Berita yang sama dari Kompas : INVESTASI ASING : China Menjajaki Pelabuhan Bungus Jumat, 20 Februari 2009 | 00:24 WIB
Padang, Kompas - Investor asal China menjajaki kemungkinan kerja sama investasi di Sumatera Barat. Mereka tertarik mengembangkan Pelabuhan Bungus di Kota Padang. Pelabuhan ini ditargetkan menjadi sentra pemberangkatan ekspor aneka komoditas dari Sumatera Barat dan wilayah sekitar. Niat ini dituangkan dalam kesepakatan bersama antara pengusaha China dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kamis (19/2). Selama enam bulan ke depan, pengusaha akan melakukan studi sebelum memutuskan akan melanjutkan investasi atau tidak. "Kerja sama ini merupakan perwujudan dari hubungan baik antara Pemerintah China dan Indonesia, yang beberapa tahun lalu sempat ditandatangani komitmen kedua negara," papar Konjen Ferry Adamher. Bila hasil studi baik, pengusaha akan mulai membangun aneka infrastruktur, seperti jalan raya dan fasilitas pelabuhan di Bungus. Pelabuhan Bungus selama ini dicanangkan sebagai pelabuhan tuna. Namun, aktivitas di pelabuhan ini masih sepi. Pengusaha China yang menempati urutan 320 dari 500 perusahaan pelabuhan terkemuka sedunia ini juga menawarkan pengalihan pelabuhan kepada pemerintah daerah setempat setelah kurun waktu tertentu. Kesepakatan mengenai waktu akan dibicarakan kemudian. Selain Sumatera Barat, pengusaha ini juga melakukan survei di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Investor China ini juga tidak terpengaruh dengan masa-masa menjelang pemilu di Indonesia. Dari pengalaman tahun 2004, mereka melihat bahwa kondisi di Indonesia masih aman untuk investasi. Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi mengatakan, bila investasi berlanjut, pihaknya akan menambahkan infrastruktur penunjang, seperti akses jalan dari Bengkulu, Jambi barat, Riau barat, serta Pasaman, menuju ke Pelabuhan Bungus. "Dengan akses jalan yang terbuka, diharapkan komoditas ekspor bisa dibawa ke Pelabuhan Bungus sehingga pelabuhan ini menjadi ramai," ujar Gamawan. Pembangunan Bungus, menurut Gamawan, akan membuka peluang peningkatan ekonomi di pantai barat Sumatera. Selama ini aktivitas perdagangan terkonsentrasi di pantai timur Sumatera. Di sisi lain, Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, sudah tidak cukup menampung kapal yang berlabuh. Antrean kapal, menurut Gamawan, sering kali terlalu lama sehingga tidak ekonomis. Pelabuhan Bungus merupakan pengembangan dari Teluk Bayur, sementara Teluk Bayur juga menanti investor untuk perluasan. Selain itu, Pemprov Sumatera Barat juga berencana mengembangkan Bandara Internasional Minangkabau. Pengembangan dilakukan dengan memperpanjang landasan serta memperbaiki terminal dan jalan. (ART) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/20/00244871/china.menjajaki.pelabuh an.bungus _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofiardi Sent: 20 Februari 2009 13:47 To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Cina Bangun Pelabuhan Bungus Jumat, 20 February 2009 Cina Bangun Pelabuhan Bungus -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
