salam
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300
From: Nofiardi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, February 20, 2009 1:46:41 PM
Subject: [...@ntau-net] Cina Bangun Pelabuhan Bungus
Jumat, 20 February 2009
Cina Bangun Pelabuhan Bungus
Padang , Singgalang
Berbagai potensi alam yang dimiliki Sumbar terus menarik sejumlah investor dari
berbagai negara. Kemarin, Gubernur Sumbar, kembali membuat nota kesepakatan
dengan Cina, untuk membangun pelabuhan Bungus Teluk Kabung dan bidang
pertambangan. Kerja sama Sumbar dengan investor Cina itu rencananya
menggunakan sistem build operate transfer (BOT).
“Cina, dalam satu tahun terakhir sudah masuk ke Sumbar untuk melirik
bidang pertambangan, seperti bijih besi, timah hitam dan batu bara. “
kata Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, kepada wartawan usai menerima kunjungan
rombongan dua investor Cina, di gubernuran Kamis (18/2).
Dua investor Cina itu adalah Guang Zhou Ship Cannel Bureau Limited Company dan
Chinese Huan Yu Mining Invesment. Kedua perusahaan besar di Cina itu, sepakat
dengan Pemprov Sumbar untuk mereklamasi Pelabuhan Bungus, dengan melengkapi
infrastrukturnya seperti jalan, jembatan, terowongan serta lainnya. Tujuannya
untuk menjadikan pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan berskala internasional.
“Selain membangun Pelabuhan Bungus, dua investor ini juga akan membangun
pabrik perakitan kendaraan keluaran Cina. Tidak hanya itu mereka melirik
daerah pertambangan kita di Sawahlunto. Sebab Sawahlunto, masih tersimpan
sekitar 60 juta ton tambang dalam yang dimanfaatkan investor,” jelas
Gamawan.
Menurutnya, kerjasama dalam pembangunan pelabuhan Bungus akan menggunakan
sistem BOT. Pembangunan tersebut akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian
masyarakat Sumbar, sebab pelabuhan Bungus memiliki potensi yang lebih besar
dibanding teluk Bayur.
Disebutkannya, sistem BOT itu, investor yang membangun, mengoperasionalkan.
Dalam waktu tertentu mereka transfer. Misalnya disepakati kerjasama selama 30
tahun, selama waktu itu daerah tidak mendapatkan income. Tapi setelah waktu
yang ditentukan habis maka pelabuhan itu menjadi milik daerah. Efek
positif yang ada dibalik pembangunan itu akan mengembangkan semua bidang.
Misalnya pergudangan akan tumbuh, eksport, import juga
kan tumbuh, sebab semuanya kapal akan masuk
dari pantai barat.
“Perusahaan itu diberi jangka waktu enam bulan ke depan, untuk melakukan
pengkajian serta membahas segala hal terkait investasi. Setelah itu kita akan
memfollow upnya ke tingkat lebih lanjut,” papar Gamawan, didampingi Wakil
Gubernur, Marlis Rahman.
Sebagai realisasi dari kerjasama yang telah dibuat sebelumnya, dalam waktu
dekat akan diresmikan pabrik pengolahan galena timah hitam di 50
kota . Mereka sudah
menambang eksploitasi pengolahannya. Sedangkan kedatangan mereka kemarin khusus
untuk pembangunan pelabuhan teluk bungus perakitan kendaraan kuluaran cina dan
bidang pertambangan di Sawahlunto.
Selaku kepala daerah, Gamawan akan men-support investor yang masuk ke daerah
ini, sebab Sumbar bersaing dengan daerah lain dalam menggaet investor.
Mr. Hetong Ping, perwakilan dari Guangzhou mengatakan, kedatangannya dalam
kunjungan yang ke empat di Sumbar untuk menjalin bisnis, terutama dalam bidang
konstruksi untuk pembangunan pelabuhan. Dia berharap kerjasama tersebut mampu
memberikan manfaat bagi masyarakat Sumbar. “Selain di Indonesia, jasa
kami juga digunakan dibeberapa negara seperti di Timur Tengan dan Asia Tenggara
lainnya,” kata Hetong.
Dia menyebutkan, kualitas konstruksi yang mereka kerjakan sangat bagus, sebab
mereka menggunakan mesin modren dan canggih. Sehingga konstruksi yang mereka
bangun memberikan jaminan yang tinggi bagi negara yang bekerjasama dengan
mereka.
Konsulat Jenderal Indonesia untuk Hongkong, Feri Adamhar, mengatakan dua
investor dari Cina yang berkunjung ke Sumbar, merupakan investor dengan
kualitas yang sangat baik. Mereka memiliki sertifikasi yang diakui dunia
internasional. Dia berharap investor itu bisa membangun Sumbar menjadi daerah
yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumbar, Andawarneri,
mengatakan, banyak daerah di Sumbar yang memiliki potensi tambang timah dan
bijih besi, seperti di 50 Kota, Pasaman Barat dan beberapa daerah lainnya. Meski
begitu, ada juga pemerintah daerah yang membatalkan izin (KP) penambangan,
karena tidak adanya aktivitas.
Pada tahun 2008 lalu izin penambangan yang dibatalkan masing-masing kabupaten
di Sumbar sebanyak 240 KP lebih. Sedangkan 2009 ini pembatalan penambangan
belum terdata. 107
</TD< tr>
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=424
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
