Waalaikum salam,
Sedikit sedikit dari saya Mmd. Saaf,
Dengan dibukanya empat spesialisasi di S2 Sejarah Unand, yakni kajian Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi - saya ingin bertanya mengapa Maritim termasuk dalam bagian kajian baru di jurusan sejarah Unand ini. Setahu saya minangkabau bukanlah negeri bahari seperti yang kita kenal dengan sejarah orang melayu ; di negeri Lancang Kuning.atau suku Bugis yang terkenal dengan pelautnya.
Saya mengapresiasi untuk Unang akan tetapi Unand harus cukup jeli dengan pembentukan kelompok kajian ini. Minangkabau baru masuk dalam sejarah setelah Perang
Paderi. Ada sesuatu misteri - awal terbentuknya adat istiadat yang kita kenal sekarang yang hanya bersumber dari Tambo saja. Inilah yang perlu dikuak oleh mahasiswa S2. Bangkali ini termasuk dalam kajian filsafat.
Demikianlah tanggapan saya
Wassalam,
Hifni H. Nizhamul http://bundokanduang.wordpress.com
--- On Sat, 2/7/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] EMPAT JURUSAN BARU DI SASTRA UNAND YANG PENTING BAGI ABS SBK To: "Rantau Net" <[email protected]> Cc: "Dra. Adriyetti AMIR, SU" <[email protected]>, "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, "Warni DARWIS" <[email protected]>, "MH Bachtiar Abna SH" <[email protected]>, "Datuk Endang" <[email protected]>, "azmi datuk bagindo" <[email protected]>, "Marjohan MARJOHAN"
<[email protected]>, "Prof. Dr Azyumardi AZRA" <[email protected]>, "Prof Dr Taufik ABDULLAH" <[email protected]>, "Taufiq ISMAIL" <[email protected]>, "Dr. Fadlan MAALIP" <[email protected]>, "Dr. H. Shofwan ELHA, M.A. KARIM ." <[email protected]>, "Dr. Shofwan KARIM" <[email protected]>, "Gamawan FAUZI, SH, MM" <[email protected]> Date: Saturday, February 7, 2009, 11:42 PM
|
|
Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
Saya posting-kan kembali sebuah berita kecil dari ANTARA Sumbar, yang mungkin akan besar dampaknya untuk kemantapan masa depan masyarakat Minangkabau, yaitu dibukanya empat spesialisasi di S2 Sejarah Unand, yakni kajian Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi.
Yang menarik dalam hal ini adalah penjelasan bahwa kajian agama terkait dengan peran kaum muda dalam melakukan pembaharuan agama di Minangkabau pada awal abad ke-20. Kajian gender terkait dengan sistem matrilineal yang berkembang di Minangkabau. Kajian ekonomi terkait dengan aktifitas merantau orang Minang,
Artinya, rangkaian wacana kita tentang ABS SBK -- yang selama ini berlangsung berdasar pendapat subyektif kita masing-masing yang terkesan bersifat sangat mikro dan fragmentaris -- mulai tahun ini akan dikaji secara ilmiah obyektif, holistik, komprehensif, dan berkelanjutan. Syukur Alhamdulillah.
Bagi para sanak yang benar-benar berminat dalam doktrin dan tindaklanjut ABS SBK ini -- terutama bagi kaum muda -- ada peluang untuk mengkajinya secara ilmiah, di bawah pimpinan para dosen yang berwenang untuk itu.
PS: secara pribadi saya bermimpi akan dibukanya jurusan filsafat di Fakultas Sastra Unand, untuk menyemaikan bibit-bibit pemikir di kalangan kaum muda Minang, yang mampu mengkaji secara lebih kritis, mendasar, komprehensif, konsisten, dan koheren, bukan hanya mengenai 'kompleksitas masalah keminangkabauan' yang sudah atau baru berusia sekitar 200 tahun, tetapi juga mengani 'keruwetan masalah keindonesiaan' yang tak kalah membingungkannya, yang berusia sekitar 100 tahun.
Wassalam, Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected];
Propinsi | Sabtu, 31/01/2009 13:37 WIB
S2 Sejarah Unand Fokuskan Empat Spesialisasi
Padang, (ANTARA) – Sebagai satu-satunya universitas yang memiliki program Magister(S2) Ilmu Sejarah di Pulau Sumatera, pascasarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Universitas Andalas (Unand) memfokuskan spesialisasi mahasiswanya kepada empat jenis kajian, yakni Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi.
Salah seorang pengelola program Magister Ilmu Sejarah, DR. Mhd. Nur, M.S mengatakan bahwa masing-masing spesialisasi kajian yang ada di Magister Ilmu Sejarah Unand berbeda dengan spesifikasi program Magister di universitas-universitas lainnya.
Kajian maritim yang ada pada program Magister Ilmu Sejarah Unand akan terkait dengan aktifitas perdagangan yang terjadi di sepanjang pesisir pantai barat dan timur Pulau Sumatera.
Kajian agama terkait dengan peran kaum muda dalam melakukan pembaharuan agama di Minangkabau pada awal abad ke-20. Kajian gender terkait dengan sistem matrilineal yang
berkembang
di Minangkabau. Kajian ekonomi terkait dengan aktifitas merantau orang Minang, lanjut Mhd. Nur menjelaskan.
“Spesialisasi kajian Magister Ilmu Sejarah Unand akan berbeda dengan kajian di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan universitas-universitas lain yang membuka spesialisasi kajian yang sama. Artinya, program Magister Ilmu Sejarah Unand memiliki kekhasan tersendiri,” ujar Mhd. Nur kepada antara-sumbar.com..
Program Magister Ilmu Sejarah Unand yang baru memiliki satu angkatan mahasiswa, saat ini sedang membuka pendaftaran untuk calon mahasiswa S2 sampai tanggal 3 Januari 2009.
“Kita sedang membuka pendaftaran, biaya perkuliahan pascasarjana Ilmu Sejarah Unand lebih murah daripada pascasarjana sejarah yang ada di Pulau Jawa,” ujar Mhd. Nur mengakhiri.(cpw4/wij) |
|
|
|
|
|
|