Bisa dibuka dan dibaca2 di <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/> http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/
Peran <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9710.id.html> Besar Bung Kecil Sutan Sjahrir adalah satu dari tujuh "Bapak Revolusi Indonesia". Dia mendesak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan walau dia sendiri absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk menghalau penjajah. Yakni melalui diplomasi: cara yang ditentang "Bapak Revolusi" lain. Ideologinya, antifasis dan antimiliter, dikritik hanya untuk kaum terdidik. Maka dia dituduh elitis. Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, berkeliling Tanah Air menghimpun kader Partai Sosialis Indonesia. Sejarah telah menyingkirkan peran besar Bung Kecil-begitu Sjahrir biasa disebut. Meninggal dalam pengasingan, Sjahrir adalah revolusioner yang gugur dalam kesepian. Anak <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9711.id.html> Minang Jago Menyerang Sjahrir pandai bergaul, termasuk dengan pemuda dan noni Belanda. Pidato Dr Cipto Mangunkusumo di alun-alun menyulut nasionalisme Sjahrir muda. Rumah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9712.id.html> di Kaki Singgalang Antara <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9713.id.html> Tuschinski dan Stadsschouwburg Saat tinggal di Belanda, Sjahrir memilih berdiskusi dan menonton acara budaya ketimbang kuliah secara teratur. Tempo menelusuri tempat-tempat yang pernah ia kunjungi. Berkembang <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9714.id.html> di Iklim Barat Dari <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9715.id.html> Belanda ke Banda Misi <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9716.id.html> Rahasia dari De Socialist Sjahrir dan Hatta mendirikan Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Lebih radikal dari Soekarno. Berbagi <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9717.id.html> Peran dari Bawah Tanah Sjahrir membangun jaringan anti-Jepang. Soekarno-Hatta bekrja sama. Kader <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9718.id.html> Hingga Ujung Usia Semangat pergerakan tetap dipegang kader Sjahrir yang tersisa. Disiapkan buat klandestin. Proklamasi <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9720.id.html> tanpa Bung Kecil Sjahrir tak hadir saat Soekarno-Hatta membaca teks proklamasi. Jepang terlalu banyak campur tangan. Cirebon <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9721.id.html> Merdeka Lebih Dulu Begitu Jepang kalah perang, Sjahrir ingin kemerdekaan Indonesia dikumandangkan secepatnya. Proklamasi Cirebon dibacakan lebih cepat. Kudeta <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9722.id.html> Sunyi Triumvirat Pemerintah menerbitkan Maklumat Nomor X pada 16 Oktober 1945. Sjahrir mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno. Jalan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9723.id.html> Terjal Perdana Menteri Duduk sebagai perdana menteri, Sjahrir segera mengambil jalan diplomasi. Dituduh menjual negara. Diplomasi-diplomasi <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9724.id.html> Kancil Berkawan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9726.id.html> Lewat Diplomasi Beras Beras Jawa ditukar tekstil India. Serdadu Jepang dan tawanan perang Sekutu lempang pulang. Sjahrir memberi fondasi politik luar negeri bebas aktif. Linggarjati, <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9727.id.html> Sebuah Jalan Perjanjian Linggarjati sering dianggap merugikan Indonesia. Meneguhkan eksistensi di kancah internasional. Paspor <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9728.id.html> Pertama Indonesia Kemenangan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9729.id.html> di Lake Success Surat kabar New York Herald Tribune menabalkan pidato Bung Kecil sebagai "salah satu yang paling menggetarkan di Dewan Keamanan". Kolaborasi <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9731.id.html> Dua Pejuang Sayap Kiri Hubungan Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifoeddin sangat unik. Sama-sama sosialis, tapi beda pandangan tentang komunisme. Sang <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9732.id.html> Atom dan Dua Ideologi Ada banyak tafsir dan sebutan atas ideologi Sjahrir. Dari republiken, sosialis kanan, demokrat, sampai liberal. Akhir <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9733.id.html> Sang Meteor Gamang dalam politik massa, Partai Sosialis Indonesia gagal dalam pemilihan umum. Sjahrir pun terpinggirkan. Patah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9734.id.html> Arang Kawan Seiring Gara-gara pemberontakan PRRI/Permesta, lingkaran inti Partai Sosialis Indonesia pecah. Kerikil <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9736.id.html> Para Revolusioner Tiga <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9737.id.html> Serangkai Ahli Waris Revolusi Hubungan Sjahrir-Hatta awet hingga akhir. Retak dengan Soekarno sejak ditahan di Prapat. Sosok <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9738.id.html> Penyendiri dalam Tahanan Perseteruan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9739.id.html> Para Kolaborator Sutan Sjahrir dan Jenderal Sudirman berselisih paham meraih dan mempertahankan kedaulatan. Pernah saling tangkap, walau akhirnya saling mengagumi. Jalan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9740.id.html> Bersimpang Setelah Proklamasi Pengaruh Sjahrir dan Tan Malaka sangat kuat pada awal proklamasi. Keduanya cepat tergusur. Tak <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9741.id.html> Ada Patung Bung Kecil Manifesto <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9743.id.html> Seorang Antifasis Pamflet Perdjoeangan Kita mengurai taktik membangun Indonesia pascakemerdekaan. Ditentang para pejuang. Surat <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9744.id.html> Pengagum Faust Surat-surat Sjahrir yang ditulis dari pembuangannya adalah karya tulis Sjahrir yang menyentuh. Di situ kita bisa melihat gagasan-gagasan dasar pemikirannya. Asmara <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9745.id.html> Sang Flamboyan Kasih <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9746.id.html> yang Tak Sampai Cinta Sjahrir dan Maria dinyalakan api idealisme pergerakan. Meredup oleh jarak. <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9747.id.html> Kees Snoek: Maria Ingin Membakar Surat-surat itu Sang <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9748.id.html> Pemuja dan Tuan Perdana Menteri Poppy adalah istri dan pengagum terbesar Sjahrir. Ia tersenyum, dalam suka dan derita. Sekilas <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9749.id.html> Cinta di Lereng Ceremai Sjahrir mendekati putri Keraton Mangkunegaran. Membantah sempat bertunangan. Zurich, <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9750.id.html> Detik-detik Terakhir Sutan Sjahrir meninggal di Zurich. Inilah kenangan Buyung dan Upik, anak-anak Sjahrir, tentang hari-hari terakhir kehidupan ayahnya. Wajah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9751.id.html> Sjahrir dalam Kotak Setelah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9752.id.html> Sibi Tiada Poppy Sjahrir membesarkan dua anaknya dalam kesederhanaan. Sempat larut dalam kesedihan. Pintu <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9753.id.html> Tertutup untuk PSI Ketika Soeharto berkuasa, tumbuh harapan kaum pluralis modern untuk membangkitkan PSI. Peristiwa Malari membuyarkan impian itu. Foto <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9754.id.html> Tua di Garasi Mursia Sempat tinggal di rumahnya, Mursia bertekad meneruskan semangat Sjahrir: membangun koperasi. Sjahrir <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/09/LU/mbm.20090309.LU12 9756.id.html> Adalah ... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
