Rekan2 sekalian, 

Selepas perjalanan panjang,  8 jam naik pesawat, menembus awan, melintas 
samudra hindia yg luas membiru sampai ke kaki langit. Sampailah pula ke negeri 
padang pasir , Uni Arab Emirate. Ketika menginjakkan kaki di abu dhabi 
international airport, kita akan  melihat sebuah  hal yg berbeda dari negara 
padang pasir arab ini, bandara nya maju dan ramai, dan penuh dg orang dari 
berbagai kebangsaan, benar2 sebuah international airport. 
 
Abu dhabi, tak seperti kota arab lain nya, ternyata ini  beda, kotanya maju, 
rapih, bersih dan indah, bagaikan kota  singapura saja, yg lebih hebat lagi 
adalah kota dubai, kota
 tetangganya abu dhabi, yg lebih maju dan besar dan saat ini  sedang dibangun 
gedung tertinggi di dunia. Kota2 ini jauh  lebih maju dibanding Jakarta atau 
bdg, walau ukuran nya  lebih kecil.
 
Penduduknya juga hanya 21 % lokal arab, selebihnya para  pendatang, bahasa  
sehari2 inggris, jadi spt lagi di amerika atau eropa saja.   Kebanyakan 
pendatang dari Negara arab sekitar, dan asia  selatan spt India, Pakistan, 
Bangladesh, filipina dan org2  eropa dll.

Di Kota abu dhabi saja katanya ada org dari 200 negara, di  tempat saya kerja 
saja ada 42 kebangsaan, jadi teman kerja kita  dari berbagai bangsa.

UAE dimana Abu Dhabi, menjadi ibu kotanya, adalah salah satu negara terkaya dan 
termaju di timur tengah. Negaranya terbuka dan maju, sehingga banyak pendatang 
yg tinggal disini.

Berikut sedikit cerita dari Abu Dhabi, kota taman di padang pasir timur tengah, 
semoga bermanfaat

http://hdmessa.wordpress.com/2009/03/19/abu-dhabi-garden-city-of-middle-east/

salam rindu dari padang pasir Abu Dhabi
Hendra M
http://hdmessa.wordpress.com

----------------

Kalau jalan2 di kota abu dhabi, kita seperti sedang  berkeliling dunia, di 
sebelah sana ada toko nya org Lebanon,  di sana ada org Pakistan berjualan 
kain, disana ada toko
 mebel org Yugoslavia dll. Kalau ke rumah sakit, ketemu  perawat org Filipina, 
receptionistnya gadis eropa timur, dokternya dari perancis dan mesir, office 
boy nya dari Bangladesh.

 Makanan nya pun beragam, biasanya saya makan di restoran  Filipino atau nasi 
hudori nya org Pakistan ( pokoknya yg  ada menu nasinya ) . Ada juga restoran 
Indonesia disini,
 namanya restoran bandung dan sari rasa. Pelayan nya org  bandung, waktu makan, 
diputar lagu2 sunda, wah spt di tanah  priangan wae…
 
Ada pengalaman lucu waktu makan di restoran Filipina, saya disangka org 
Filipina dan dipanggil “kabayan” , loh apa dia tahu saya dari bandung terus 
dipanggil kabayan lagi apa saya org kampung yg baru masuk kota spt si kabayan, 
tersinggung juga euy…
Saya Tanya teman Filipino apa maksudnya nya, ternyata kabayan adalah panggilan 
akrab utk sesama org Filipina, artinya org se daerah kita juga ( batur urang 
oge, urang awak juo ) , karena disangkanya saya org Filipina juga , eleh2 baru 
tahu geuningan.

 Kalau naik biskota, dengar ring tone hp nya pun , kita bisa  nebak orng mana, 
mulai dari musik India, Pakistan, sampai  lagu Filipino. Omongan nya pun 
macem2, begitu pula model pakaian nya

Kebanyakan pendatang disini adalah orang India, Pakistan,  Filipina dan negara2 
arab sekitar spt mesir, libanon,  palestina, iran, turki dll, serta banyak juga 
org eropa
 timur, spt Uzbekistan, armenia dll.
 
 Udaranya di bulan maret ini juga lagi sejuk, 20 derajat, siang spt di bandung  
kalau malam spt di  pangalengan saja. ( baru tahu ternyata  di padang pasir tak 
selamanya panas, nanti musim panas bulan  juni-agustus, bisa sampai 40 derajat 
saat desember kemarin, bahkan dingin sekali  sampai 10 derajat celcius )
 
 disini walau Negara arab, tapi beda dg Saudi, lebih  terbuka, toleran dan  
liberal. Mereka menghargai para pendatang spt kita org  Indonesia, tak  
direndahkan.
 
 Perempuan sangat dihargai disini, walau pakaian nya bebas,  mulai dari org 
arab yg pakai abaya dan cadar, sampai para  wanita eropa dan Filipina yg 
berpakain pendek. Atau bahkan  para gadis arab Lebanon yg penampilan dan 
pakaian nya  aduhai….
 
 Tapi hati2 disini jangan coba2 ganggu perempuan, jangankan  mencolek, suit, 
bahkan walau hanya melirik bisa ditangkap  polisi dan di deportasi.  Para pria 
yg suka larak lirik (
 ngeceng ) harus hati2 kalau jalan di mall2 disini, sudah  pasti lah di dieu 
mah loba nu gareulis pisan, sembarang  larak lirik atau pelecehan lain nya, 
bisa2 ditangkap polisi.
 
 Walau tengah malam sekalipun, di tengah kota, wanita bebas  berjalan tanpa ada 
yg menganggu, aman disini mah.
 
 dalam bis kota juga wanita di utamakan, bila ada wanita ,  penumpang laki  
mempersilakan mereka utk duduk.
 
 walau negara arab, agama selain islam pun dihargai disini,  ada juga bangunan 
tempat ibadah agama2 lain.
 
 ekonomi nya maju, bisnis tetap ramai, spt tak kena krisis  finansial saja,  
kabarnya Dubai dan Abu dhabi, jadi alternatif pusat  finansial dunia, stlah 
kota2 eropa dan amerika kena krisis  dunia tsb. Walau ada terkena dampak krisis 
ekonomi juga, tapi nampaknya tak begitu kentara disini. Dubai yg pembangunan 
nya lebih agresif kabarnya, agak terkena dampak juga, tapi abu dhabi yg lebih 
konservatif dalam pengelolaan ekonomi lebih stabil.
 
 tak akan kita lihat pengemis, anak jalanan, gelandangan  atau pengangguran yg 
nongkrong di pinggir jalan, dikota ini  bisa dikata tak ada pengangguran.
 
 orang2 yg kaya dan makmur ialah org lokal emirat, tak ada  yg hidup miskin, 
gajinya pun lebih besar dari pendatang,  Untuk posisi yg sama, org local dapat 
gaji lebih tinggi dari pendatang.
Pelajaran utk kita di Indonesia, betapa kita sangat menghargai orang asing, 
tapi merendahkan penduduk setempat. sebaliknya dg indonesia ,org lokal miskin 
dan hidup susah, tapi para pendatang ( expatriat ) hidup mewah di digaji  
besar. Bisa dikata di Indonesia, kita masih dalam penjajahan, karena penduduk 
setempat ( org Indonesia asli hidup lebih menderita daripada pendatang )

 disini penduduk setempat ( lokal ) dan perempuan, sangat  dihargai dan 
ditinggikan martabatnya,tapi pendatang pun tak  dilecehkan dan dihormati juga.
 
 Hal lain yg mengherankan kalau mengenai kota di negeri  padang pasir ini, yg 
mana bayangan kita sebelumnya ialah  gersang, ternyata kota abu dhabi ini 
begitu hijau, banyak
 taman dimana2 dg pohon2 nya yg rindang. Pinggir pantainya  pun dibuat taman yg 
begitu indah dg bunga berwarna warni,  ada track utk jalan kaki di pinggir 
pantai.
 
 Saya coba liat bagaimana caranya di tengah padang pasir yg  jarang turun hujan 
ini bisa banyak taman dg pohon2 nya,  ternyata , mereka membeli tanah sebagai 
lapisan atasnya dan  di tiap taman atau pohon ada selang air yg selalu  
menyiramkan air. Selain itu selalu ada petugas yg menyirami  dan mengurus 
taman, biasanya org Bangladesh. Tak hanya
 didalam kota, sampai ke luar kota, di pinggir jalan sampai  puluhan kilometer 
di pinggir jalan mereka menanam pohon dan  memasang selang air utk menyiram 
pohon2 tsb, karena jarang sekali hujan disini.

Walau jarang hujan, tak ada sungai atau danau, tapi air begitu mudah didapat, 
setiap rumah pasti mendapat saluran air ledeng, pohon dan taman2 selalu 
disirami air. 
Jadi teringat saat tinggal di Bandung, dimana sering hujan, banyak sungai, 
danau, dan dekat pegunungan, tapi tetap saja susah dapat air bersih, hanya 
sebagian rumah yg dapat saluran air ledeng, dan kalaupun mengalir di malam hari 
saja, itupun belum tentu besar pula aliran nya. 

Negeri Indonesia, adalah negeri yg makmur dan dikarunia banyak nikmat alam, 
tapi mengapa kita jadi hidup sengsara, banyak air, tapi susah dapat air bersih 
? , 
Padahal negeri di tengah padang pasir yg susah air ini, bisa menyediakan air 
bersih bagi semua penduduknya,  apa yg salah ?

Plant dan pemukiman karyawan petrokimia di luar  kota abu dhabi dimana saya 
berada juga berada di tengah  padang pasir, tapi akan kaget kita melihatnya 
betapa di
 tengah padang pasir ada pohon2 rindang dan taman2 dg bunga  berwarna warni. 
Saat berada di dalam nya saya serasa sedang  berada di pangalengan saja, 
padahal itu di tengah gurun  pasir yg gersang.
 
 Ingat pangalengan dan sekitar bandung, suka sedih, betapa
 mudahnya org membuka lahan dan menebang pohon, sehingga
 bukit2 pun jadi gersang, org Indonesia sudah diberi nikmat
 alam yg subur dan indah, tapi kita malah merusak nya. Disini
 , ketahuan merusak tanaman atau bahkan hanya memetik bunga,  bisa kena denda 
besar.
 
 Kalau dulu di pangalengan, saya sering berjalan pagi ke  tempat kerja lewat 
kebun teh dan hutan pinus, yg diatasnya  melintas riang gembira burung bersayap 
kuning, disini saya  pergi ke tempat kerja , jalan kaki  lewat jalan di pinggir 
 pantai yg dikelilingi taman yg indah dan di atasnya  berterbangan burung camar 
laut.., romantis sekali…
 
Waktu meninggalkan gunung wayang windu bandung selatan di tengah kebun teh yg 
indah permai, ke padang  pasir di ujung dunia sana, orang pada bilang saya 
seperti
meninggalkan surga menuju “neraka” padang pasir , tapi  ternyata disini saya 
seperti masuk ke “surga” di tengah  padang pasir. 

Tapi walau bagaimana pun enaknya di negeri orang, tetap lah lebih nyaman berada 
di negeri sendiri, banyak pula keuntungan2 saat berada di Indonesia yg tak bisa 
dirasakan disini, banyak hal yg telah lama kita rasakan di Indonesia sejak 
kecil, serasa hilang disini, tetap ada kerinduan yg dalam terhadap Indonesia 
dan orang2 nya, negeri kita tercinta, walau bagaimana pun keadaan nya.

Jalan nasib tiap org berbeda beda, bila nyaman di Indonesia, nikmatilah , semua 
ada kebaikan nya, Allah maha tahu yg terbaik bagi setiap makhluknya.



      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke