Sabtu, 21 February 2009

  <http://www.hariansinggalang.co.id/foto/makitam.jpg> 


Laporan Subandi dan Khairul Jasmi
SAWAHLUNTO- Mak Itam sudah basegeh. Gadang benar hatinya. Sebab, hari ini,
Sabtu 21 Februari, Menteri Perhubungan dan Dirjen Pariwisata serta gubernur
dan para wartawan akan menaikinya. Tuuiiit tuiiit, bergerak dari stasiun tua
Padang Panjang menuju Sawahlunto, kota tambang yang bersejarah itu.
Jika roda Mak Itam bergerak dari stasiun Padang Panjang hari ini, maka
sejarah baru mulai berjalan. Sebuah sejarah pariwisata yang akan memberi
bunga indah sepanjang sisi Danau Singkarak.  Danau molek di jantung Ranah
Minang.
Mak Itam adalah loko tua buatan Jerman tahun 1965 dan rel yang ia lintasi
dibangun sekitar 110 tahun silam. Rel kereta yang membujur dari Padang ke
Sawahlunto itu, adalah saksi sejarah dimulainya era industrialisasi di
Minangkabau. Semakin nyata ketika Semen Padang dibangun sekitar 25 tahun
kemudian. Rel yang sama adalah saksi bagi suka duka kehidupan rakyat di
sini, ditindas, dihina. Saksi bagi kegigihan anak nagari membangun
ekonominya. Juga cinta dan air mata! Rel itu dan keretanya, adalah insiprasi
para sastrawan seperti Hamka, tatkala menulis novel, Tenggelemannya Kapal
Van der Wijk

Hari Pers
Mak Itam "dikijok" oleh Ketua PWI Basril Basyar. "Untuk Hari Pers dan HUT
PWI ke-63," katanya, kemarin. Maka sejumlah wartawan pilihan akan naik
rangkaian kereta itu bersama Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal,
didampingi Dirjen Pemasaran Departemen Pariwisata, Sapta Suhendar dan
Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi beserta istri Vita Gamawan Fauzi, serta
sejumlah tokoh pers lokal dan nasional.
Loko tua berwarna hitam legam itu, oleh orang Minang disebut 'Mak Itam'
(mamak hitam) karena warnanya yang hitam. Sejarahnya di sini, sepanjang rel
yang membentang dingin selama lebih dari seratus tahun. 
Kereta tua itu, seperti kain bugis yang tergadai. Lama di tangan orang, kini
ditebus kembali. Maka Walikota Sawahlunto, Amran Nur, serius merawat Mak
Itam nan manja itu.
Kebanggaan Amran kian bertambah, sebab pejabat penting mau
menghabis-habiskan waktunya 4 jam di atas Mak Itam dari Padang Panjang
menuju Sawahlunto, kota Adinogero, wartawan Minang paling hebat sepanjang
sejarah.


Hari ini pula, 'Mak Itam' resmi mulai beroperasi. Loko seri E.1060 buatan
Jerman tahun 1965, dalam beberapa waktu belakangan 'tidur' di Stasiun
Kampung Teleng Sawahlunto.
Meski ada acara HPN helatnya para wartawan, tapi dapat dipastikan, Mak Itam
akan mencuri perhatian. HPN sendiri bakal dihadiri 
sekitar 300 orang wartawan lokal maupun nasional, juga 10 orang wartawan
asing dan 10 orang artis nasional seperti Slamat Rahardjo, Christine Hakim
dan kawan-kawan. Mereka juga naik kereta api dari Stasiun Padang Panjang
menuju Sawahlunto.
Mak Itam sebelumnya beroperasi sebagai transportasi  pariwisata di Ambarawa,
Semarang Jawa Tengah. Namun sejalan dengan gencarnya pemerintah daerah
Sawahlunto mengembangkan pariwisata di daerah ini, Wako Amran sekitar 4
tahun silam mempunyai gagasan agar kereta uap yang dulunya beroperasi di
Sawahlunto itu, diboyong kembali ke Sawahlunto.


Ternyata setelah melalui perjuangan panjang melobi pemerintah pusat
terutama menteri perhubungan dan pihak KAI (Kereta Api Indonesia), bahkan
sampai-sampai Wapres Jusuf Kala ikut memfasilitasi. Maka 4 Desember lalu Mak
Itam diboyong ke Sawahlunto, melalu jalan darat dengan kendaraan beroda
banyak.
Tiba di Sawahlunto 13 Desember, selama perjalanan kendaraan yang menggendong
Mak Itam itu mengalami pecah ban sebanyak 27 kali. Bukan itu saja, buntut
Mak Itam pulang kampung, juga menuai perotes hebat warga Ambarawa dan Kota
Semarang, DPRD dan sejumlah wartawan melarang Mak Itam pulang kampung,
seperti diberitakan beberapa koran. Namun berkat penjelasan pihak KAI
Semarang akhirnya mereka menyerah.
Menurut  Wako Amran, saat berbincang dengan Singgalang di Soto Urang Awak
Muaro Kalaban beberapa awal Desember lalu, perjuangan penjang memulangkan
Mak Itam itu, selain wujud cinta terhadap aset wisata yang berharga itu, ke
depan kata dia dengan pulangnya  Mak Itam akan dapat mendongkrak kunjungan
wisata ke Sawahlunto dan Sumatra Barat pada umumnya.
Kepulangan Mak Itam didukung sepenuhnya DPRD setempat terbukti biaya
kepulangan Mak Itam itu telan biaya Rp200 juta lebih dibebankan ke APBD. 
Kendatipun mahal, kedatangan Mak Itam telah membangkitkan kembali kebanggaan
warga Sawahlunto dan Sumatra Barat pada umumnya, bahkan  Mak Itam seolah
memompakan darah segar, kisah lalu dengan sejuta cerita suka maupun duka.
Di samping peluncuran Mak Itam oleh Menhub, hari ini selama sepekan
bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto berlangsung pameran
foto yang bertajuk Back to old Sawahlunto Train excitement (Kembali ke masa
lalu), bekerjasama dengan Museum Kereta Api Sawahlunto, Museum Gudang Ransum
dan PT.KAI  Bandung.

Batubara
Sejarah perkeretaapian di Sawahlunto berawal dengan ditemukan defosit
batubara di Sawahlunto, maka pemerintah Hindia Belanda waktu itu membangun
Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven) Padang. Pembangunan rel kereta api dimulai
dari Pulau Aie Padang - Padang Panjang selesai 12 Juli 1891. Lalu
dilanjutkan Padang - Bikittinggi selesai 1 November 1891 terus ke Solok
selesai 1 Juli 1892, Solok - Muaro Kalaban bersamaan dengan selesainya
pembangunan rel Padang Teluk Bayur 1 Oktober 1892.
Menurut Masinis Mak Itam  loko E 1060 Darwanto, 54, yang sekarang berada di
Sawahlunto dia telah menjalankan kereta wisata itu selama 10 tahun dengan
jarak tempuh 5 KM dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Jambu. Selama dia
operasikan lancar-lancar saja.
Hal senada juga dilontarkan kepala Dipo Stasiun Ambarawa,  Pudjiono, hanya
saja ulasnya, pihaknya dalam waktu dekat minta pimpinan Museum KAI
Sawahlunto untuk melatih masinis dan mikanik Mak Itam di Ambarawa untuk
mengatasi kebocoran dengan mempergunakan las logam yang perlu pelatihan
khusus.**

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php
<http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=437>
&id=437


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: makitam.jpg>>

Kirim email ke