Hm, menarik, punya ktr di tenda. 

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: "korandigital" <[email protected]>

Date: Thu, 5 Feb 2009 08:32:23 
To: <[email protected]>
Subject: [Koran-Digital] Kantor Baru Bu Wali


Kantor Baru Bu Wali
Tiga buah tenda putih berdiri tegak di sisi barat Taman Monumen Nasional. Dari 
luar, tenda itu tampak seperti tenda biasa. Tapi, orang yang ada di dalam tenda 
itu bukan orang biasa. Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni memutuskan 
menjadikan tenda itu sebagai kantornya. 

Sylvi memutuskan ngantor di Monas untuk mempermudah aktivitasnya, terutama 
dalam mengurusi taman seluas 80 hektare itu. Kemarin, dari tenda berukuran 3x6 
meter itu Sylvi mengatakan, "Saya bisa memantau Monas dengan lebih baik." 

Sebelumnya, mantan None Jakarta itu mendapat teguran dari Gubernur DKI Fauzi 
Bowo, beberapa waktu lalu. Fauzi geram melihat kawasan Monas yang ternyata tak 
terawat dengan baik. 

Ibu Wali Kota terlihat santai di dalam tenda yang berdiri di antara rerimbunan 
pepohonan di sana. Dia bahkan menggelar rapat dengan para pembantunya di dalam 
tenda tersebut. 

Segala keperluan untuk orang nomor satu di Jakarta Pusat itu telah disiapkan di 
dalam tenda, mulai dari meja, kursi, kipas angin, dan dispenser air mineral. 
Sebuah antena parabola televisi berlangganan juga telah siap dipasang untuk 
kenyamanan Bu Wali Kota. Lantai tenda itu beralaskan papan yang dibuat setinggi 
10 sentimeter. 

Berjarak sekitar 30 meter dari tenda utama, berdiri dua tenda serupa. Tenda 
pertama akan dijadikan sebagai ruang rapat dengan meja panjang dan kursi 
panjang, serta berdaya tampung hingga 15 orang. Satu tenda lain dijadikan 
sebagai tempat parkir. 

Meski demikian, Sylvi tak akan terus berkantor di Monas sepanjang hari. Dia 
tetap akan merasakan sejuk dan nyamannya ruang kerjanya di kantor Wali Kota 
Jakarta Pusat. Sejak menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Sylvi menaruh 
perhatian yang besar terhadap Monas. Sebelumnya, ia juga menggelar aksi 
"mencuci" Monas. Sylvi bersama jajarannya ikut membersihkan dan menyikat lantai 
di sekitar tugu Monumen Nasional. Dia juga membuat 1.000 lubang resapan biopori 
di taman kota itu. 

"Jika kewenangan pengelolaan Monas sudah diberikan kepada wali kota, maka baru 
bisa dikerjakan dengan optimal," ujar Sylvi. Lewat kantor tendanya, ia juga 
akan memperbaiki fasilitas Monas yang rusak, seperti lampu, tempat sampah, 
serta saluran air. Ia pun berencana menambah 200 tempat sampah di sana.Sofian



http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/02/05/Metro/krn.20090205.155834.id.html




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke