Yth Dunsanak Palanta,

ini sedikit pikiran yang mengganjal hati ambo,

Ternyata pada tahun1980 an di Sumatera Barat, jumlah Locomotive uap
seperti jenis Mak itam lumayan banyak, tapi sebagian kondisinya
terbengkalai, tidak terawat dan sebagian menjadi bangkai besi tua saja
seperti cerita di link dibawah ini

http://searail.mymalaya.com/PJKA1985WS/PJKA1985WS.htm

Sebagian Locomotive uap ini masih berada di Indonesia yang tersebar di
Taman Mini dan Ambarawa.
Dunsanak dapat melihat pada link di bawah ini

http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/pnkapres.htm

Kisah ini merupakan saksi bagaimana majunya kereta api di Sumbar pada
masa dahulu.
Tapi sekarang kita bisa melihat seperti rel kereta api yang di bangun
dengan biaya yang sangat mahal pada jaman Belanda tidak di manfaatkan,
malah seperti di Bukittinggi jalur kereta apinya malah di timbun oleh
Tugu Adipura sungguh saya sangat miris melihatnya. Apakah tidak ada
kesadaran untuk berpikir jauh kedepan bahwa rel kereta api ini adalah
salah satu investasi yang sangat mahal sekali dan sangat berguna untuk
transportasi masal, untuk sekarang setidaknya dapat mengatasi problem
kemacetan  di Bukittinggi.

Saya sebagai anak Minang yang baru lahir di era 80 an, hanya ingin
bertanya kenapa aset locomotive kita yang dulunya begitu banyak
dibiarkan saja?

Apakah aset yang jelas merupakan hasil dari ekplorasi dari bangsa
penjajah terhadap nenek moyang kita harus kita relakan diberikan ke
daerah lain?

Bisakah saudara Mak Itam ini kembali ke Sumbar lagi?  walaupun
saudaranya Mak itam ini tidak bisa beroperasi lagi, setidaknya inilah
penghargaan kita terhadap masa lalu Sumatra Barat.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke