Strategi Wisata Bahari Mister Tee
Kamis, 19 Februari 2009 Oleh : abdullah Munzir, Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNP dan Unand "Pantai Padang Menjijikkan, Bule Mencibir." Pernyataan bombastis ini bukan dari penulis. Melainkan judul berita Padek (27/12) lalu. Mungkin redaksi Padek menggunakan pendekatan psikologi budaya dalam membidik sasaran. Memanfaatkan kecenderungan sebagian urang awak yang lebih mendengar/menghargai/memfasilitasi orang luar/jauh daripada orang dalam/dekat. Sehingga ada perhatian serius untuk menjaga kebersihan lokasi wisata pantai Padang. Apalagi di daerah itu terdapat kantor dinas teknis pemerintah yang berkaitan dengan urusan wisata, pantai, dan kebaharian meskipun bukan dinas kebersihan. Kontribusi Ekonomi Pariwisata Topik tesisnya adalah tentang strategi perencanaan wisata bahari berkelanjutan di Kota Padang. Di bawah bimbingan Prof Dr Syafrizal, ahli perencananaan ekonomi regional, dan Dr Alfian Zein, ahli sosial ekonomi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta (FPIK UBH). Studi Mr Tee menghasilkan tesis berupa kebijakan dan strategi sekaligus sketsa pemetaan wilayah pengembangan wisata bahari kota Padang pada pesisir Koto Tangah. Mr Tee mengevaluasi bahwa Batang Penjalinan potensial dikembangkan menjadi sport centre. Arus sungai dan gelombang laut di sana mendukung kegiatan berselancar. Kedekatan lokasi ke pusat kota dan sarana jalan raya yang baik menjadi faktor pendukung pengembangan. Pulau Sao, yang memiliki perairan jernih dan tenang, ekosistem terumbu karang dan hutan yang masih alami. Sangat potensial pula dikembangkan menjadi lokasi wisata hutan. Sebagai suatu wilderness park. Ini akan sangat menarik bagi penikmat kegiatan hiking dan keindahan ekosistem terumbu karang. Sementara itu, Pasir Jambak sendiri yang mempunyai bentangan pantai luas dan bersih, potensial dikembangkan menjadi lingkungan rekreasi. Tempat bersantai yang tenang dan nyaman. Meskipun potensi sumber daya alam Padang sangat mendukung pengembangan wisata bahari, namun kenyataannya, pihak investor sebagaimana halnya juga turis, tidak begitu tertarik untuk datang. Atau kecewa setelah berkunjung. Dari beberapa tahap survei dan wawancara yang dilakukan dengan berbagai responden, Mr Tee menyimpulkan bahwa keamanan (security, feeling of being threatened) adalah faktor keprihatinan tertinggi yang mempengaruhi keputusan pengusaha wisata untuk berinvestasi. Sebagaimana hal itu juga, mempengaruhi keputusan turis mancanegara dan domestik untuk enggan berkunjung ke lokasi wisata termaksud. Di samping faktor-faktor penting lain seperti kenyamanan (not being disturbed), kebersihan, dan pengelolaan. Kebijakan dan Strategi Kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata bahari adalah juga merupakan permasalahan yang perlu diatasi bukan hanya untuk wilayah pesisir kota Padang. Jangan sampai warga Padang misalnya, merasa lebih aman dan nyaman duduk santai di kampung atau di negeri orang. Seperti misalnya di Kota Chiangmai, Thailand, orang bisa ngobrol santai di tempat terbuka hingga tengah malam dengan merasa nyaman. Atau di Malioboro Yogyakarta. Faktor keamanan dan kenyaman adalah sangat penting bagi pengembangan wisata. Seorang turis wisman, gadis Jerman bercerita kepada teman-temannya hingga sampai ke penulis. Ia bilang ia tidak akan pernah lagi datang ke Padang. Kenapa? Rupanya, karena pinggulnya pernah ditapuak seorang pemuda/preman dekat Pantai Padang. Padahal, menurutnya, ia berpakaian lebih sopan dari gadis Minangkabau berdandan tampak pusar. Atau berjilbab tapi berbaju super ketat dan bercelana pensil. Dari hasil studinya, Mr Tee mengajukan beberapa solusi guna mengatasi kendala yang ada, termasuk masalah keamanan dan kenyamanan tersebut. Kebijakan dan strategi perencanaan pengembangan wisata bahari di kota Padang yang direkomendasikan adalah: Pertama, menerapkan konsep Special Tourism Area (STA). Wilayah pesisir Padang diklasifikasikan dalam suatu STA yang dikelola oleh otoritas tertentu. Misalahnya oleh perusahaan swasta melalui persetujuan atau kerjasama dengan pemerintah kota. Kedua, menerapkan prinsip Corporate Social Responsibility (CSR). CRS digunakan untuk membangun hubungan dalam rangka memberikan manfaat sosial pengembangan wisata bagi penduduk lokal. Terutama di wilayah STA. Formatnya bisa beragam. Dalam bentuk konkret hal ini misalnya dapat dilakukan dengan pemberian beasiswa kepada warga di wilayah STA untuk studi bidang perikanan dan kelautan melalui dana bantuan pengusaha wisata bahari dan pemerintah. Hal ini juga bisa dikerjasamakan dengan lembaga pendidikan seperti FPIK UBH. Ketiga, melakukan rekrutmen tenaga kerja dari komunitas lokal. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemiskinan, pemberdayaan masyarakat sekitar STA, dan membangun sikap saling percaya dan saling menjaga antara investor dan masyarakat setempat. Keempat, menerapkan prinsip Tourism Sustainability Quality Certification (TSQC). Melalui TSQC kualitas pelayanan terhadap pendatang dapat ditingkatkan. Sehingga para turis dapat dengan mudah memutuskan memilih tingkatan kualitas servis yang tersedia. Kelima, menerapkan prinsip government incentives. Misalnya dalam bentuk pemotongan pajak Ini dapat menjadi insentif bagi investor untuk pengembangan daya tarik wilayah wisata. Masalah Implementasi Permasalahan yang dihadapi dalam analisis kebijakan pembangunan, bukan hanya pada upaya menemukan format kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan yang tepat. Melainkan juga pada format pendekatan implementasi. Strategi perencanaan pengembangan wisata bahari Padang sebagaimana dikemukakan di atas, merupakan alternatif solusi yang bisa ditelusuri dari literatur perencanaan pembangunan sustainable ecotourism. Penerapan strategi STA mungkin akan berbenturan dengan masalah tanah ulayat dan nilai-nilai budaya lokal. Pertanyaannya, kebijakan dan strategi pendekatan bagaimana yang bisa digunakan? Untuk menjawab hal ini, tidak cukup dengan pengetahuan dan pemahaman akan budaya lokal. Lebih penting dari itu, diperlukan sikap empati dan sense of culture terhadap budaya setempat. (***) http://www.padangekspres.co.id/content/view/30891/55/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
