Bachtiar Djamily dan karyanya rupanya lebih dikenal di Semenanjung. Untuk dunsanak yang tidak dapat mengkases webnya di bawah ini saya petik sedikit-sedikt sekedar gambaran singkat.
Selain "Orang Rantai" meungkin bukunya "Yang Berontak dan yang Menyerah, Jakarta: Firma Tekad, 1962, 80 hlm" mungkin mempunyai data sejarah yang jarang teekspos juga. Baik disigi karya pengarang ini; lihatlah daftar karangannya di bawah. Salam, --MakNgah Selanjutnya lihat di http://dbp.gov.my/lamandbp/main.php?Content=articles&ArticleID=722 LAHIR : 10 November 1929 di Supayang, Batusangkar, Sumatera Barat, Indonesia. ALAMAT : 35, Lorong Langat off Jalan Istana, 41400 Kelang, Selangor Darul Ehsan. KEHADIRANNYA dalam sastera Melayu amat dirasakan dalam tahun 1950-an bersama munculnya ASAS 50. Ketekunannya menulis di samping kepintarannya berpidato dan memberi ceramah, menjadikan Bachtiar Djamily seorang penulis dan wartawan yang produktif dan dikenal ramai. ........ Selepas tamat Perang Dunia Kedua, Bachtiar menganggotai Tentera Badan Keamanan Rakyat (kemudiannya diberi nama Tentera Nasional Indonesia. TNI) dan bertugas di Sumatera hingga mencapai pangkat Leftenan. Pada akhir tahun 1947, beliau memohon berhenti daripada TNI. Beliau bercita-cita pula untuk melanjutkan pelajarannya di India. Dalam perjalanan ke India, beliau singgah di Malaya. Tidak lama kemudian, Malaya diisytiharkan darurat dan Bachtiar terpaksa tinggal di Malaya dan menetap di banyak tempat seperti di Kuala Kangsar, Pulau Pinang, Parit Buntar dan Singapura. ........ Bachtiar Djamily masih terus menumpukan banyak waktunya menulis untuk akhbar dan majalah. Pada tahun 1979, beliau memenangi tempat pertama dalam Peraduan Cerpen Berunsur Dakwah yang dianjurkan oleh Majlis Agama Islam Negeri Selangor. Cerpen yang dikemukakannya berjudul "Air Mata Tuk Ngah Jusoh". Ketekunannya menulis dan menerbitkan puluhan buku dalam pelbagai bidang menunjukkan sikap dan minatnya yang besar dalam dunia persuratan. KARYA Novel - Bertapa di Gunung Ledang, Singapura: Harmy Press, 1949, 92 hlm - Korban Pengarang Muda, Kuala Pilah: The Sentosa Store, 1949, 46 hlm - Ulama Taslim, Kuala Pilah: The Sentosa Store, 1949, 92 hlm - Nik Teh Janda Muda dari Kelantan, Kuala Pilah: The Sentosa Store, 1950, 72 hlm - Terpikat di Perak, Kuala Pilah: The Sentosa Store, 1950, 90 hlm - Revolusi Kahwin, Seremban: Pustaka Asas Negeri Sembilan, 1953, 93 hlm - Luka Lama Berdarah Balik, Jakarta: Firma Tekad, 1962, 86 hlm - Yang Berontak dan yang Menyerah, Jakarta: Firma Tekad, 1962, 80 hlm - Mencari Menantu, Jakarta: Firma Tekad, 1962, 80 hlm - Mencari Menantu, Jakarta: Firma Tekad, 1963, 140 hlm - Menimbang Rasa, Jakarta: Firma Tekad, 1963, 90 hlm - Orang Rantai dari Silungkang, Jakarta: Firma Tekad, 1963, 108 hlm - Burung Nuri Terbang Tinggi, Kuala Lumpur: Penerbitan Utusan Melayu (M), Bhd., 1966, 107 hlm - Dikejar Perawan Tua, Kuala Lumpur: Penerbitan Utusan Melayu (M) Bhd.; 1966, 119 hlm - Air Mata Si Mata Air, Petaling Jaya: Cherma Refleswaty, 1976, 194 hlm - Laili Janda Muda Bergigi Emas, Petaling Jaya: Cherma Refleswaty, 1976, 146 hlm - Tak Hanyut Dilanda Arus, Kuala Lumpur: Penerbitan Pena Sdn. Bhd., 1979, 119 hlm Cerpen - Kumpulan Pecahan Kaca Jatuh ke Batu, Jakarta: Penerbitan Delegasi, 1961. Biografi - Meneropong Kepimpinan Suharto dan Nasution, Singapura: Purnama Publications, 1958, 184 hlm - Suharto Anak Pak Tani Jadi Presiden, Kuala Lumpur: Penerbitan Utusan Melayu (M) Bhd., 1969, 164 hlm - Hidup dan Perjuangan Adam Malik, Kuala Lumpur: Pustaka Melayu Baru, 1978, 172 hlm - Biografi Jeneral Haris Nasution, Jakarta: Penerbitan Mutiara, 1979, 312 hlm Umum - Bagaimana Melawan Subversif Komunis, Kuala Lumpur: Nusantara Enterprise, 1971, 180 hlm - Bagaimana UMNO Melintasi Krisis, Petaling Jaya: Cherma Refleswaty, 1976, 126 hlm - Kenapa Pas Boleh Jadi Pas, Petaling Jaya: Cherma Refleswaty, 1976, 97 hlm --- In [email protected], Lies Suryadi <niadil...@...> wrote: > > > Da Asfarinal, > Iyo rancak kalau diskusi jo Slamet Raharjo tu diwujudkan tu mah. Untuak itu, elok dibaco2 dulu novel Bachtiar Djamily, salah seorang intelektual Minang nan kurang diekspose salamoko, ORANG RANTAI DARI SILUNGKANG (Djakarta: Tekad, 1963). Ambo ndak tahu apokoh masih ado novel tu di perpustakaan2 di Sumatera Barat, tapi di KITLV Leiden novel tu ado (mungkin ndak buliah dikopi karano lah cukuik tuo, tapi bisa dipasan repronyo). Alangkah eloknyo pulo kalau novel ko dicetak ulang dan dijua d ateh kuretapi wisata kito ka dibaco2 dek para wisatawan. Jadi, sambia bawisata kito juo maajakan budayo baco. Banyak novel2 lamo nan manggambarkan Sumatera barat saisuak nan bisa dicetak ulang, semisal novel Bachtiar di atas, novel Njai Sida: Roos van Sawah Loento, dll. > > Wassalam, > Suryadi > > --- Pada Ming, 22/2/09, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <asfarinal2...@...> menulis: > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
