Roland dan sanak kasadonyo. Lah salasai baco Edisi Khusus Angku Sjahrir tu, rancak juo dibaco Edisi Khusus Angku Ibrahim Tan Malako pado edisi No 25/XXXVII 11 Agustus 2008 lalu Bisa juo baco online di http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/LU
Iko Judul2 dari Edisi tersebut, dasampiang iko juo ado Catatan Pinggir. DIA <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12792 7.id.html> YANG MAHIR DALAM REVOLUSI Hatinya terlalu teguh untuk berkompromi. Maka ia diburu polisi rahasia Belanda, Inggris, Amerika, dan Jepang di 11 negara demi cita-cita utama: kemerdekaan Indonesia. Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya "Bapak Republik Indonesia". Soekarno menyebutnya "seorang yang mahir dalam revolusi". Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya. Ia seorang yang telah melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Namanya Tan Malaka, atau Ibrahim Datuk Tan Malaka, dan kini mungkin dua-tiga generasi melupakan sosoknya yang lengkap ini: kaya gagasan filosofis, tapi juga lincah berorganisasi. Angka <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12792 8.id.html> Tan Berakhir <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12792 9.id.html> di Gunung Wilis Jalan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 0.id.html> Sunyi Tamu dari Bayah Menggagas konsep republik sejak 1925, Tan Malaka justru terlambat mengetahui proklamasi. Semboyannya membakar semangat dan mengilhami rapat akbar di Lapangan Ikada. Kisruh <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 1.id.html> Ahli Waris Obor Revolusi Soekarno pernah memberikan testamen politik dan naskah proklamasi kepada Tan Malaka. Testamen itu belakangan dibakarnya. Si <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 2.id.html> Mata Nyalang di Balai Societeit Tan Malaka membangun Persatuan Perjuangan di Purwokerto. Upaya menyerang politik diplomasi pemerintah. Tan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 4.id.html> Malaka: Nasionalisme Seorang Marxis Gerilya <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 6.id.html> Dua Sekawan Tan Malaka dan Jenderal Soedirman sama-sama menentang diplomasi. Renggang setelah peristiwa Wirogunan. Kerani <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12793 9.id.html> yang Baik Hati Tan Malaka membangkitkan gerakan buruh di Bayah. Tempo menapak tilas perjalanannya. Naskah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12794 0.id.html> dari Rawajati Bolsyewik <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12794 5.id.html> yang Terbuang Sejarah Republik mencatat, Ibrahim Datuk Tan Malaka seorang Bolsyewik. Dia membaca buku Karl Marx dan berguru kepada para dedengkot komunis Rusia. Dia pernah memimpin Partai Komunis Indonesia. Bersama tetua Sarekat Islam, Tan menggagas sekolah rakyat-tempat belajar murah bagi anak-anak kaum Murba yang ditelantarkan penjajah Belanda. Buku-bukunya yang bergelora, seperti Naar de Republiek Indonesia dan Massa Actie, menjadi bacaan "wajib" Ir Soekarno dan para bapak bangsa lain. Peniup <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12794 9.id.html> Suling bagi Anak Kuli Sekolah rakyat model Tan Malaka bertumbuhan di Jawa. Dia menjadikan Marxisme dan antikolonialisme sebagai dasar kurikulumnya. Bertemu <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 1.id.html> Para Bolsyewik Tua Mewakili Partai Komunis Indonesia dalam Kongres Komunis Internasional di Moskow. Minta sekolah lagi tapi ditolak. Dukungan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 4.id.html> untuk Pan-Islamisme Tan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 5.id.html> Vs Pemberontakan 1926-1927 Gerilya <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 6.id.html> di Tanah Sun Man Meski sibuk menjalin hubungan dengan para revolusioner kiri, dia sempat menulis buku tentang Republik Indonesia. Penggagas <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 7.id.html> Awal Republik Indonesia No <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 8.id.html> Le Toqueis, Jawa! Filipina adalah tanah air Tan yang kedua. Pesakitan di negeri sendiri, Tan justru dielu-elukan di Manila. Tumpah <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12795 9.id.html> Darahku dalam Sebuah Buku Republik <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 0.id.html> dalam Mimpi Tan Malaka Macan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 1.id.html> dari Lembah Suliki Jejak hidup dan pemikirannya terentang dari lembah sepi Suliki di Payakumbuh, Sumatera Barat, hingga Moskow di belahan timur Eropa. Cita-cita <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 2.id.html> Revolusi dari Tanah Haarlem Tan Malaka pergi ke Belanda untuk sekolah guru. Ia pulang ke Indonesia dengan satu tekad: revolusi. Sobatmu <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 3.id.html> Selalu, Ibrahim Trio <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 4.id.html> Minang Bersimpang Jalan Tan Malaka, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir berselisih paham tentang bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Sama-sama egois. Pemberontak <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 5.id.html> dari Alam Permai Minangkabau Dalam <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 6.id.html> Penyamaran Madilog: <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 7.id.html> Sebuah Sintesis Perantauan Perempuan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 8.id.html> di Hati Macan Kisah cinta Tan Malaka sama tragis dengan hidupnya yang klandestin. Mengidamkan sosok Kartini, ditolak dua kali oleh perempuan yang sama. Wawancara <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12796 9.id.html> Setelah Mati Tan Malaka bak selebritas. Kisah hidupnya dicuplik untuk kisah roman, sosoknya dipalsu dan diburu. (Bukan) <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12797 0.id.html> Seseorang dalam Arus Utama Revolusi Persinggahan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12797 1.id.html> Terakhir Lelaki dan Bukunya Tan Malaka mati ditembak anggota TNI di Kediri. Siapa yang memerintahkan eksekusi? Misteri <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12797 2.id.html> Mayor Psikopat Warisan <http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/08/11/mbm.20080811.LU12797 3.id.html> Tan Malaka -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Roland Yulianto Sent: 15 Maret 2009 13:16 To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Majalah Tempo Edisi Khusus 100 Tahun Sutan Sjahrir Assalamu'alaikum Mantaafff tajam dan ulasannyo lengkap...agak mandidiah stek darah mambaconyo, dek timbunan sejarah ko banyak di tutupi jo orde baru. Bahkan sejarah ko tidak dikenal orang para pelajar. Semoga semakin banyak yg mengenal sejarah bangsanya.. Wassalam Roland Y. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
