SO memang singkatan dari "serangan oemoem",
namun perlu diketahui, bahwa sejak tahun 1946, 
"oe" sudah diganti dengan "u".
 
Tujuan "SO" ke kota Yogyakarta, bukan untuk
merebut kembali kota Yogyakarta, tetapi untuk
membuktikan ke dunia internasional bahwa 
Republik Indonesia masih eksis dan memiliki
kekuatan hankamrata yang well organized.
 
Pada awal tahun 1950-an, ada film berjudul
"6 jam di Yogya", distradarai oleh Usmar Ismail.
Pada film tersebut dikisahkan bahwa adanya "SO"
terhadap kota Yogyakarta adalah gagasan Sultan
HB IX.
 
HB IX mengharapkan, dengan adanya "SO" terhadap
kota Yogyakarta pada siang hari, akan merubah
pandangan dunia internasional terhadap eksistensi
NKRI.
 
Tidak ada sanggahan terhadap kebenaran film
tersebut sampai dengan adanya film "Janur Kuning".
 
Sebelum "SO 1 Maret", telah beberapa kali dilakukan
serangan umum terhadap kota Yogyakarta, tetapi
pada malam hari.
 
"SO" memang dikendalikan oleh Letkol Suharto.

Pasukan Polri yang terlibat dalam "SO" di bawah pimpinan
Bapak Djen Mochamad.
Bapak Djen adalah ayahanda dr Sitti (Spesialis Jantung)
yang bertugas di Rumah Sakit RS Soekanto di Kramat Jati.
 
Yang jarang diketahui umum adalah bahwa Letkol Suharto 
sebelum "SO", pernah menjadi anak buah  Mayjen RP Soedarsono.
Mayjen RP Soedarsono kelak mengakhiri kariernya
sebagai Komandan Airud Polri dengan pangkat KBP.
 
Mayjen RP Soedarsono dilengserkan sebagai Panglima Divii III,
karena terlibat dengan "peristiwa 3 Juli".
"Peristiwa 3 Juli" melibatkan antara lain Muh Yamin dan
Tan Malaka. 
 
Sebelum menjabat sebagai Panglima Divisi III, bapak 
RP Soedarsono adalah anggota Polri.
Dalam suatu revolusi. segala sesuatu mungkin.
Setelah para pelaku "peristiwa 3 Juli" direhabiliri,
bapak RP Soedarsono kembali ke lingkungan Polri.
 
Nama bapak RP Soedarsono diabadikan sebagai nama
salah satu gedung di kompleks Mako Airud Pol di Jakarta.
 
Pemerintah Belanda selalu menyatakan bahwa 
seluruh wilayah bekas Hindia Belanda sudah berada 
dalam kekuasaannya.
Pemerintahan "ekstremis" RI sudah tidak ada lagi.
  
Serangan di mulai jam 06.00 dan pada jam 12.00
pasukan secara teratur meninggalkan kota Yogyakarta.
 
Dengan adanya "SO", pandangan dunia Internasional
terhadap perjuangan Bangsa Indonesia berubah.
Statement Pemerintah  Belanda bahwa situasi Indonesia 
sudah dikuasainya, tidak benar.
 
Wass, Jacky Mardono
 

 





DIKUTIP DARI DETIK.COM
 
Minggu, 01/03/2009 09:46 WIB
Ribuan Warga Yogyakarta Bersepeda Peringati SO 1 Maret 49
Bagus Kurniawan - detikNews






Foto Terkait

Bersepeda Peringati SO 1 Maret 49 

Yogyakarta - Ribuan warga Yogyakarta bersepeda bersama 
memperingati peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949. 
Acara tersebut dipusatkan di titik nol kilometer 
di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati, 
Minggu (1/3/2009) pukul 07.00 WIB.

Acara bertajuk sepeda bersama dan menjadikan Kota Yogya 
kembali sebagai kota sepeda itu diikuti berbagai komunitas 
dan klub sepeda di Yogyakarta seperti Komunitas Segosegawe 
(sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe), Jogja Onthel 
Community (JOC), Paguyuban Onthel Jogjakarta (Podjok), 
Komunitas Sepeda Low Rider, hingga Komunitas Guyub Rukun.

Selain komunitas sepeda, acara juga diikuti para pelaku sejarah 
peristiwa SO 1 Maret dari Paguyuban Wehrkreise III Yogyakarta.

Sebelum berkumpul di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 49, 
peserta datang dari empat titik penjuru. 
Dari arah utara peserta berangkat dari Monumen Jogja Kembali. 

Selanjutnya dari arah barat berangkat dari Demak Ijo, Jl Godean. 
Dari arah selatan dari gedung piramid Jl Parangtritis Sewon Bantul 
dan arah timur dari gedung Jogja Expo Center (JEC) Janti.

Dengan mengendarai berbagai jenis sepeda, para peserta juga 
mengenakan atribut jaman perjuangan serta berkalungkan janur kuning.

Di plaza monumen, peserta langsung disambut sejumlah anggota 
veteran/pelaku SO 1 Maret 49 bersama Walikota Yogyakarta Herry Zudianto. 
Di tempat itu juga digelar berbagai acara mengenang peristiwa 
SO 1 Maret yang telah menewaskan sekitar 300-an pejuang Indonesia.

Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan, bersepeda 
tidak hanya menjadikan badan sehat, namun juga upaya untuk 
mengatasi pemanasan global. 

"Bersepeda tidak identik dengan kuno, 
tapi itu sikap modern warga Yogyakarta 
untuk ramah lingkungan," katanya. (bgs/mok)


      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke