Assalamu'alaikum WW,

Menyangkut batu Malin Kundang ini, beberapa tahun yang silam saya
pernah dengan kawan-kawan dari Proyek berkunjung ke lokasi ini. Pada
waktu itu jalan masuk ke lokasi baru dibuat dan berada dalam keadaan
bagus.
Yang kami bayangkan, yang akan dilihat disana adalah batu-batuan
bentukan alam yang salah satu atau beberapa diantaranya MIRIP dengan
adegan dalam legenda Malin Kundang.
Kami benar-benar kaget dan prihatin karena lokasi tersebut merupakan
pantai yang sudah DIBUAT menggambarkan salah satu fragment dalam
legenda tersebut. Ada orang yang tertelungkup, ada sisa-sisa kapal,
tali kapal, dan lain-lain yang bukan berupa batu asli, tapi bentukan
manusia (artificial) yang dibuat dari semen.
Waktu itu hati terasa sangat kecewa. Tapi kami juga heran karena
masyarakat tetap berduyun duyun datang ke sana.
Kesimpulannya : okelah, semuanya tergantung target pasar yang akan
digaet.
Yang jadi pertanyaan apakah langkah ini benar ?
Sewaktu lokasi ini masih asli dan belum mendapat sentuhan "artistik"
seperti ini, yang kita lihat adalah hasil karya seni alam, bukan
sesuatu yang artifisial seperti sekarang ini.
Hal yang mirip juga terjadi kalau tidak salah pada waktu gubernur bpk.
Azwar Anas. Pada waktu itu batu-batu alam yang menonjol di tepi jalan
di kawasan Anai dicat dengan warna-warni meriah yang menutupi seluruh
tonjolan batu -batu itu.
Ini juga terasa aneh untuk sebagian orang, karena tebing-tebing
terbuka (singkapan) dengan batu-batuannya itu merupakan "kisah"
geologi yang dapat terbaca di sepanjang sebagian besar jalan di
Sumbar.
Bagi mereka adalah menarik untuk mengamati apakah batu itu berbentuk
bulat ataukah masih persegi yang menunjukkan bekas erosi air, jenis
batuannya (andesit, granit, basalt, dll), serta lapisan-lapisan tebing
yang bisa menggamparkan dahsyatnya peristiwa geologi yang terjadi.

Jadi membaca berita diatas, saya sangat setuju dengan penggunaan jasa
konsultan, dalam pengertian konsultan yang benar dan qualified, sesuai
dengan objek yang akan distudinya.
Jangan sampai niat untuk bercantik ria pada hakekatnya nanti menjadi
tindakan yang justru merusak asset sangat berharga alam Sumbar yang
tidak ternilai dengan materi.

Maaf & wassalam,

Epy Buchari (L, 65- Ciputat Timur)


On 21 Feb, 10:34, "Nofiardi" <[email protected]> wrote:
> Batu Malin Kundang Akan Direhabilitasi
>
> PadangKini.com | Jumat, 20/2/2009, 12:54 WIB
>
> PADANG--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang akan merehabilitasi
> batu Malin Kundang agar terlihat lebih tertata dan menarik.
>
> "Saat ini kondisi batu Malin Kundang sudah kurang menarik, beberapa
> bagian ada yang rusak, wisatawan yang datang tidak bisa lagi melihat
> obyek wisata legendaris itu dengan jelas," kata Edi Hasymi, Kepala Dinas
> Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Jumat (20/2).
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke