Senin, 02 Maret 2009    

 
Agam, Padek-Kelompok Pemberdayaan Perempuan (KPP) Bundo Sakato Kenagarian
Koto Gadang IV Koto Agam, yang menjadi salah satu ujung tombak suksesnya
kegiatan Rang Minang Baralek Gadang, saat ini genap berusia satu tahun.
Bundo Sakato menaungi kaum perempuan pengelola industri rumah tanggan
kerajinan perak, rendo bangku, rendo tapi serta makanan tradisional, di
bawah pembinaan lembaga Nagari Koto Gadang. 

Pada peringatan satu tahun keberadaannya, KPP Bundo Sakato mendapat sebuah
penghormatan luar biasa dari tokoh Koto Gadang, Emil Salim dan puteranya
Roosdinal Salim yang sengaja datang memberikan ucapan selamat.Peringatan itu
sendiri dilakukan Sabtu (28/2) lalu di Balai Adat Nagari Koto Gadang secara
sederhana, diisi ramah tamah serta penampilan kegiatan rumah tangga anggota
KPP di hadapan Emil Salim dan keluarga. 

Menurut Emil Salim dihadapan anggota KPP Bundo Sakato, ia dan keluarga
sengaja pulang kampung untuk memberikan penghormatan khusus atas andil besar
KPP saat Rang Minang Baralek Gadang. Sebab, menurut Emil Salim, keberhasilan
Rang Minang Baralek Gadang jangan sampai hanya melambungkan elite tertentu
saja. Sementara dari balik layar kegiatan, ada juga buah tangan anggota KPP
yang telah mengelola pembuatan 1001 belanga gulai itiak lado ijau. 

"Saya sengaja datang menghadiri ulang tahun pertama KPP Bundo Sakato ini
karena sangat menghargai jasa ibu-ibu yang telah ikut membesarkan Rang
Minang Baralek Gadang. Jika tidak ada KPP, maka tidak ada pula 1001 belanga
gulai itiak dan rekor MURI, karena yang membuatnya adalah ibu-ibu semua,"
kata Emil Salim. 

Sekarang, sambung Emil Salim, nama Sumbar melalui gulai itiak lado ijau
telah membahana di Indonesia. Bahkan, kisah Emil Salim, sejumlah teman dan
kerabat di Jakarta yang bertanya tentang gulai itiak lado ijau sengaja ia
minta datang sendiri datang ke kampung asal pembuatnya. 

"Saya juga meminta agar gulai itiak lado ijau dan makanan khas Koto Gadang
lainnya segera di patenkan, agar tidak diklaim sebagai milik dan aset budaya
daerah lain. Makanan ini adalah trademark-nya Koto Gadang, dan jangan sampai
hilang hanya karena kelihaian orang lain mematenkannya," tegas Emil Salim. 

Bundo Zakiah dan Deni, dua orang anggota KPP Bundo Sakato mengaku sangat
tersanjung dengan kepedulian serta kesediaan Emil Salim beserta keluarga
datang pada peringatan satu tahun organisasi mereka. Dengan atensi tersebut,
keduanya yakin KPP akan lebih serius mengkoordinir anggota mereka, sehingga
seluruh industri kerajinan rumah tangga yang mereka kelola akan semakin
maksimal. (ari) 

 
http://www.padangekspres.co.id/content/view/31699/106/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke