BENANG KUSUTOleh K Suheimi
SEMUA manusia mengharapkan hidup ini indah, bahagia, tenteram dan damai. Namun
tidak semua memperolehnya, ada saja hal-hal yang membikin ruwet. Banyakyang
mengalami kemelut danbenangkusut,bisa-bisa kemelut itu bersumber dari keluarga
dan rumah tangganya, bisa juga berasal dari lingkungan dan tetangganya, dapat
juga berasal daritempat dia bekerja. Tetapi tidakjarang kemelut dan benang
kusut itu berasal dan diciptakannya sendiri. Benang kusut yang dibikinnya
sendiri inilah yang lebih ruwet menyelesaikannya. Orang berkata "kusut benang
cari ke pangkalnya," namun dia tidak pernah menemukan pangkal benang itu, dia
berputar-putar, semakin diselesaikannya, benang itu justru semakin kusut masai.
Satu hari saya menyaksikan seekor serangga terperangkap oleh sarang laba-laba.
Semula
hanya satu saja benang laba-laba itu yang menempel di badannya, dia berusaha
melepaskan dirinya dengan menggerakkan tangan, lalu tangan itu pun terjerat.
Kemudian dia berusaha melepaskan tangan yang terjerat itu dengan mengerakkan
tangan yang lain, tangan yang lain itu pun terikat. Digerakkannya kaki, kaki
itu pun terperangkap. Setiap dia bergerak semakin jauh dia terperangkap,
semakin tidak bisa dia melepaskan diri. Ternyata benang laba-laba yang halus
itu kuat sekali mengikat dirinya. Semakin dia terikat semakin dia cemas,
sehingga serangga itu melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu dan tidak
berguna.
Di saat serangga itu sudah tidak berdaya dan tidak bergerak lagi, datanglah
laba-laba menghampiri mangsanya. Dan waktu laba-laba itu akan menerkam
mangsanya, pada waktu itu pulalah saya mengulurkan sepotong lidi membebaskan
serangga itu dari perangkap laba-laba. Dengan lidi tersebut saya putus
benang-benang yang mengikat seranga itu,
sehingga akhirnya serangga itu bebas dari benang kusut, dia terlepas
cengkeraman maut.
Apa kata serangga sewaktu dia terlepas dari cengkeraman maut? "Untung ada lidi
katanya, lidi yang membebaskan saya dari cengkeraman maut." Serangga tidak
salah berkata demikian, karena memang jangkauan pandangan matanya terbatas
seujung lidi saja, maka dia yakin sekali bahwa yang menolongnya itu hanya
sepotong lidi yang bergerak-gerak. Pandangannya tidak sampai kepada tangan yang
menggerakkan lidi itu, apalagi kepada orang yang menggerakkan lidi, apalagi
kepada otak orang yang sedang menggerakkan lidi, apalagi yang lebih tinggi dan
lebih jauh.
Dalam hidup sering kita menciptakan benang kusut dalam diri sendiri, dan sering
kita tidak menampak jalan keluar untuk menyelesaikan kemelut dan kekusutan itu.
Kadang-kadang kita perlu bertanya kepada orang lain yang dapat melihat pangkal
benang dan dapat membantu menyelesaikannya. Memang menurut beberapa orang
"tidak ada kusut yang tidak terurai dan tidak ada kemelut yang tidak selesai."
Untuk semua itu perlu saluran untuk menyelesaikannya. Benang yang kusut perlu
disalurkan agar bisa selesai. Salah satu cara untuk menyalurkan kekusutan itu
adalah mencari teman yang dapat dipercaya yang bisa mencurahkan segala perasan
dan persoalan, teman yang bisa mendengar dengan baik. Kalau kekusutan dan
kemelut sudah tersalurkan, maka yang tinggal hanya sisa-sisa saja yang Insya
Allah dapat diselesaikan.
Jika seseorang berhasil keluar dari benang kusut, janganlah mengira bahwa
kekusutan itu dia sendiri yang menyelesaikan. Banyak pihak yang ikut membantu
menyelesaikan, jangan dilupakan bahwa yang menyelesaikan benang kusut itu
dengan tuntas, ada di atas sana. Kepada-Nya lah kita ucapkan terima kasih dan
kepada-Nyalah kita bersyukur, karena Dia telah membukakan jalan dan menolong
hamba-Nya.
Orang yang sedang ditimpa kekusutan, kemelut dan tidak
menampak jalan, mengakibatkan dia letih dan. lelah. Melalui tulisan ini ingin
kita memanggil: "wahai orang-orang yang letih, wahai orang-orang yang lelah,
kembalilah. kepada-Nya, akan dibuka-Nya rahasia besar dan terlindung yang
selama ini engkau tidak ketahui, sekali-kali Dia tidak akan mengecewakanmu."
Seperti firman suci-Nya: "Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia
memohon pertolongan. kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian
apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan
yang pernah dia doakan kepada Allah untuk menghilangkannya sebelum itu," (surat
Az Zumar ayat 8)
Maka selalu disuruh kita hanya menyembah kepada Allah semata, dan hanya pada
Allah saja tempat kita minta pertolongan, seperti firman-Nya: "Hanya Engkaulah
yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan," (surat
Al-Faatihah ayat 5).
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---