Assalamualaikum Wr.Wb.,
Ada yang menjadi pertanyaan dan pemikiran ambo sehubungan dengan nama jalan dan nama daerah di Sumatra Barat. 1. Dari fakta menunjukan banyak menggunakan kata yg diadopsi dari bahasa Minangkabau yang kemudian diIndonesiakan sehingga kedengarannya menjadi asing dan kurang sedap didengar. Contohnya: Parak Kerambil, Koto Nan Ampat, Labuh Basilang, Pauh Kambar, Lubuk Begalung, Limau Manis, Air Bangis, Tabing, Alang Lawas dll. BAA KOK INDAK DITULIS SAJO SASUAI JO ASLINYA misalnya : Lubuak Bagaluang, Labuah Basilang, Tabiang, dll. 2. Kenapa kita tidak mencoba membuat keseragaman di SUMBAR untuk membuat papan nama jalan atau papan pengumuman dll selain menggunakan huruf LATIN, juga menambahkan huruf ARAB MELAYU di bawahnya (khan Minangkabau itu ABS-SBK, bahkan dulu buku pelajaran banyak ditulis dalam huruf Arab Melayu lhoo..). Sehubungan dengan ini ada baiknya pula kita dapat mencontoh Kota- kota Besar lainnya di Nusantara yang telah menggunakan huruf lokal yang menjadi karakteristik daerah tersebut seperti : di Makassar menggunakan HURUF LONTARA, Banda Aceh menggunakan ARAB MELAYU, Bandung, Denpasar, Yogyakarta (Sanskerta) dll. Wassalam dan Terima kasih, Ramadhanil Pitopang Palu - 44 Tahun --- Pada Rab, 4/2/09, Riri Chaidir <[email protected]> menulis: > Dari: Riri Chaidir <[email protected]> > Topik: OOT: Nama Pahlawan sebagai Nama Jalan [was: Bls: [...@ntau-net] Tan > Malaka, kenapa tidak di Minangkabau saja----> LAI TAKANA MAKAM M YAMIN DI > TALAWI ?] > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 4 Februari, 2009, 2:25 PM > Pak Jacky dan Dunsanak Sadonyo. > > Saya tidak tahu kenapa nama Sudirman dipakai sebagai nama > gedung mewah, > padahal beliau sendiri - menurut pak Jacky - adalah tokoh > yang mencerminkan > kesederhanaan. Saya rasa, pak Jacky lebih tahu karena pak > Jacky kan dulunya > "ada di sekitar sekitar situ", ha ha. > Tapi mungkin karena nama panglima besar Sudirman itu memang > dudah menjadi > nama besar. Beliau juga mendapat pangkat Jenderal Besar. > > Kalau untuk nama jalan, ada beberapa yang menarik buat > saya: > > > - Jalan Sudirman di beberapa kota merupakan jalan utama. > Hanya di Padang > lah kelihatannya orang yang "berani memotong" > Jalan Sudirman, dengan > mengganti sebagian namanya menjadi Jalan Rasuna Said. > Itu makanya alamat di > Jl, Rasuna Said tidak dimulai dari nomor 1, tapi nomor > 69 (Kantor BPKP). > Kabarnya - lagi2 kabarnya, mungkin ada dunsanak yang > lebih tau benar atau > tidaknya - Sumbar "malu hati" karena terrnyata > Jakarta telah menggunakan > nama Rasuna Said, bahkan untuk jalan besar yang sejajar > dengan jl Sudirman. > - Nama Hayam Wuruk dan Gajah Mada juga populer untuk > nama jalan2 besar. > Di Jakarta, kedua jalan yang sejajar ini selalu ramai di > siang hari, *kalau > malam ramai juga siy, tapi ga usah dibahas* ... Uniknya, > di Bandung dan > Jawa Barat pada umumnya, tidak ada nama jalan HW ataupun > GM. > > http://eevooi.wordpress.com/2007/11/22/jalan-gajah-mada-bandung/ > - Nama2 pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. > Tapi kalau di > Karawang, mungkin karena cuma satu jalan yang tersedia, > nama kesemua > pahlawan itu digabung menjadi Jalan TUPAREV. > > Riri > Bekasi, L 46 > > > > > > > > > > > > > 2009/2/4 Jacky Mardono Tjokrodiredjo > <[email protected]> > > > *Sekedar urun rembug, untuk meramaikan* > > *pembicaraan.* > > ** > > *Bapak Yamin memang dimakamkan di Sumbar,* > > *tapi orang Jakarta tidak mau kehilangan.* > > *Maka nama Yamin diabadikan jadi nama jalan,* > > *berdampingan dengan nama St Syahrir.* > > ** > > *Kedua jalan tersebut terletak dikompleks elit,* > > *di daerah Menteng.* > > *Nama kedua beliau menggusur nama jalan,* > > *yang tadinya bernama Madura dan Gresik.* > > ** > > *Di daerah Menteng, berseliweran jalan dengan* > > *nama para tokoh nasional, seperti: Imam Bonjol, * > > *Agus Salim, **Diponegoro, Ratulangi dll-nya.* > > ** > > *Slamet Riyadi adalah "wong Solo" yang > gugur* > > *di Ambon, dan dimakamkan di Ambon.* > > *Orang Solo tidak mau kehilangan idolanya.* > > *Nama jalan yang termegah di Solo, diberi* > > *nama "Brigjen Slamet Riyadi".* > > ** > > *Orang Bandung lain lagi.* > > *Walaupun bukan orang Sunda, tapi namanya* > > *diabadikan jadi nama jalan.* > > *Karena di jalan itulah Letkol Lembong gugur.* > > ** > > *Di tepi jalan raya Padang -Sicincin, ada makam* > > *2 anggota Brimob, yang atas permintaan penduduk* > > *setempat, tidak dipindahkan ke TMP.* > > *Apa sekarang masih terpelihara?* > > ** > > *Yang saya pribadi kurang "sreg" adalah > nama* > > *"Sudirman" yang diabadikan jadi nama > **gedung * > > *yang mewah.* > > *Panglima Besar Sudirman adalah tokoh yang* > > *mencerminkan kesederhaan.* > > ** > > *Demikian urun rembug saya.* > > *Wassalam, Jacky Mardono (75)* > > *Tinggal di Vila Cinere Mas.* > > *(Selatannya Jakarta)* > > > > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
