Sabtu, 7 Maret 2009 | 04:26 WIB
Padang, Kompas - Kasus tanah yang tidak kunjung rampung menyebabkan sejumlah 224 siswa SD Negeri 15 Banuaran, Padang, terancam kehilangan tempat belajar. Padahal, ujian bakal dimulai pekan depan. SD Negeri 15 Banuaran didirikan di atas tanah pusaka milik keluarga Jasmar. Sejak tahun 1968, rumah gadang keluarga ini dibongkar dan dijadikan sekolah. Hingga kini tanah seluas 1.500 meter persegi itu berstatus disewa oleh pihak sekolah. Harga sewa adalah 10 karung padi per tahun atau sekitar Rp 1,5 juta per tahun pada saat ini. Keluarga pemilik tanah mendesak pemerintah daerah untuk membeli tanah tersebut. Hal ini sempat disetujui pemda, tetapi belum ada realisasi hingga saat ini. Hari Jumat (6/3), pihak keluarga menyegel pintu sekolah lantaran kesal dengan kesepakatan yang belum selesai. Sepanjang hari Jumat kemarin, para siswa belajar di rumah-rumah warga. Sementara itu, pihak keluarga mengadakan pertemuan dengan pengurus sekolah, Dinas Pendidikan Padang, serta sejumlah unsur masyarakat lain. Karena belum ada pihak yang bisa memberikan kepastian tentang keputusan jual-beli tanah itu, pihak keluarga meminta pertemuan lanjutan minggu depan dengan menghadirkan orang yang dapat memberikan keputusan. Bila pemda tak mau membeli tanah itu, pihak keluarga akan membubarkan sekolah. "Kami tidak menyewakan lagi tanah ini. Karena itu, tawaran kami adalah pihak sekolah atau Dinas Pendidikan Padang harus membeli tanah ini," ujar Jasmar. Pihak keluarga menjual tanah itu seharga Rp 100.000 per meter. Karena belum ada kepastian dari pemda, pihak sekolah sudah meminta sumbangan Rp 100.000 per wali murid, Desember lalu. Namun, dana yang terkumpul masih jauh dari harga jual tanah. Karena ada kesepakatan menggelar pertemuan lanjutan, Jasmar lantas membuka segel sekolah seusai pertemuan. Segel akan dipasang lagi bila belum ada kesepakatan selanjutnya. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lubuk Begalung Yuslim menyatakan akan mendesak Dinas Pendidikan Padang untuk mengambil tindakan sehubungan dengan persoalan ini serta menghadirkan pihak yang berwenang mengambil keputusan dalam rapat mendatang. Persoalan jual-beli tanah ini bukanlah pertama kali. Musliwati (51), guru SDN 15 Banuaran, mengatakan, tahun 1990 juga pernah ada permintaan dari pihak keluarga agar sekolah membeli tanah tersebut. Ketika itu, guru tidak diperbolehkan membuka pintu kelas sebelum masalah selesai. "Anak-anak juga belajar di rumah warga ketika itu. Setelah ada kesepakatan itu, barulah kami bisa belajar kembali di kelas," kata Musliwati yang sudah mengajar di sekolah itu sejak 1988. Kasus yang mirip pernah terjadi di SD Negeri 051, Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, sekitar 125 kilometer dari Pekanbaru. Meja-meja belajar yang biasa digunakan sudah tidak lagi berada di tempatnya dan sudah berpindah tempat di teras sekolah. Di dalam kelas yang ada hanya kursi-kursi belajar. Pada awal Februari lalu beberapa orang dengan peralatan tukang membongkar daun jendela dan pintu kelas. Lima laki-laki membongkar jendela dan pintu di kelas sebelah. (ART) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/07/04265288/tanah.bermasalah..tempa t.belajar.terancam --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
