MUSIBAH
SAYA dan Pak Manyur Malik sama-sama ditimpa musibah. Pada hari yang bersamaan,
Sabtu 13 Mei jam 12.00 WIB mertua yang saya anggap ayah dan merangkap guru, H.
Zainuddin Dt. Nan Gadang meninggal dunia. Saya kehilangan mertua dan saya
kehilangan ayah dan sekaligus saya kehilangan guru. Guru, karena setiap kali
saya akan memberi khutbah, saya selalu bertanya pada ayah, ayat apa yang bagus
disampaikan, dan sesudah khutbah beliau mengomentari isi khutbah saya dan
memperbaikinya. Sekarang beliau telah tiada.
Beliau telah pergi menghadap Allah. Beliau telah berpulang ke Rahmatullah. Hari
ini wajah saya muram, hati pun kusam. Pandangan mata kusam tidak bertepi. Hidup
saya kini sunyi. "Ya, kami telah berpisah. Dan semua telah usai." Saya merasa
sedih dan tiba-tiba merasa sunyi. Pada waktu yang bersamaan juga Pak Azwar Dt.
Palembang juga berpulang. Tetapi yang paling memilukan adalah pada hari dan jam
yang sama terjadi tabrakan yang memilukan. Musibah itu datang sangat tiba-tiba.
Di sebuah penurunan di Kayu Agung dekat sebuah belokan, mobil Suzuki Carry yang
ditompangi keluarga Mansyur Malik laga kambing dengan jeep Taft.
Pekikan terdengar sekejap, kemudian sunyi yang mencekam. Lima orang tewas
sekaligus. Abu Dzar, Chairat, M. Chalis dan Aufa serta EI-Laila S. Ag. Tiga
anak dan satu menantu serta satu anak angkat Pak Mansyur Malik. Musibah itu
sangat berat. Siapa yang tidak kenal dengan Chairat, pembawa harum nama Sumbar
dalam setiap MTQ dan sering jadi utusan Sumbar dengan setumpuk piala telah
dipersembahkannya. Siapa yang tidak kenal Abu Dzar, dosen dan banyak menimba
ilmu di dalam dan luar negeri, merupakan harapan dan tumpuan rakyat Sumbar.
Siapa yang tidak kenal dengan M. Chalis yang raut wajahnya mirip sekali dengan
Pak Mansyur Malik dan yang terpintar di antara semua saudara, lancar berbahasa
Inggris dan bahasa Arab. Sehingga, sebelum tamat kuliah telah ditawari
bermacam-macam pekerjaan. Dan Aufa sendiri yang baru diwisuda, adalah anak
belasan tahun yang kalau menulis surat pada ayahnya memakai bahasa Arab, dia
adalah harapan bangsa. Semua mereka yang saya kenal
ini adalah putra-putra terbaik, dan sekarang telah tiada.
Siapa yang tidak akan pilu dan siapa yang tidak akan sedih. Tiada lagi pelipur
hati yang setia jaya sakti. Lima orang tewas seketika dan kelima-limanya anak
Pak Mansyur Malik. Dan betapa pilunya mendengar rintihan Nessa Aqila dan Izzi
Fekrat yang merintih kesakitan sambil menangis memanggil mama dan papanya
dengan pandangan yang kosong jauh. "Mama.. Tessa mau makan bersama mama, mama
mengapa belum pulang juga." Dipandangnya setiap orang yang datang, namun tidak
dilihatnya wajah mamanya. Sewaktu dia disuruh melihat wajah mamanya untuk kali
yang terakhir, dia menolak. mengatakan itu bukan mamanya, karena wajah mamanya
sudah jauh berubah.
Pak Mansyur mengusap mukanya, seakan ingin menghapus semua bayangan yang
menyesakkan dadanya itu. Tetapi bayang-bayang baur itu kian menjepit dan
menikamnya bertubi-tubi. Ia merasa tertekan. la terpana. Ia tak bisa
berkata-kata. Bagaikan ribuan petir baru saja meluluhkannya. la tidak menduga,
jika kejadian tragis seperti ini pada akhirnya akan dialaminya pula. Siapa yang
tahan dan tabah mendengar tangisan anak memanggil mamanya yang tidak mungkin
kembali? Berat, berat sekali cobaan ini. Andaikan cobaan itu tertimpa pada diri
saya, rasanya saya tidak sanggup dan tidak kuat menanggungnya.,Tetapi saya
lihat Pak Manyur tabah dan tegar. Dihadapinya kenyataan ini dangan. iman yang
kokoh. Mungkin karena imannya sudah cukup kokoh, makanya Tuhan memberikan
cobaan di hari raya kurban ini. Karena Tuhan tidak akan berikan cobaan dan
beban melainkan sesuai dengan kemampuan hamba memikulnya. Pak Mansyur dipilih
karena. sudah mampu dan sanggup memikul beban itu.
Cobaan yang datang dari Tuhan selalu dapat tertanggungkan, karena Allah ingin
melihat kita tumbuh dan berkembang, bukan dalam rangka memusnahkan dan
menghancurkan kita. Allah yang Maha Penyayang tidak mungkin memberikan cobaan
yang akan menghancurkan manusia, tetapi cobaan yang sanggup terpikul oleh
manusia itu sendiri. Penderitaan mungkin terlihat berat, tetapi kalau berasal
dari Tuhan, kita pasti akan mampu menanggungnya. Dan memang kita harus
menanggungnya, karena dengan demikianlah kita bertumbuh. Allah tidak akan
memikulkan beban, melainkan sekedar kita sanggup memikulnya. Allah akan berikan
kita kesanggupan dan keterampilan mengatasinya, tetapi dengan syarat kita
sungguh-sungguh mau bertumbuh.
Jangan bimbang, jangan ragu, jangan terombang-ambing oleh satu cobaan hidup.
Jangan mendua hati, sebentar mau bertumbuh dan berkembang, sebentar mau lari
dan menghindari cobaan. Kita mau bertumbuh atau tidak? Kalau mau, terimalah
dengan sukacita segala cobaan yang dimaksudkan untuk mendatangkan pertumbuhan.
Lihatlah Jepang baru tumbuh dan berkembang setelah Nagasaki dan Hirosima
dihancurluluhkan oleh bom atom. Nabi Muhammad sendiri, makin berjaya dan harum.
namanya setelah kematian Siti Khadijah dan pamannya Abu Thallib. Begitulah
sejarah berbicara.
Dan kalau cobaan dan penderitaan itu terlalu berat, betul-betul tidak sanggup
kita memikulnya, di sana pulalah tempatnya kita bermohon dan berdoa: "Kiranya
Allah tidak memikulkan beban dan cobaan yang tidak sanggup kita memikulnya. Dan
semoga Allah tidak memberi kita cobaan seperti yang telah ditimpakannya pada
ummat sebelumnya."
Untuk semua itu saya teringat akan sebuah firman suci Nya: "Supaya kamu jangan
berputus asa atas apa yang luput darimu, dan jangan bersukaria dengan apa yang
datang kepadamu. Dan Allah tidak suka pada orang-orang yang sombong dan
membanggakan diri" (Surat Al Hadid ayat 23).
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. la
mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari
kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami
apa-apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami
dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir." (Surat Al-Baqarah ayat 286).
Di hari kepergian kelima orang putra terbaik negeri ini saya berkata :"Hari ini
engkau telah pergi, engkau yang masih bersih dan suci. Engkau belum lagi
digeluti oleh dosa-dosa dunia ini. Umurmu sangat pendek, tetapi telah memberi
arti yang sangat dalam bagi sesama yang pernah mengenalmu. Engkau hanya
sebentar mampir ke dunia, tetapi jasamu sangat besar. Engkau adalah orang yang
terbaik yang pernah kami kenal. Ya Tuhan, kenapa Engkau kirimkan mereka kepada
kami, kalau untuk Engkau ambil dengan cepat ? Kami tidak mengerti apa mauMu dan
rahasia apa yang terkandung di balik semua ini. Mengapa tidak Kau biarkan dia
lebih lama lagi bersama kami? Kami ingin rasakan keramahannya, senyumnya dan
kebaikannya. Ya Allah, mereka orang baik, terimalah mereka sebagai hamba-Mu
yang Kau cintai. Tempatkan mereka pada tempat yang semulia-mulianya, tempat
yang sebahagia-bahagianya. Ampunilah segala dosa-dosanya dan maafkanlah segala
kekeliruannya. Berilah mereka kesenangan
di akhirat kelak, sebagai ganti kesenangan yang belum pernah dirasakannya
selama hidup di dunia. Amin, amin."
Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---