Anak Pohon Durian
Oleh : K. Suheimi
SATU waktu kami pergi mendaki bukit. Di sana kami melihat anak pohon durian.
Untuk hidupnya anak pohon durian ini berjuang di tengah semak-semak dan
pohon-pohon yang lain. Akarnya bersileweran ke sana ke mari mencari makan. Akar
itu berjuang dan bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lain dalam mencari makan. Di
pinggang bukit itu dia didera oleh hujan yang lebat, badai yang kencang, serta
dia dibakar oleh teriknya matahari. Tetapi hujan yang lebat tidak
menghanyutkannya, badai yang kencang tidak mematahkannya, dan matahari yang
panas tidak mengeringkannya. justru dia dapat memanfaatkan hujan yang lebat,
badai yang kencang dan matahari yang terik. Hujan yang lebat itu digunakannya
untuk memperkokoh dan memperpanjang akarnya. Badai yang kencang, sehingga
pohonnva meliuk-liuk dijadikannya untuk memperkokoh batang dan dahannya.
Cahaya matahari yang terik dijadikannya untuk memperimbun dan memperbanyak
daunnya. Kesulitan dan kesukaran yang dialaminya dijadikannya sebagai rahmat.
Hal-hal yang negatif diubahnya menjadi positif, dia menjadi optimis terhadap
apa pun yang menimpanya. Hujan, badai dan matahari dimanfaatkannya untuk
memperkokoh dan memperbesar serta memperimbun daun dan akhirnya digunakannva
untuk menghasilkan buah durian yang semerbak baunya dan enak rasanva.
Buah durian banyak orang menginginkannya, semua orang tahu bahwa di satu tempat
ada durian, walaupun durian itu tersembunyi, karena baunya. Kalau sebuah mobil
melintas di depan kita, walaupun mobil itu tertutup dan sudah menjauh, namun
kita tahu persis bahwa mobil itu sedang membawa durian, karena bau yang
ditinggalkannya. jika kita masuk ke sebuah rumah, kita tahu persis, sudut mana
dari rumah itu yang menyimpan durian. Bahkan, waktu bertemu. teman pun, kita
segera tahu bahwa teman itu baru saja makan durian, walaupun kita tidak melihat
bekas-bekasnya. Bau yang dipancarkannya jelas dan spesifik. Bahkan
sampai-sampai di WC pun kita dapat tahu bahwa ada orang yang sudah makan durian.
Nah, kalau kita saksikan pohon durian yang sudah besar, tampak bahwa akarnya
tempat bersila, batangnya tempat bersandar, dahannya tempat bergantung, daunnya
rimbun tempat berteduh, berteduh dari lebatnya hujan dan berlindung dari
teriknya matahari.
Buahnya lezat. Kalaulah tadi anak pohon durian itu kalah berjuang dengan
tumbuh-tumbuhan di sekitarnya, atau hanyut oleh lebatnya hujan, tumbang oleh
kencangnya badai dan layu oleh sengatan matahari, tentu dia tidak akan menjadi
pohon yang kokoh serta tidak akan menghasilkan buah. Anak pohon durian yang
semula tampaknya lemah, tetapi gigih bejuang sehingga menghasilkan buah yang
segar dan harum.
Hidup ini bagaikan anak pohon durian. Hanya orang-orang yang gigih berjuang dan
berusaha yang akan dapat memetik hasil yang baik. Hanya orang-orang yang dapat
melihat satu kesukaran dari sisi yang menguntungkan yang bisa berjaya. Hanya
orang-orang optimis yang mampu mengecap nikmatnya hidup. Orang optimis ialah
orang yang melihat sesuatu dari segi baiknya, yaitu orang yang berfikiran
positif. Mereka ialah orang-orang yang melihat masalah, bukan hanya sebagai
masalah, tetapi dia melihat satu masalah sebagai satu peluang. Memang,
kekeliruan banyak orang adalah, kalau dihadapkan pada satu persoalan dan
masalah, dia melihat masalah itu sangat besar, sulit dan susah, kenapa kita
tidak berusaha mengubah sikap. Jika ada satu masalah kita lihat masalah itu
sebagai satu peluang. Bukankah hanya orang-orang yang dapat memecahkan masalah
serta menampak jalan keluar dari masalah, orang ini yang dapat dipercaya untuk
memecahkan masalah yang lebih besar.
Nah, kepercayaan yang diberikan itu menyebabkan ada peluang baru lagi. Maka
Tuhan pun selalu menyuruh kita untuk selalu berusaha keras: "Carilah duniamu
seakan engkau akan hidup seribu tahun lagi, dan gapailah akhiratmu dengan
beramal seakan-akan engkau akan mati esok hari." Al Quran banyak sekali
membimbing manusia untuk berusaha dan beramal, berbuat kebaikan. Bukankah
durian yang tumbuh di bukit-bukit sudah banyak berbuat kebaikan kepada manusia?
Akarnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar, dahannya tempat bergantung,
daunnya tempat berlindung dan buahnya untuk dimakan. Lalu kita sebagai manusia,
sudah sejauh mana kita bermahfaat untuk orang lain?
Sabda Rasulullah Muhammad SAW: "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling
bermafaat untuk sesamanya. "Dan jangan terlalu takut menghadapi kesulitan,
sering apa yang ditakutkan itu, setelah ditempuh, ternyata tidak seperti apa
yang dibayangkan. Firman suci Tuhan yang terdapat dalam Al Qur'an surat Alam
Nasyrah ayat 6: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---