Assalamuakaikum ww
Maaf  pak Syaaf, mamak & dunsanak sado alah no, ambo satolah yoo….
Pada awalnya Saudi Arabia adalah panutan bagi negara2 Islam lain-nya namun 
sejak masuknya investor asing karena sumber daya alam yang berlimpah mulailah 
terjadi perubahan dan kamuflase sehingga se-olah2 negeri pak Saud ini tetap 
puritan padahal sebenarnya negeri ini sudah koit dililit gurita asing hingga 
hanya bisa berkutik sedikit sajai, sangat mengenaskan memang 
Lengan2 gurita itu telah mencekik semua sisi sejak dari energi, pertambangan, 
konstruksi, politik bahkan decision making masih harus konsultasi dulu kepihak 
asing
Karena pitih minyak lai banyak Saudi paling rajin bali peralatan militer 
terbaru dan tercanggih terutama dari Amrik hanya sayang kekuatan militernya 
tidak didukung jumlah personil yang memadai hingga sebagian besar peralatan 
tersebut masih diawaki, dimentori pemasok, aneh juga awak nan punyo tapi urang 
lain nan manjalankan dek awak lambek bana pandainyo, kok di-hujo-an urang tu 
ka-iduang awak beko, baa aka?
SA memiliki  53ribu tentara dengan tingkat pertumbuhan 2% setahun samantaro 
personil militer asing sajak dari instruktur, teknisi, konsultan dan crew 
mencapai 30ribu, akibatnya apo nan ka-dipabuek tantu tanyo dulu ka konsultan, 
itu baru urusan militer, nan lain baa, sami mawon namonyo sajo lihia lah 
dililik gurito
Caliak sajo betapa gemasnya kita kutiko Israel sekutu AS memporak porandakan 
Lebanon dan Palestina dimuko batang iduang Saudi, apo nan bisa dibueknyo 
kecuali haniang2 sajo indak talok mangecek banyak
Fikiran petinggi2 Saudi lah lamo dicekoki agar lebih banyak mengirim mahasiswa 
baraja ka nagari2 barat, itu bana nan katuju dek dunia barat, agar puritanisme 
luntur kok dapek pemuda2 Islam pai studi Islam ka Amerika, memang aneh mosok 
ma-ambiak S2 S3 tentang Islam ka Amerika indak ka Al Azhar samo pulo jo urang 
awak bangga dapek MA jo PhD dari Perguruan Tinggi barat pulang2 jadi 
Cendekiawan Muslim, yang bener ajaaa, bahkan ado juo sasudah dicekoki tentang 
liberalisme di nagari urang pulang2 jadi JIL Jaringan Islam Liberal yang 
gampang banget minta dana ka Negara atau badan2 asing yang ujung2nya di 
sekrenariokan sebagai penghujat Islam bahkan nantang2 Allah lagi
Semoga reformasi di Saudi tidak melenceng kesana walau sulit ditebak karena 
sangat kuatnya pengaruh asing bahkan kate orang ni yee, kalok ngambil keputusan 
harus lewat kosultan dan kalau yang agak rumit acc dulu ka subarang
Gimana pulak reformasi dan perubahan yang diharapkan di nagari awak Sumatera 
Barat
Tantu harus dipastikan dulu kita ingin berubahnya kearah mana, sekuler atau 
seperti yang dicita Piagam Marapalam ABSASBK
Kalau kita ingin negeri ini sekuler silahkan menangkan partai sekuler kalau 
kita ingin ABSSBK menangkan partai ABSSBK
ABSSBK? Tentu bukan sebuah kemustahilan, caranya? Yang paling mangkus tentu 
harus mamacik dulu
Nan harus dipacik-an tentu Power atau Kekuasaan artinya Kekuatan Politik itu 
harus dipegang oleh mereka para pendukung ABSSBK , kan pemilu udah dekat, siap2 
aja 
Ber-andai2 sakironyo partai ABSSBK lah mamacik soal menerapkan ABSSBK lah kaji 
manurun, tingga buek perda, siapa yang tidak menajalankan perda tinggal tanggap 
ame SatPol PP misal kita ingin semua laki2 Islam hari Jumat harus Sholat Jumat 
(kecuali laki2 yang lagi ment) Satpol PP tinggal mengamankan perda ini kalau 
ada laki2 Minang tidak Jumaatan dan setelah dichek tidak menstruasi tinggal 
diangkat dan angkut kalau perlu dsirehabiltasi kepanti Andam Dewa, gampangkan 
kalau power lah dipacik oleh orang2 ABSSBK, iko kan misal …..
Bisakah ABSSBK itu diterapkan tanpa power? Bisa tu sih bisa tapi lah kateh kaki 
kabawah kapalo sajak dulu wacana2 ka wacana sajo baru
Lha kan bisa dengan mulai dari keluarga masing2 dulu?
Bisa tu sih bisa juga tapi seberapa efektifkah, jangankan ABSSBK bisa 
diterapkan di Ranah Bundo, mengharapkan doa anak yang sholeh aja kalau kita 
udah koit syusyah banget, tidak semua keluarga sukses memiliki satu saja anak 
yang sholeh dari selusin anak yang sudah dipelihara sejak bayi, eh… malahan 
bangga nakroba (nampak separo badan) alias pamer2 aurat 
Wasalam
armansamudra

--- On Sat, 21/2/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 54 : REFORMASI TERENCANA DI 
SAUDI ARABIA
To: "Rantau Net" <[email protected]>
Cc: "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, "Dr Mochtar NAIM" 
<[email protected]>, "Dr.Ir Yuzirwan RASYID" <[email protected]>, 
"MH Bachtiar Abna SH" <[email protected]>, "LKAAM SUMBAR" 
<[email protected]>, "Warni DARWIS" <[email protected]>, "Prof Dr 
Taufik ABDULLAH" <[email protected]>
Date: Saturday, 21 February, 2009, 11:20 PM







Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
 
Berhadapan dengan pengalaman galau yang kita rasakan sehubungan dengan kinerja 
reformasi pasca Orde Baru sejak tahun 1998 dahulu, ternyata ada suatu format 
reformasi lain, yang diprakarsai oleh lapisan elite di Saudi Arabia pada awal 
tahun 1990-an dan berlangsung secara terencana sampai sekarang dalam sistem 
politik yang ada.
 
Kita tentu bisa heran melihat betapa lambatnya terjadi perubahan menurut format 
Saudi tersebut. Selama 18 tahun hanya menghasilkan naiknya seorang tokoh 
perempuan menjadi deputi menteri pendidikan urusan perempuan. Tidak ada empat 
kali amandemen konstitusi dalam empat tahun, seperti di negara kita. Juga tidak 
ada pemekaran daerah, yang bukan saja bisa berlangsung ricuh tetapi juga tak 
jelas manfaatnya bagi rakyat banyak.
 
Namun untuk ukuran Saudi, pengangkatan Noura Al Faez ini sudah merupakan suatu 
terobosan besar. Betapapun kecilnya, langkah ini jelas merupakan awal -- atau 
kelanjutan ? -- dari rangkaian perubahan sistemik yang telah, sedang, dan akan 
terus bergulir. 
 
Perubahan dalam kehidupan  ini -- walau bisa ditunda -- namun kelihatannya 
memang tidak bisa ditolak.. Pilihannya ada dua : perubahan secara 'terjun 
bebas' model kita di Indonesia, atau perubahan terencana model Saudi. Mungkin 
ada juga model gabungan: perubahan terencana tapi dengan tempo yang lebih cepat 
? Atau 'terjun bebas'  tapi dengan dilengkapi semacam 'grand design' ?
 
Sekedar food for thought: dari pengamatan, pengalaman, serta pendengaran kita 
di Rantau,  jenis perubahan apakah yang telah, sedang, dan akan  terjadi di 
Ranah Minang  sebagai bagian dari perubahan besar yang berlangsung di seluruh 
Indonesia ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]

 
 

Munculnya Kaum Neoreformis
 

Kompas, Minggu, 22 Februari 2009 | 00:59 WIB 

Musthafa Abdul Rahman
 
Keputusan Raja Arab Saudi Abdullah Bin Abdul Aziz menunjuk seorang perempuan, 
Noura Al Faez, sebagai deputi menteri pendidikan urusan perempuan, Sabtu 
(14/2), memberi pesan bahwa roda reformasi di negara itu berjalan sesuai dengan 
rencana yang telah digariskan.
Penunjukan tersebut mengantarkan Noura Al Faez sebagai perempuan pertama yang 
menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan di negara yang dikenal sebagai 
penganut aliran konservatif dan puritan. Hal itu tentu merupakan dobrakan baru 
dalam tradisi sosial dan politik di Arab Saudi.
 
Tampilnya Noura Al Faez sesungguhnya bukan kebetulan, tetapi terkait dengan 
geliat reformasi di Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk lainnya, yang 
bergerak berkat tumbuhnya kaum neoreformis di negara-negara Arab kaya minyak 
itu sejak awal tahun 1990-an.
 
Kaum neoreformis terdiri atas kaum intelektual, profesional, pengusaha, dan 
ulama yang tercerahkan. Sebagian besar dari mereka telah mengenyam pendidikan 
di AS dan Eropa berkat fasilitas beasiswa yang diberikan pemerintah. Sepulang 
dari studi di luar negeri, mereka melakukan pendekatan yang persuasif kepada 
pemerintah agar bersedia melakukan reformasi. Pemerintah Arab Saudi mendengar 
dan menerima saran dan pandangan mereka karena mereka dianggap kader kerajaan. 
Mereka itulah yang mampu meluluhkan hati keluarga kerajaan yang berkuasa di 
Arab Saudi untuk melakukan reformasi di negara itu.
Jadi, geliat reformasi di Arab Saudi bukan karena tuntutan rakyat bawah seperti 
di banyak negara lain, tetapi lebih merupakan hasil pendekatan kaum cerdik 
pandai terhadap keluarga kerajaan yang berkuasa.
----------------------dikerat yo--------------------


 


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke