ES MAMBO
Oleh : K Suheimi 
 
SAYA tidak tahu kenapa namanya Es Mambo, mungkin karena warna warninya  
bermacam-macam, bagaikan mambo, entahlah. Hampir semua orang menyebutnya dengan 
Es Mambo. Yang saya tahu Es  Mambo ini  dulu  namanya Es Balang Torpedo, karena 
waktu  kecil  ketika duduk kelas 4 Sekolah Dasar saya adalah salah seorang 
penjaja Es Balang  Torpedo.  Setiap  hari saya jojokan  dan  saya  teriakkan: 
"Belilah es balang torpedo, dimakan ciek duo taraso." Memang bagi siapa yang 
makan Es Balang Torpedo akan menikmati 2 rasa,  karena masing-masing es itu 2 
warna dan 2 rasa. Ada kacang hijau  dengan durian.  Ada lemon dengan alpukat 
dan bermacam-macam lagi  rasanya. 
Begitulah masa kecil saya isi dengan berjualan Es Balang Torpedo. Sewaktu  
pulang  sekolah saya pergi ke Aur  Tajungkang,  Bukittinggi, di
 sana  ada  fabrik es. Saya tenteng 2 buah  termos  yang  berisi kira-kira 
30-40 buah Es Balang Torpedo. Saya telusuri jenjang 40, terus  ke Kebun 
Binatang, berputar ke bawah Jam Gadang,  kemudian terus ke Benteng dan 
Panorama. Di mana banyak anak-anak berkumpul, di sana pula saya 
berteriak-teriak menjojokan: "Es balang torpedo, dimakan ciek duo taraso." Di 
saat kita menikmati rasa  kacang hijau, dan pada saat yang sama kita bisa 
menikmati rasa  durian. Kadang-kadang  es  itu saya benamkan dalam minyak  
masak.  Minyak yang  melekat  pada es itu akan membeku, dan betapa  lezatnya  
es balang torpedo yang diliputi minyak manis, seperti memakan lemak yang sudah 
membeku dan sekaligus terasa durian dan kacang hijau. 
Saat  cuaca baik dan udara panas biasanya sampai sore  semua es  yang ada dalam 
dua termos itu pun habis terjual.  Tetapi  sering juga   yang habis terjual 
hanya  satu  termos,  dan sisanya dikembalikan lagi ke pabrik. Untunglah si 
empunya 
 pabrik itu  baik hati, berapa pun es yang dipulangkan atau ada  es  yang 
sompeng  atau  rusak sewaktu orang memilih, tetap  saja  dia  mau menerima dan 
menghitung dengan penuh. 
Satu kali seorang teman saya, sama-sama penjaja es,  sewaktu mendaki  jenjang 
40, tergelincir dan terjatuh, termos esnya  terhempas dan pecah. Dari luar 
tampaknya termosnya masih utuh,  tetapi di dalamnya kacanya hancur lebur  
berderai  bercampur dengan  es-es  yang rusak. Dia cemas, takut  dan  khawatir. 
 Untunglah  toke yang punya pabrik es itu, bijaksana dan penuh  pengertian.  
Memang termos yang pecah itu harus diganti, cuma  cara penggantiannya  boleh  
dicicil dari penghasilan,  setiap  hari  dipotong sekian persen. Jadi bagi yang 
bersalah dan ditimpa  kemalangan  tidak begitu berat mengangsurnya dan dia  
tidak  di-PHK-kan   dan  tidak diberhentikan dan  tidak  perlu  kehilangan 
pekerjaan.  Kelonggaran  yang diberikan oleh si  empunya  fabrik sangat  
melegakan kami yang
 menjajakan esnya.
Hari  ini saya teringat akan bos atau si empunya pabrik  es, dia telah membina 
kami dan dia tidak memarahi kami sewaktu  bersalah, dia mencarikan jalan yang 
tepat, termosnya yang pecah  tetap diganti, tetapi yang mengganti tidak 
merasakan sebagai beban  yang berat, bahkan mereka makin bergiat dan berusaha 
untuk  secepatnya dapat  melunasi utang dan kewajibannya. Sikap mau  menerima 
semua  es  yang tidak laku dan rusak, mau  menerima  termos  yang pecah  dan 
menggantinya dengan termos yang baru  dengan  menambah  kewajiban  baru, 
merupakan sikap yang terpuji. Sikap-sikap seperti itulah yang seharusnya  
diperlihatkan oleh  induk  semang,  yang menyebabkan anak buah  dan  kami  yang 
kecil-kecil  ini  merasa terlindung dan  merasa  tertolong  dalam memikul 
beban. 
Saya  jenjeng juga kedua termos itu, saya teriakkan juga  es balang torpedo, 
saya lirik terus di mana anak-anak pada mengumpul, saya  saksikan  betapa  
nimatnya mereka 
 menjilat-jilat  es  yang sekali jilat terasa dua. Apalagi kalau es itu sebelum 
dimakan dibenamkan  dulu  ke dalam minyak, minyak itu  akan  membeku  terasa 
seperti keju dan lemak. Ah, masa kecil yang indah. Indah bagi yang memakan  es 
dan indah pula bagi si penjojo es. Saya  kenang  masa kecil  itu.  Es  dengan 
segala rahmat dan  nikmat-Nya.  Es  dengan segala  kesukacitaannya.  
Dan saya  ingat  akan  sebuah  firman suci-Nya   tentang  es yang dikirim-Nya 
dan  dijatuhkan-Nya  dari langit  untuk  orang-orang yang dikehendaki-Nya: 
"Tidakkah kamu melihat bahwa  Allah  mengarak  awan,  kemudian mengumpulkan  
antara  (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka 
kelihatanlah olehmu hujan  keluar  dari celah-celahnya dan  Allah  (juga)  
menurunkan (butiran-butiran) es dari langit. (Yaitu) dari (gumpalan-gumpalan  
awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu 
kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan
 dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu 
hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Surat An Nuur ayat 43).




      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke