Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Pak Zul Yth, Alhamdulillah, inilah kalimat pertama yang keluar, setelah membaca cerita Lagos yang mendebarkan, kesulitan teramat menyesakkan dada bagi siapa saja, apalagi yang tidak mengerti apa-apa, tentang pelayanan INTERNASIONAL AIRPORT seperti Lagos, tempat Almarhum Djanamar Adjam, anak urang Birugo Bukittinggi, nan panah jadi Dubes di Nigeria ini di tahun 1960-an.
Alhamdulillah pula kita ucapkan, pelayanan di BIM kita walau banyak komplen, tidak seburuk Lagos rupanya.... Bila tulisan ini berjudul Terima kasih, Buya akan sudahi juga dengan terima kasih.... Terima kasih pak Zul atas informasinya ini, niscaya banyak manfaatnya. Wassalam BuyaHMA --- On Sun, 3/15/09, Zulkarnain Kahar <[email protected]> wrote: From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Terima Kasih To: [email protected] Date: Sunday, March 15, 2009, 8:03 AM Jam empat sore, bis menuju Air Port Lagos mulai begerak meninggalkan kantor di Victoria Island didepan kami mobil pikup dengan pengawal bersenjata lengkap dibelakang juga begitu. Pelan bergerak merayap ditengah kemacetan Ibu Kota Nigeria. Satu setegah jam didalam bis yang tertutup horden tak bisa melihat keluar walau aku sesekali mengintip juga dengan mencuri curi , aku terbayang ketika naik mobil polisi meuju penjara pudu di Malaysia 26 tahun yang lalu akibat berkelahi di pusat pasar Chowkit Kuala Lumpur duduk diam merenugi jalan nasib walau tak sempat dijatuhi hukuman tapi aku sudah mendekam sembilan bulan sebagai tahan kejaksaan mereka karena tak mampu membayar jaminan. Ketika pintu bis terbuka aku turun dan disambut oleh kawan yang akan melancarkan process keberangkatan. Setelah melalui antrian yang dipersigkat oleh pengurus, aku tinggal berhadapan dengan loket Penerbangan BA, kuberikan passport ku yang seperti akordeon kata kawan di kantor, karena empat passpor kustepler jadi satu. Semua catatan perjalanan ada disitu. Your name is not on the list, “kata pegawai BA tersebut. Namaku tidak tercamtum dalam daftar nama calon penumpang hari itu. Aku diminta masuk kekantor British Airways. Terjadi lagi komunikasi. Your name on yesterday flight kata nya. Aku melihat itenary ku jelas tercamtum tanggal 13, nomor bangku 13 b, wah ini brangkali implikasi Friday 13. dalam hatiku. Aku tak akan memulai perterngakaran lagi disini, dengan lemah lembut budaya Indonesia, Aku bertanya. Apa pesawat penuh ?. Ya binis class penuh katanya. Kembali aku berkata lagi., ekonomi untuk saya sampai ke london juga tidak apa apa madam. Ini tiket kan full fare bisa dipakai kapan saja. Beliau tak bergeming. Akhrnya aku yang mengalah. Kutelpon agen perjalan yang di US entah siapa yang salah di itenariku jelas jelas tercamtum tanggal 13. Aku tidak mau bertengkar. Pertengkaran hanya akan membuatku susah sendiri. Can you do your best to get me out of here sir?. Setelah bercerita namaku tidak tercantum dalam daftar penumpang. Tanpa ba bi bu sang agen menyuruh ku menuggu sebentar dan tak berapa lama aku dipaggil oleh petugas untuk check in sambil memberiku dua boarding pass.. Entah apa yang dilakukan Agent yang di US aku tidak tahu. Adios Lagos. Setelah boarding teryata bayak sekali bangku kosong di bisnis classnya. Sejak huru hara tahun 2001, berpergian keluar negeri bukanlah hal yang menyenangkan lagi. Pemeriksaan superketat berlaku pada siapa saja, apakah lewat jalaur biasa atau fast track buat penumpang kelas bisnis. Masuk london pagi pagi sekali. Dengan setengah berlari mancari antrian paling depan…ada tiga tempat antrian super panjang di heatrow ini , satu menjelang pemeriksaan boarding pass transit, kemudian menjelang pemeriksaan segala bentuk cairan. Dan terakhir yang agak lama adalah buka sepatu, tali pinggang dan jam tangan harus copot serta laptop dikeluarkan . Hampir satu jam setengah hanya untuk berbaris baris disini. Pesawat koneksi ku ke US jam 10:30 , aku belum tahu di gate berapa. Karena entah kenapa penentuan gate baru diketahui satu jam sebelum keberangkatan pesawat apakah ini urusan sekuriti lagi aku tidak tahu. Coba bayangkan ditengah hiruk pikuk airport sebesar ini yang urusan arah kemana jauh tertinggal dari airport Changi Singapura kita harus berlari lari mengejar waktu. Tak ada tempat merokok disini, akhirnya aku melangkah ke lounge nya BA. Sambil ngopi dan sarapan kedua gratis dan mandi dulu menyegarkan badan. Komputer dan internet gratis di lounge ini tidak bisa ajak chating. Untung lah laptop yang selalu keluar masuk untuk pemerikasaan ini bisa beroperasi dengan free wireless yang tersedia. Berkumandanglah lagu lagu minang dari radio cimbuak disini. Kawan kawan penyiar radio cimbuak melihat ada yang masuk dari United Kingdom, dan memutar lagu Kelok 44 lagu kebangsaan ku kata meraka. Gelas kopi pahitku sudah yang ke empat di tipi yang kelihatan didepanku berita penembakan anak sekolah di jerman masih menjadi topik bahasan hangat mengapa bisa terjadi kata mereka, serta berita manipulasi uang oleh madoff masih dibuat seru oleh wartawan. Akhirnya setelah kelihatan Gate Open signal dilayar kaca informasi untuk pesawat tumpanganku aku mulai berkemas dan sambil berkata thanks you pada petugas lounge BA. Terkadang orang sering lupa sebuah kata terima kasih dan apakabar mampu merubah hari hari buruk kita menjadi sesuatu yang baik untuk kita maupun untuk orang lain. Gate A10e, itulah yang akan kucari. Tidak semudah mencari gate di Singapura tapi kutemukan juga. Aku agak terkejut melihat tulisan” Gate Closed”. Apa pula ini apa sudah ditutup jantungku mulai berdebar kencang. Agak panik juga aku bertanya sama petugas yang berdiri disana. Eh rapuanya belum dibuka. Wah ini satu lagi ketidak seragaman pemberitahuan antara layar tipi pemberitahuan dengan kenyataannya. Satu pelajaran lagi dari Inggris. Kita belajar disiplin dan konsistent dari mereka tapi itu dulu sekarang mugkin kita lebih baik. Dari tiga cluster bisnis class di bagian ku hanya ada dua orang. Ekonomi kelihatan penuh. Kepala kabin menyempatkan diri menyapaku “ If you need any thing please let me know Mr Kahar” katanya. Thanks you I am good. Kataku. Sepanjang perjalan lebih kurang 11 jam terbang berkali kali beliau menawarkan makanan, aku sudah tidak ada selera makan selain kopi ke kopi. Akhirnya pesawat boing bermesin empat roll royce itu mendarat di Houston Texas. Jam setegah empat sore. Antri lagi kali ini super panjang. Ketika tiba giliranku setlelah memberikan passport akordeonku petugas bule yang bernama aroma muslim langsung tersenyum dan berkata “ you know the procedures don’t you?. Yup , kataku. Sejak pertam kali ke amerika ini di tahun 2002 aku sudah termasuk orang harus melewati pemeriksaan kedua wawancara. Dan ini akan terus berulang. Bila aku keluar aku harus melapor dulu. Kemudian aku mengikuti petugas yang membawaku masuk kekantor mereka untuk wawancara. Aku melihat beberapa orang berpassppor Indonesia didalam. Entah kenapa kali ini aku menuuggu agak lama hampir duajam. Orang yang baru masuk sudah pada keluar aku masih duduk mennuggu. Akhirnya namaku dipanggil dan passportku dikembalikan sambil berkata. You are no longger required to report, baik masuk atau keluar.. Tak ada lagi nomor sidik jari tertulis di kertas putih tanda izin tinggal di Amerika itu . Rupanya hujan yang mengguyur houston hari ini membawa berkah bagi ku. Welcome to Amerika. Semoga bermanfaat Zulkarnain Kahar 50+th barumah di JKT, bakampuang ka Maninjau, basuku Malayu, babako ka pikumbuah bakureh dima diparalukan urang. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
