TIM SUKSES
Oleh ; K Suheimi
“Bagaimana caranya melepaskan diri
dari Tim Sukses? tanya nya setengah mengeluh. "Sudah hampir habis masa
jabatan saya, namun saya masih di rong-rong terus" keluhnya ingin
melepaskan diri dari keterikatan tim sukses. Hari ini saja sudah puluhan kali
datang sms nya yang minta
bantuan"."Sms itu mengacaukan fikiran dan menganggu konsentrasi saya
yang sedang memimpin rapat" "Jika tak dilayani, dikatakan saya tak
membalas guna "lah lupo kacang jo kulitnya". "Tapi sampai kapan
ini saya tanggungkan?" ulasnya dengan sedikit kesal.
Saya juga tak habis fikir, sampai kapan kita harus memutuskan hubungan
kerja dengan Tim Sukses. Karena waktu mencapai kesukksesan dulu, memang orang
ini ada
jasanya dan bekerja habis-habisan untuk
menghantarkan dia ke pintu gerbang ke
suksesan. Dialah teman yg membela dan dialah sahabat, bahkan dianggap dan di
jadikan saudara, seiiring dan sejalan, sesakit dan sesenang. Kalau Tim sukses
sudah dianggap saudara atau di jadikan
keluarga. Tentu kita harus bela dan bantu dia selamanya, kalau perlu sampai
akhir hayat.
Nah rupanya beban seperi ini yg tak tertanggungkan oleh pejabat tersebut,
kerena tiap sebentar dia mengadu Masalah anaknyalah.Kebutuhan hidupnya, minta
bantu ini, minta bantu itu. Yang ujung-ujungnya duit.
"Memang tak sedikit uang yang telah di keluarkan untuk Tim sukses, sejak
mulai awal kakinya melangkah mencalonkan
diri jadi pejabat. Sejak saat itu dia
harus merogoh kantungnya.
Sewaktu dia menjabat, Tim sukses yg telah mensukseskannya ini, berubah
jadi beban yang sangat berat. Terasa me rong-rong. Apalagi sms tak bisa
dihalangi masuknya. Diladani salah, tak diladani lebih salah.
Tim sukses yg tadinya mensukseskan, berubah menjadi tim yg menjadi
beban berat dan banyak serta berlangsung lama, hingga
bahu dan badan ini tak sanggup memikulnya. Semakin banyak tim sukses,
semakin banyak yang bisa dibantunya dan
semakin berat dan rumit mengachirinya.
"Kalau ku tahu begini, Tak mau aku meminta dia jadi Tim Sukses
dulunya" sambil menarik nafas panjang, mebayangkan wajah tim sukses yang
sekarang berubah menjadi "Tim
susah" yg menyusahkan dan
menyita waktu dan uangnya, dan
menggusarkan fikirannya.
Maka dalam hati saya
berkata. Tim sukses itu di perlukan dan sangat dibutuhkan oleh mereka yang tak
percaya. Tak yakin atas
keemampuanya sendiri apakah dia bisa meraih kesuksesan, maka di carilah
sebanyak-banyaknya tim sukses yang akan
mensukseskannya.Tapi what next setelah
dia meraih kesuksesan? Jadilah tim sukses
beban yang sangat memberatkan.
Disamping harus memberikan
jabatan atau proyek pada tim sukses, sebagai ungkapan rasa terima kasih
(Walaupun kadang jabatan itu sebetulnya tak cocok dengan keahliannya) dan
sepanjang hayat harus dijadikan
saudara yang sakit senangnya jadi tanggungan kita pula.
Lalu saya teringat pada
Obama.Dia juga punya tim sukses. dan juga punya lawan politik (Mc Can dan
Hillary) Tapi jabatan penting seperti mentri luar
Negri dan jabatan penting lainnya justru
di berikan Obama bukan pada tim
suksesnya justru pada lawan politiknya.
Tim suksesnya seperti hanya bekerja dan membantunya sampai dia mencapai
tujuan. Tim sukses hanya
menghantarkan ia ke pintu gerbang
"Jabatan yang di gapainya"
Sesudah itu Tim sukses itu melepaskan
bahkan membiarkan Obama itu menjalankan kebijaksanaan untuk kesuksesan kabinet
dan pemerintahannya.
Tim suksesnya bangga
melihat keberhasilan kerjanya. Dan sesudah itu mereka beri kesempatan yang
selas-luasnya pada Obama menjalankan kebijaksanaannya
dan dia tak di rong-rong lagi.
Di Negara kita yang baru
memulai alam Demokrasi dengan biaya yang sangat tinggi dan korban yang
sangat banyak. Merubah sifat dan tingkah
laku kehidupan, sehinga tak jarang Tim
Sukses berubah jadi Tim Susah. Kawan telah jadi lawan dan
menimbulkan beban yang berkepanjangan.
Agaknya yang siperlukan
adalah percaya diri dan kemampuan diri
serta kemandirian. Ini bisa diperoleh, bila kita memang sudah berbuat sesuatu
yang
bermanfaat bagi orang banyak. Orang
banyak merasakan kemanfaatan keberadaan kita disisinya. Dengan
sendirinya masyarakat itu berharap akan
kita dan kemanfaatan kita. Maka bagi orang-orang seperti ini, dia tak butuh tin
sukses, dia tak butuh fotonya di pajang di mana-mana justru rakyat mencari dan
mendambakannya serta mengharapkannya untuk memimpin mereka, tanpa dia perlu
neyisihkan dana tanpa dia perlu memikirkan kapan harus diputus beban yang di
bebankan oleh tim sukses.
Orang Minang arif dan bijaksana Alun disuruah nyo lah pai alun dimbau nyo
lah datang, tahu jo rantiang nan ka manyangkuit,tahu jo batu nan ka
manaruang.Tahu
jo ereang dengan gendeang.
Takilek ikan dilauik lah tantu jantan jo batinonyo. Sunguahpun kawek nan
di bantuak ikan dilauik nan di hadangnyo.
Lalu sejauh mana perlunya tim sukses?
Kebimbangan dan kebingungan pejabat itu
saya jawab melalui syair sebuah lagu.
Kau yg memulai, kau yg mengakhiri.
Kau yang berjanji, Kau yang memungkiri.
Makanya
pikir-pikir dahulu sebelum
terlanjur,
Sebelum angkau menyesal kemudian
Pikir itu pelita hati.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur’an
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang
menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan
yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan
belenggu-belenggu
yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya,
menolongnya
dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka
itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)
Padang,18 Februari 2009
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---