Assalamualaikum ww

Satu2nya wewenang dan arogansi seorang lelaki Minang yang malang ini
yang masih tersisa terletak dalam pemberian nama kepada anaknya yang
baru lahir

Satu2nya?

Setelah ceria masa kanak2 dirumah ibu, ketentuan adat yang tak lapuk
dek hujan dan tak lekang dek panas itu mendera laki2 Minang yang baru
akhir balikh, terusir dari rumah ibunya

“Awa’ang alah gadang indak buliah lalok dirumah basabuah jo dunsanak padusi”

Dipersilo lalok di-surau dan ini dijalani selama ber-tahun2 dan
ber-akhir setelah dipasandiangkan di-palaminan sebagai marapulai,
barulah laki2 Minang ini merasakan empuknya lalok dikasur

Agak pulih memang wibawa laki2 Minang tapi belon 100% karena dirumah
keluarga istri sang lelaki malang alumni surau ini akan dianggap
sebagai ?”Abu di-ateh tunggua, kok tibo angin kancang abu pun tabang”
artinya loe mesti hengkang dari rumah istri loe kalo terjadi clash
apalagi sampai harus cerai

Terbatas memang authority laki2 Minang di-rumah keluarga sang istri
sebagaimana di-ungkapkan“ sa-dalam2 payo sadalam dado itiak,
sa-tinggi2 kuaso rang sumando sabateh pintu biliak”

Iya dong bagi kita mungkin dalamnya rawa itu bisa menenggelamkan namun
bagi se-ekor itik gak lebih sebatas dadanya, dikamar dirumah keluarga
istri ini saja wewenang laki2 Minang itu ada, ngapain juga boleh bak
kecek ustadz Zainuddin MZ mau nyangkul sambil mundur juga boleh

Dalam kamar istrinya memang kuasa penuh sang sumando bahkan sang
mertua harus mikir2 mendekat namun diluar itu kekuasaan ada ditangan
mamak sang istri yang biasa disebut sebagai “mak rumah”

Gak nyaman memang jadi laki2 Minang dikampung, abis gimana lagi begitulah adat

Ketika se-isi rumah gembira saat bayi yang di-tunggu2 lahir barulah
ingat dengan sumando apalagi ada yang memuji bayinya cakep lihat tuh
hidung dan alis matanya seperti hidung dan alis mata ayahnya sang
sumando kemudian sang ayah mendapat kehormatan memberikan nama buat
makhluk baru ini, sebuah wewenang yang berbonceng arogansi

Arogansi?

Lihat aja dan tanya hati nurani kita masing2

Tidak ada penelitian memang namun dapat dipastikan Lelaki Minang mana
sih yang mau mencantumkan nama suku istrinya ketika memberikan nama
bagi anaknya yang baru lahir itu, tidak saya bahkan ayah dan ayah dari
ayah saya maupun ayah dari ibu saya begitu juga mungkin anda, tidak
juga buya M Natsir, Tan Malaka, Mohammad Hatta, Buya Hamka, Tuanku
Imam Bonjol bahkan Raja2 Melayu Minangkabau Pagaruyuang

Eh, mongngomong Raja2 Minangkabau dan para kerabatnya bersuku apa
yaaa, kok ado mamak dan dunsanak nan tahu mohon pencerahannya ya?

wasalam
armanbaharpiliangmalinbandaro(-57)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke