Datuk Endang yth, Alhamdulillah, Datuak tidak sepotong-sepotong mempunyai informasi sejarah dan pemahaman mengenai sejarah Miangkabau.Alangkah baiknya jika Datuk bersedia berbagi informasi sejarah dan pemahaman yang komprehensif itu dengan kita-kita ini, misalnya dengan menulis buku yang lengkap tentang sejarah Minangkabau. Mengingat pentingnya hal ini, saya harap Datuk bersedia meluangkan waktu untuk itu. Saya percaya bahwa buku yang akan Datuk tulis itu akan merupakan salah satu rujukan dan sumbangan penting dalam memahami sejarah Minangkabau yang lebih utuh.
Kelihatannya Datuk tidak nyaman dengan informasi -- dan persepsi -- yang berbeda dengan informasi dan persepsi yang Datuk miliki. Sesuai dengan pernyataan Datuk sendiri, "bila ada informasi yang meragukan, maka silahkan membuat penafsiran baru.". Penafsiran baru lazimnya dilakukan dengan menulis buku. Karena saya bukan sejarawan, tapi hanya sekedar penggemar sejarah yang banyak bertanya mengenai sejarah -- dan budaya Minangkabau -- maka saya tidak menulis sebuah buku sejarah, tetapi mendorong para ahli sejarah untuk berseminar [ antara lain Seminar Perang Paderi di Arsip Nasional,Jakarta, 22 Januari 2008] dan juga mendorong beliau-beliau para ahli sejarah agar bersedia 'turun tangan' menulis buku Sejarah Minangkabau yang baru, yang memanfaatkan seluruh masukan dan informasi yang terungkap. Menurut penglihatan saya, Datuk mempunyai banyak bahan bacaan dan tekun mengumpulkan informasi. Akan sangat bermanfaat jika bahan bacaan dan informasi Datuk itu dirangkai menjadi satu, dengan penafsiran kesejarahan yang bersifat holistik, dan diterbitkan untuk umum. Kaum muda kita -- dan saya sendiri-- sangat ingin membaca buku-buku yang demikian. Sekedar catatan, saya sudah lama punya dan sudah baca buku M. Radjab dan Rusli Amran yang Datuk rekomendasikan. Kedua buku tersebut memang menerangkan suatu kurun dalam sejarah Minangkabau. Namun rasanya Radjab dan Amran tidak membahas seluruh sejarah Minangkabau secara utuh, bukan ? Talabiah takurang saya juga mohon dimaafkan. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] ________________________________ From: Datuk Endang <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, February 13, 2009 5:42:45 AM Subject: [...@ntau-net] Re: RAJA MINANGKABAU ????? Pak Saaf yth. Kalau informasi sejarah dan pemahaman, insyaAllah tidak sepotong-potong pak. Tapi penangkapan orang terhadap kita yang sepotong-sepotong. Saya sudah merasakan itu, dan ini sangat berbahaya. Pelajaran dan pemahaman sejarah juga diajarkan dalam Al Qur-an. Misal kisah penciptaan Adam dapat ditemukan dalam 2 surah; kisah tentang Bani Israil terdapat pada beberapa surah. Bila tidak pandai memahami satu demi satu, alamat penafsiran kita juga sepotong-sepotong. Saya menyarankan satu langkah kecil untuk memulai kerja para sejarawan, yaitu cobalah kaji dan tanggapi dulu buku M. Radjab (dan juga Rusli Amran). Bila ada informasi yang meragukan, maka silahkan membuat penafsiran baru. Talabiah takurang mohon dimaafkan. Wassalam, -datuk endang --- On Fri, 2/13/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: RAJA MINANGKABAU ????? To: [email protected] Cc: "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, "Dra. Adriyetti AMIR, SU" <[email protected]>, "Suryadi" <[email protected]> Date: Friday, February 13, 2009, 1:03 AM Datuk Endang, Rangkayo Hifni, dan para sanak sa palanta, Saya dukung penuh saran Datuk Endang, agar kita meminta perhatian para sejarawan dan para ahli mengenai soal ini, oleh karena yang kita ketahui -- sebagai pemeduli -- kan hanya sepotong-sepotong saja. Sedangkan para sejarawan dan para ahli kan menguasai banyak buku dan dokumen lainnya. Lebih afdhol. Silakan, Sanak Suryadi, Gusti Asnan, Nopriyasman, nampaknya perlu dipercepat penyusunan dan penerbitan buku Sejarah Minangkabau yang komprehensif itu. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] ________________________________ From: Datuk Endang <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Thursday, February 12, 2009 8:52:02 PM Subject: [...@ntau-net] Re: RAJA MINANGKABAU ????? Ibu Hifni yth. Sebenarnya berat bagi saya menyampaikan pendapat lebih lanjut, mengingat diskusi terakhir cukup menggusarkan beberapa pihak. Tidak ada keinginan untuk membuka suatu masalah, selain hanya sekedar menjadi pengetahuan dan pembelajaran bagi generasi kita di belakang. Memang sebaiknya kita bersama bisa bersikap tawaddu' dalam hal ini, dan kebenaran yang haq itu hanya milik Allah SWT. Memang perlu perhatian secara khusus dari sejarawan dan ahli-ahli terkait tentang hal ini.. Seperti misalnya istilah "Raja Minangkabau" belum pernah ada, sampai Belanda sendiri menamakan hal tersebut. Dalam perjanjian penyerahan kedaulatan 1820 itu Belanda (untuk pertama kali) menuliskan "Kerajaan Minangkabau". Namun ketiga Tuanku dari Saruaso itu tidak menempatkan dirinya sebagai "Raja Minangkabau". Saya kira sanak Suryadi dapat memeriksa berbagai catatan tentang hal ini, atau juga bisa jauh ke belakang. Saya menyarankan kepada segala pihak untuk membaca dulu buku "Perang Paderi" karya M. Radjab; karena dari untaian sejarah yang diungkapkan dapat terlihat dengan jelas kedudukan, peran, dan situasi Kerajaan Pagaruyung masa itu; wabil khusus sebesar apa peran Tuanku Saruaso dalam perlawanannya kepada Belanda. M. Radjab cukup hati-hati menggambarkan peristiwa itu. Demikian sementara waktu disampaikan, terlebih terkurang mohon dimaafkan. Wassalam, -datuk endang --- On Thu, 2/12/09, Hifni H.Nizhamul <[email protected]> wrote: From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]> Subject: Re: Fw: [...@ntau-net] Re: Raja Minangkabau Wafat 12 Februari -->RAJA MINANGKABAU ????? To: [email protected] Date: Thursday, February 12, 2009, 3:06 PM Terima kasih Mmd Saaf, Hal hal seperti ini memang perlu pelurusan oleh pihak yang berkompeten, karena masalah yang hampir mirip dengan ini telah pernah dibahas melalui diskusi antara Pak Datuk Endang, P, Abraham Ilyas, Pak Arman Bahar, Sanak Defyan Cory yang menjadi topik : Silsilah kerajaan di Sumbar - Tambo dan Gelar Sasangko Adat, yang file -file masih saya simpan rapih untuk pemahaman saya pribadi.. Wassalam, Hifni H.. Nizhamul http://bundokanduang.wordpress.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
