pemuda
lainnya yang menganggur ya termasuk program padat karya .atau caleg ini
apa mau urun rembuk iuran setelah pemilu minimal membersihkan punya
pribadi..ah..entah lah..saya sulit menduga apa mau mereka dengan rela
hati atau cuek saja..alias masak bodoh.

 

Tapi yang saya yakin baliho poster spanduk yang akan bersih nantinya
penuh kesadaran adalah yang bagus-bagus dan memberikan pendapatan bagi
pemulung yaitu dari seng Plat, kain yang bagus, terpal..aha..sekarang
aja sudah mereka bersihkan ..mungkin pemikiran pemulung "Ah..manyarok
sajo ko mah..rancak waden barasiahkan dulu" sambil bergerilya tengah
malam mencabuti poster, baliho dan spanduk yang bernilai jual dan asas
manfaat ini.

 

Ya sudah terima saja fenomena sekali lima tahun ini, kalaupun pihak
berwenang "ogah-ogahan" menertibkannya, salah-salah kita orang sipil ini
turun tangan membersihkan ini menjelang pemilu 2009 bisa-bisa digebukin
oleh orang-orang yang punya kepentingan, tapi setelah usai pemilu nah
jika anda menjadi tenaga sukarelawan baik secara pribadi maupun kelompok
saya jamin anda akan aman bahkan saya pikir mendapat pahala, yang
tadinya "Manyarok" dipandang mata sekarang sudah bersih dan nyaman
dilihat lagi oleh orang atau masyarakat yang lalu lalang. 

 

Tertarikah anda nanti ikut tenaga sukarela membersihkan "Sarok" ini
setelah Pemilu bersama Caleg baik yang tidak terpilih maupun yang
terpilih..Ayo para caleg kami pikirkan jugalah setelah pemilu
spanduk-spanduk, baliho, stiker, poster, bendera partai dan
tiang-tiangnya untuk dibersihkan nantinya jangan dibiarkan jadi sarok
terpajang sampai pemilu yang akan datang.

 

Wass-Jepe

(44, Pku)

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Hambo Ciek
Sent: Sunday, February 01, 2009 5:26 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Manyarok

 

Dari PadangKini kito baco:

Warga Keluhkan Poster Kampanye Bergelantungan di Pohon

 

PadangKini.com <http://PadangKini.com>  | Sabtu, 31/1/2009, 8:33 WIB

 

PADANG--Pohon pelindung menjadi sasaran empuk para caleg untuk tempat
memajang poster kamapanye di Kota Padang. Puluhan pohon pelindung di
jalan raya di kota Padang kini dipenuhi poster, bendera partai hingga
spanduk para calon legislatif. 

Kebanyakan poster itu ditempel sembarangan, satu pohon bisa ditempeli
poster dua hingga lima caleg. Belum lagi bambu dan potongan kayu untuk
bendera yang juga diikatkan ke pohon dengan tali yang menjuntai
kemana-mana dan terlihat semerawutan. 

Bukan hanya pohon pelindung yang menjadi sasaran, pohon-pohon di Taman
Hutan Raya Bung Hatta di Jalan Padang-Solok juga menjadi tempat
pemasangan poster salah seorang caleg DPD (Dewan Perwakilan Daerah). 

.... dst caliak di

http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3297






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke