Angku Hendra Massa,

Sudah lama tak muncul di Lapau, kadang-kadang saya bertanay di dalam hati di 
mana Angku Hendra sekarang. MakNgha senang sekali membca Abu Dabi dengan 
laporan pandangan mata yang agak detail. Saya ingat sejenak dengan Abu Dhabi 
Ariport waktu stop over dengan Garuda menuju Amsterdam dan via Abu Dhabi dan 
Frankfurt di tahun 1986. Memang Airportnja waktu itu saya rasa sangat unik 
terasa kita jauh dari Halim airport, Indonesia. Juga terasa unik dibandingkan 
dengan San Francisco, Narita, dan Changi Airports yang saya jalani sebelumnya.

Terima kasih banyak untuk postingnya yang membuat saya mampir ke Website yang 
penuh sumber pengalaman Angku Hendra. Saya ucapkan selamt atas perjalanan hidup 
dan karir yang bervariasi. Semoga sukses diana pun bumi dipijak.

Kalau saya tidak salah Angku Hendra pernah membuatkan Peta Palembayan meliputi 
Tantaman, Alahananggang,dan Kotoalam. Sayangnya daerah barat kabupaten Agam 
terlipun awan tebal di google Earth. Mudah-mudahan awan itu dapet dibersihkan 
mereka sehingga kita bisa turun naik gogle earth di daerah itu dengan jelas. 
Saya sudhaminta mereka tambah bersihkan, tetapi yangaru bersih adalah antara 
pinggir timur Palembayan sekitar Bukittinggi sammpai ke dekat-dekat Biaro.

Salam,
--MakNgah  

--- In [email protected], Hendra Messa <hdme...@...> wrote:
>
> 
> 
> Rekan2 sekalian, 
> 
> Selepas perjalanan panjang,  8 jam naik pesawat, menembus awan, melintas 
> samudra hindia yg luas membiru sampai ke kaki langit. Sampailah pula ke 
> negeri padang pasir , Uni Arab Emirate. Ketika menginjakkan kaki di abu dhabi 
> international airport, kita akan  melihat sebuah  hal yg berbeda dari negara 
> padang pasir arab ini, bandara nya maju dan ramai, dan penuh dg orang dari 
> berbagai kebangsaan, benar2 sebuah international airport. 
>  
> Abu dhabi, tak seperti kota arab lain nya, ternyata ini  beda, kotanya maju, 
> rapih, bersih dan indah, bagaikan kota  singapura saja, yg lebih hebat lagi 
> adalah kota dubai, kota
>  tetangganya abu dhabi, yg lebih maju dan besar dan saat ini  sedang dibangun 
> gedung tertinggi di dunia. Kota2 ini jauh  lebih maju dibanding Jakarta atau 
> bdg, walau ukuran nya  lebih kecil.
>  
> Penduduknya juga hanya 21 % lokal arab, selebihnya para  pendatang, bahasa  
> sehari2 inggris, jadi spt lagi di amerika atau eropa saja.   Kebanyakan 
> pendatang dari Negara arab sekitar, dan asia  selatan spt India, Pakistan, 
> Bangladesh, filipina dan org2  eropa dll.
> 
> Di Kota abu dhabi saja katanya ada org dari 200 negara, di  tempat saya kerja 
> saja ada 42 kebangsaan, jadi teman kerja kita  dari berbagai bangsa.
> 
> UAE dimana Abu Dhabi, menjadi ibu kotanya, adalah salah satu negara terkaya 
> dan termaju di timur tengah. Negaranya terbuka dan maju, sehingga banyak 
> pendatang yg tinggal disini.
> 
> Berikut sedikit cerita dari Abu Dhabi, kota taman di padang pasir timur 
> tengah, semoga bermanfaat
> 
> http://hdmessa.wordpress.com/2009/03/19/abu-dhabi-garden-city-of-middle-east/
> 
> salam rindu dari padang pasir Abu Dhabi
> Hendra M
> http://hdmessa.wordpress.com
> 
> ----------------
> 
> Kalau jalan2 di kota abu dhabi, kita seperti sedang  berkeliling dunia, di 
> sebelah sana ada toko nya org Lebanon,  di sana ada org Pakistan berjualan 
> kain, disana ada toko
>  mebel org Yugoslavia dll. Kalau ke rumah sakit, ketemu  perawat org 
> Filipina, receptionistnya gadis eropa timur, dokternya dari perancis dan 
> mesir, office boy nya dari Bangladesh.
> 
>  Makanan nya pun beragam, biasanya saya makan di restoran  Filipino atau nasi 
> hudori nya org Pakistan ( pokoknya yg  ada menu nasinya ) . Ada juga restoran 
> Indonesia disini,
>  namanya restoran bandung dan sari rasa. Pelayan nya org  bandung, waktu 
> makan, diputar lagu2 sunda, wah spt di tanah  priangan wae…
>  
> Ada pengalaman lucu waktu makan di restoran Filipina, saya disangka org 
> Filipina dan dipanggil “kabayan” , loh apa dia tahu saya dari bandung terus 
> dipanggil kabayan lagi apa saya org kampung yg baru masuk kota spt si 
> kabayan, tersinggung juga euy…
> Saya Tanya teman Filipino apa maksudnya nya, ternyata kabayan adalah 
> panggilan akrab utk sesama org Filipina, artinya org se daerah kita juga ( 
> batur urang oge, urang awak juo ) , karena disangkanya saya org Filipina juga 
> , eleh2 baru tahu geuningan.
> 
>  Kalau naik biskota, dengar ring tone hp nya pun , kita bisa  nebak orng 
> mana, mulai dari musik India, Pakistan, sampai  lagu Filipino. Omongan nya 
> pun macem2, begitu pula model pakaian nya
> 
> Kebanyakan pendatang disini adalah orang India, Pakistan,  Filipina dan 
> negara2 arab sekitar spt mesir, libanon,  palestina, iran, turki dll, serta 
> banyak juga org eropa
>  timur, spt Uzbekistan, armenia dll.
>  
>  Udaranya di bulan maret ini juga lagi sejuk, 20 derajat, siang spt di 
> bandung  kalau malam spt di  pangalengan saja. ( baru tahu ternyata  di 
> padang pasir tak selamanya panas, nanti musim panas bulan  juni-agustus, bisa 
> sampai 40 derajat saat desember kemarin, bahkan dingin sekali  sampai 10 
> derajat celcius )
>  
>  disini walau Negara arab, tapi beda dg Saudi, lebih  terbuka, toleran dan  
> liberal. Mereka menghargai para pendatang spt kita org  Indonesia, tak  
> direndahkan.
>  
>  Perempuan sangat dihargai disini, walau pakaian nya bebas,  mulai dari org 
> arab yg pakai abaya dan cadar, sampai para  wanita eropa dan Filipina yg 
> berpakain pendek. Atau bahkan  para gadis arab Lebanon yg penampilan dan 
> pakaian nya  aduhai….
>  
>  Tapi hati2 disini jangan coba2 ganggu perempuan, jangankan  mencolek, suit, 
> bahkan walau hanya melirik bisa ditangkap  polisi dan di deportasi.  Para 
> pria yg suka larak lirik (
>  ngeceng ) harus hati2 kalau jalan di mall2 disini, sudah  pasti lah di dieu 
> mah loba nu gareulis pisan, sembarang  larak lirik atau pelecehan lain nya, 
> bisa2 ditangkap polisi.
>  
>  Walau tengah malam sekalipun, di tengah kota, wanita bebas  berjalan tanpa 
> ada yg menganggu, aman disini mah.
>  
>  dalam bis kota juga wanita di utamakan, bila ada wanita ,  penumpang laki  
> mempersilakan mereka utk duduk.
>  
>  walau negara arab, agama selain islam pun dihargai disini,  ada juga 
> bangunan tempat ibadah agama2 lain.
>  
>  ekonomi nya maju, bisnis tetap ramai, spt tak kena krisis  finansial saja,  
> kabarnya Dubai dan Abu dhabi, jadi alternatif pusat  finansial dunia, stlah 
> kota2 eropa dan amerika kena krisis  dunia tsb. Walau ada terkena dampak 
> krisis ekonomi juga, tapi nampaknya tak begitu kentara disini. Dubai yg 
> pembangunan nya lebih agresif kabarnya, agak terkena dampak juga, tapi abu 
> dhabi yg lebih konservatif dalam pengelolaan ekonomi lebih stabil.
>  
>  tak akan kita lihat pengemis, anak jalanan, gelandangan  atau pengangguran 
> yg nongkrong di pinggir jalan, dikota ini  bisa dikata tak ada pengangguran.
>  
>  orang2 yg kaya dan makmur ialah org lokal emirat, tak ada  yg hidup miskin, 
> gajinya pun lebih besar dari pendatang,  Untuk posisi yg sama, org local 
> dapat gaji lebih tinggi dari pendatang.
> Pelajaran utk kita di Indonesia, betapa kita sangat menghargai orang asing, 
> tapi merendahkan penduduk setempat. sebaliknya dg indonesia ,org lokal miskin 
> dan hidup susah, tapi para pendatang ( expatriat ) hidup mewah di digaji  
> besar. Bisa dikata di Indonesia, kita masih dalam penjajahan, karena penduduk 
> setempat ( org Indonesia asli hidup lebih menderita daripada pendatang )
> 
>  disini penduduk setempat ( lokal ) dan perempuan, sangat  dihargai dan 
> ditinggikan martabatnya,tapi pendatang pun tak  dilecehkan dan dihormati juga.
>  
>  Hal lain yg mengherankan kalau mengenai kota di negeri  padang pasir ini, yg 
> mana bayangan kita sebelumnya ialah  gersang, ternyata kota abu dhabi ini 
> begitu hijau, banyak
>  taman dimana2 dg pohon2 nya yg rindang. Pinggir pantainya  pun dibuat taman 
> yg begitu indah dg bunga berwarna warni,  ada track utk jalan kaki di pinggir 
> pantai.
>  
>  Saya coba liat bagaimana caranya di tengah padang pasir yg  jarang turun 
> hujan ini bisa banyak taman dg pohon2 nya,  ternyata , mereka membeli tanah 
> sebagai lapisan atasnya dan  di tiap taman atau pohon ada selang air yg 
> selalu  menyiramkan air. Selain itu selalu ada petugas yg menyirami  dan 
> mengurus taman, biasanya org Bangladesh. Tak hanya
>  didalam kota, sampai ke luar kota, di pinggir jalan sampai  puluhan 
> kilometer di pinggir jalan mereka menanam pohon dan  memasang selang air utk 
> menyiram pohon2 tsb, karena jarang sekali hujan disini.
> 
> Walau jarang hujan, tak ada sungai atau danau, tapi air begitu mudah didapat, 
> setiap rumah pasti mendapat saluran air ledeng, pohon dan taman2 selalu 
> disirami air. 
> Jadi teringat saat tinggal di Bandung, dimana sering hujan, banyak sungai, 
> danau, dan dekat pegunungan, tapi tetap saja susah dapat air bersih, hanya 
> sebagian rumah yg dapat saluran air ledeng, dan kalaupun mengalir di malam 
> hari saja, itupun belum tentu besar pula aliran nya. 
> 
> Negeri Indonesia, adalah negeri yg makmur dan dikarunia banyak nikmat alam, 
> tapi mengapa kita jadi hidup sengsara, banyak air, tapi susah dapat air 
> bersih ? , 
> Padahal negeri di tengah padang pasir yg susah air ini, bisa menyediakan air 
> bersih bagi semua penduduknya,  apa yg salah ?
> 
> Plant dan pemukiman karyawan petrokimia di luar  kota abu dhabi dimana saya 
> berada juga berada di tengah  padang pasir, tapi akan kaget kita melihatnya 
> betapa di
>  tengah padang pasir ada pohon2 rindang dan taman2 dg bunga  berwarna warni. 
> Saat berada di dalam nya saya serasa sedang  berada di pangalengan saja, 
> padahal itu di tengah gurun  pasir yg gersang.
>  
>  Ingat pangalengan dan sekitar bandung, suka sedih, betapa
>  mudahnya org membuka lahan dan menebang pohon, sehingga
>  bukit2 pun jadi gersang, org Indonesia sudah diberi nikmat
>  alam yg subur dan indah, tapi kita malah merusak nya. Disini
>  , ketahuan merusak tanaman atau bahkan hanya memetik bunga,  bisa kena denda 
> besar.
>  
>  Kalau dulu di pangalengan, saya sering berjalan pagi ke  tempat kerja lewat 
> kebun teh dan hutan pinus, yg diatasnya  melintas riang gembira burung 
> bersayap kuning, disini saya  pergi ke tempat kerja , jalan kaki  lewat jalan 
> di pinggir  pantai yg dikelilingi taman yg indah dan di atasnya  berterbangan 
> burung camar laut.., romantis sekali…
>  
> Waktu meninggalkan gunung wayang windu bandung selatan di tengah kebun teh yg 
> indah permai, ke padang  pasir di ujung dunia sana, orang pada bilang saya 
> seperti
> meninggalkan surga menuju “neraka” padang pasir , tapi  ternyata disini saya 
> seperti masuk ke “surga” di tengah  padang pasir. 
> 
> Tapi walau bagaimana pun enaknya di negeri orang, tetap lah lebih nyaman 
> berada di negeri sendiri, banyak pula keuntungan2 saat berada di Indonesia yg 
> tak bisa dirasakan disini, banyak hal yg telah lama kita rasakan di Indonesia 
> sejak kecil, serasa hilang disini, tetap ada kerinduan yg dalam terhadap 
> Indonesia dan orang2 nya, negeri kita tercinta, walau bagaimana pun keadaan 
> nya.
> 
> Jalan nasib tiap org berbeda beda, bila nyaman di Indonesia, nikmatilah , 
> semua ada kebaikan nya, Allah maha tahu yg terbaik bagi setiap makhluknya.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke