YTH, Pak Saaf dan Pak Rangkayo Hifni dan dunsanak sapalanta, yang punya perhatian besar terhadap Jurusan Sejarah di Unand. Mengenai empat spesialisasi di S2 Unand.
Di Jurusan Sejarah Unand, baik Program S1 maupun S2 nyo, kini sebenarnya dosen2 dan mahasiswanyo malah didorong untuk juga meneliti daerah-daerah di luar Sumbar. Jadi tidak Minang sajo. Sasarannyo nanti, menjadi jurusan sejarah paling kuat di Sumatra, sehingga kelak di Unand akan ada ahli sejarah Aceh, Batak, Sumatra Timur, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, dll. Jadi, 4 bidang sejarah di S2 itu (maritim, gender, agama, ekonom) ambo kiro terkait dengan arah pengembangan Jurusan Sejarah ke depan. Wasalam.
Israr Iskandar/35/Sejarah Unand
--- On Sun, 2/8/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: EMPAT JURUSAN BARU DI SASTRA UNAND YANG PENTING BAGI ABS SBK To: [email protected] Date: Sunday, February 8, 2009, 5:45 PM
Waalaiakumsalam w.w. Rangkayo Hifni dan para sanak sapalanta,
Batua sakali partanyaan Rangkayo. Kalau ambo indak salah, Minangkabau tadari dari duo bagian gadang, yaitu Darek [ cq Luhak nan Tigo] nan bamato pancaharian dalam bidang pertanian, dan Rantau/Pasisia nan bagarak dalam bidang perdagangan sarato pelayaran. [Kabatulan ambo katurunan dari duo jinih Minangkabau ko.]
Nan banyak kito katahui salamo ko adolah tantang Minangkabau-Darek, khususnyo malalui tambo-tambo. Tantang Minangkabau-Rantau/Pasisia rasonyo agak kurang, padohal sejarahnyo jaleh dicatat, khususnyo sasudah kadatangan urang Barat sarupo Thomas Stamford `Raffles. Buku Christine Dobbin nan diluncuakan di Padang tanggal 17 Oktober 2008 nan lalu juo mambahas masalah ko.
Baru-baru ko Dr Gusti Asnan manabikkan buku tantang perdagangan Minangkabau di pantai Barat Sumatera. Ambo juo baru tahu bahaso kito urang Minangkabau indak hanyo tadiri dari petani tapi juo pelaut-pelaut dan pedagang piawai nan alah lamo punyo kontak jo mancanegara. Samacam curito 'tambo' tantang perdagangan dan pelayaran iko ado, antaro lain Nan Tongga Magek Jabang, persis isinyo jo curito urang Bugih Arung Makkunrai ri Lodana. Agamo Islam di tanah Bugih memang disiarkan dek datuak-datuak dari Minang, sahinggo mereka maraso sangaik dakek jo kito urang Minang.
Sabagai catatan, kini didapek informasi bahaso ayah Tuanku Imam Bonjol baasa dari kerajaan Pagaruyuang, kudian marantau ka Tanah Bugih, dan ditarimo baiak-baiak dek urang Bugih, ado makamnyo di situ. Info ko sadang diteliti dek Sanak Dr Erwiza Erman dari LIPI. Baliau juo panguruih Lembaga Kajian Gerakan Paderi, nan dibantuak tahun lalu.
Jadi. kalau Unand mambuek jurusan S2 sejarah Maritim, rasonyo indak salah.
Wassalam, Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected];
From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, February 9, 2009 5:11:43 AM Subject: [...@ntau-net] EMPAT JURUSAN BARU DI SASTRA UNAND YANG PENTING BAGI ABS SBK
Waalaikum salam,
Sedikit sedikit dari saya Mmd. Saaf,
Dengan dibukanya empat spesialisasi di S2 Sejarah Unand, yakni kajian Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi - saya ingin bertanya mengapa Maritim termasuk dalam bagian kajian baru di jurusan sejarah Unand ini. Setahu saya minangkabau bukanlah negeri bahari seperti yang kita kenal dengan sejarah orang melayu ; di negeri Lancang Kuning.atau suku Bugis yang terkenal dengan pelautnya.
Saya mengapresiasi untuk Unang akan tetapi Unand harus cukup jeli dengan pembentukan kelompok kajian ini. Minangkabau baru masuk dalam sejarah setelah Perang Paderi. Ada sesuatu misteri - awal terbentuknya adat istiadat yang kita kenal
sekarang yang
hanya bersumber dari Tambo saja. Inilah yang perlu dikuak oleh mahasiswa S2. Bangkali ini termasuk dalam kajian filsafat.
Demikianlah tanggapan saya
Wassalam,
--- On Sat, 2/7/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] EMPAT JURUSAN BARU DI SASTRA UNAND YANG PENTING BAGI ABS SBK To: "Rantau Net" <[email protected]> Cc: "Dra. Adriyetti AMIR, SU" <[email protected]>, "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, "Warni DARWIS" <[email protected]>, "MH Bachtiar Abna SH" <[email protected]>, "Datuk Endang" <[email protected]>, "azmi datuk bagindo" <[email protected]>, "Marjohan MARJOHAN" <[email protected]>, "Prof. Dr Azyumardi AZRA" <[email protected]>, "Prof Dr Taufik ABDULLAH" <[email protected]>, "Taufiq ISMAIL" <[email protected]>, "Dr. Fadlan MAALIP" <[email protected]>, "Dr. H. Shofwan ELHA, M.A. KARIM ."
<[email protected]>,
"Dr. Shofwan KARIM" <[email protected]>, "Gamawan FAUZI, SH, MM" <[email protected]> Date: Saturday, February 7, 2009, 11:42 PM
|
|
Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
Saya posting-kan kembali sebuah berita kecil dari ANTARA Sumbar, yang mungkin akan besar dampaknya untuk kemantapan masa depan masyarakat Minangkabau, yaitu dibukanya empat spesialisasi di S2 Sejarah Unand, yakni kajian Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi.
Yang menarik dalam hal ini adalah penjelasan bahwa kajian agama terkait dengan peran kaum muda dalam melakukan pembaharuan agama di Minangkabau pada awal abad ke-20. Kajian gender terkait dengan sistem matrilineal yang berkembang di Minangkabau. Kajian ekonomi terkait dengan aktifitas merantau orang Minang,
Artinya, rangkaian wacana kita tentang ABS SBK -- yang selama ini berlangsung berdasar pendapat subyektif kita masing-masing yang terkesan bersifat sangat mikro dan fragmentaris -- mulai tahun ini akan dikaji secara ilmiah obyektif, holistik, komprehensif, dan berkelanjutan. Syukur Alhamdulillah.
Bagi para sanak yang benar-benar berminat dalam doktrin dan tindaklanjut ABS SBK ini -- terutama bagi kaum muda -- ada peluang untuk mengkajinya secara ilmiah, di bawah pimpinan para dosen yang berwenang untuk itu.
PS: secara pribadi saya bermimpi akan dibukanya jurusan filsafat di Fakultas Sastra Unand, untuk menyemaikan bibit-bibit pemikir di kalangan kaum muda Minang, yang mampu mengkaji secara lebih kritis, mendasar, komprehensif, konsisten, dan koheren, bukan hanya mengenai 'kompleksitas masalah keminangkabauan' yang sudah atau baru berusia sekitar 200 tahun, tetapi juga mengani 'keruwetan masalah keindonesiaan' yang tak kalah membingungkannya, yang berusia sekitar 100 tahun.
Wassalam, Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected];
Propinsi | Sabtu, 31/01/2009 13:37 WIB
S2 Sejarah Unand Fokuskan Empat Spesialisasi
Padang, (ANTARA) – Sebagai satu-satunya universitas yang memiliki program Magister(S2) Ilmu Sejarah di Pulau Sumatera, pascasarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Universitas Andalas (Unand) memfokuskan spesialisasi mahasiswanya kepada empat jenis kajian, yakni Maritim, Agama, Gender, dan Ekonomi.
Salah seorang pengelola program Magister Ilmu Sejarah, DR. Mhd. Nur, M.S mengatakan bahwa masing-masing spesialisasi kajian yang ada di Magister Ilmu Sejarah Unand berbeda dengan spesifikasi program Magister di universitas-universitas lainnya.
Kajian maritim yang ada pada program Magister Ilmu Sejarah Unand akan terkait dengan aktifitas perdagangan yang terjadi di sepanjang pesisir pantai barat dan timur Pulau Sumatera.
Kajian agama terkait dengan peran kaum muda dalam melakukan pembaharuan agama di Minangkabau pada awal abad ke-20. Kajian gender terkait dengan sistem matrilineal yang
berkembang
di Minangkabau. Kajian ekonomi terkait dengan aktifitas merantau orang Minang, lanjut Mhd. Nur menjelaskan.
“Spesialisasi kajian Magister Ilmu Sejarah Unand akan berbeda dengan kajian di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan universitas-universitas lain yang membuka spesialisasi kajian yang sama. Artinya, program Magister Ilmu Sejarah Unand memiliki kekhasan tersendiri,” ujar Mhd. Nur kepada antara-sumbar.com..
Program Magister Ilmu Sejarah Unand yang baru memiliki satu angkatan mahasiswa, saat ini sedang membuka pendaftaran untuk calon mahasiswa S2 sampai tanggal 3 Januari 2009.
“Kita sedang membuka pendaftaran, biaya perkuliahan pascasarjana Ilmu Sejarah Unand lebih murah daripada pascasarjana sejarah yang ada di Pulau Jawa,” ujar Mhd. Nur mengakhiri.(cpw4/wij) |
| |
| |
| | |