Iyo lain rancak nagari urang, lain lo kamek nagari awak. Lain lo lamak Amak Si 
Doland lainyo, kampuah ubi parancih. Lain lo ringan tangkai pangkua, asiang lo 
barek tangkai pena. Ambo pernah sakali singgah di Dubai ko, dalam perjalanan jo 
Aeorflot vlieg maatschappij dari Jakarta ka Moscow. Wakatu masuak ka ariport 
tadanga banyak "urang mandoa" dalam bahaso Arab. Ambo lah manampuang tangan 
sajo maamin. Kudian baru tahu bahaso itu pengumuman pesawat take off jo 
landing. Ampia ditinggakan Aeroflot ambo nan nak cigin manuju ka Shremetevo 
airport, Moscow.
 
Batua gambaran nan dipostiangan di lapau ko: negara2 arab lah dilanda sistem 
ekonomi kapitalis. Bahkan labiah hebat lo dari Eropa lai, dari ma kapitalih ko 
mulai tumbuah. Prinsipnyo: balanjolah! balanjolah! paikan kepeang sabanyak2nyo! 
Kalau di kota Dubai jo Abu Dhabi iyo bakilek.. Tapi di desa2 nun jauh di 
pelosok2nya a kolah nan tajadi. TV2 Eropa acok menayangkan anak padusi maiduang 
kuciang di Arab nan dijua dek ayahnyo ka laki2 tuo kayo pambayia utang.  
 
Antahlah. Salah satu prinsip utamo sistem kapitalih: MEMPERTAHANKAN SENTIMEN 
PASAR. Aratinyo....nafsu balanjo urang banyak ko taruih dijago. Ado surang 
kawan ambo (padusi) nan lah kanai pinyakik barek dek mitos sentimen pasar ko. 
Ampia tiok hari nyo ajak kawan2 ka pasa: "Eh ke pasar yuk, lagi diskon 
besar2an", kecek e. Jawek ambo: "Diskon tu tatap ado di toko2 mah 365 hari 
sataun".
 
Bak kecek2 artetek di Kompas kapatang "Menimbang sistem kapitalis". 
 
Salam,
suryadi
 

--- Pada Jum, 20/3/09, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> menulis:


Dari: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] Fwd: DUBAI
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 20 Maret, 2009, 6:25 AM



Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Dek mambaco carito angku Hendra pakaro Abu Dhabi, takana pulo carito pajalanan 
ambo ka Dubai tahun 2007. Ditambah lo jo gambar bangunan paliang tinggi nan 
sadang dibuek urang. Maaf agak gadang saketek dari pado limit quota.
 
Wassalamu'alaikum
 
M.D.Saib St. Lembang Alam
Asal: Koto Tuo - Balai Gurah - Bukit Tinggi
58 th / Jatibening - Bekasi


Bahagian dari cerita Melawat Ke Dubai dan Istambul (Agustus 2007). Nan langkok 
bisa dicaliak di www.palantalembangalam.blogspot.com tag Cerita Perjalanan

_____________

2. DUBAI

Dubai adalah sebuah negeri yang WAH. Airportnya besar dan moderen. Dengan 
puluhan pesawat terparkir, sebagian besar pesawat Emirat dari kumpulan yang 90 
buah lebih itu. Penerbangan Emirat memang dipusatkan disini. Pemeriksaan 
imigrasi berjalan lancar. Dan cukup banyak orang antri di loket-loket imigrasi 
pada subuh begini. Mungkin orang-orang seperti kami yang akan transit sebentar 
sebelum meneruskan penerbangan ke negeri lain.

Kami sudah ditunggu oleh petugas perjalanan yang akan membawa kami 
melihat-lihat kota Dubai. Begitu keluar dari ruangan bandara, terasa udara 
panas padang pasir.  Mataku melihat sebuah sedan super limosin yang panjangnya 
mungkin mencapai sepuluh meter. Entah Syeikh mana yang punya. Kami menaiki bus 
pariwisata yang akan membawa kami ke sebuah hotel untuk sarapan. Sebenarnya aku 
tidak lapar karena di pesawat kami baru saja mendapatkan sarapan besar. Tapi 
dalam program perjalanan kami rupanya sudah diatur demikian, kami akan mampir 
dulu di hotel Lotus. Lalu lintas masih belum terlalu sibuk di pagi hari itu. 
Hanya dalam beberapa menit kami sudah sampai di hotel yang dimaksud. Meski 
hanya menggunakan fasilitas umum di hotel itu, lumayan juga karena kami dapat 
mencuci muka dan berganti pakaian sebelum sarapan. Menu sarapan dan suasana di 
restoran hotel ini mengingatkanku ke hotel Kakhi  di Jeddah. Anggota rombongan 
terlihat sedikit lebih segar
 sesudah mencuci muka dan berganti pakaian pula. Kami sarapan sambil 
berbincang-bincang santai.  Waktu kami berfoto-foto, dan suasana terlanjur agak 
ramai, kami ditegur petugas hotel. Dia menunjuk ke sebuah pengumuman yang 
melarang memotret di dalam ruangan restoran. Sebagian peserta menggerutu. Aku 
menduga, larangan itu disebabkan karena restoran adalah ruangan semi umum, 
dimana wanita yang bercadarpun bisa masuk dan pastilah mereka membuka cadarnya 
untuk makan dan itu yang dilarang untuk dipotret. Larangan pagi ini rasanya 
disebabkan karena rombongan kami agak sedikit riuh dan ramai. Maklumlah 
rombongan ibu-ibu.

Sesudah sarapan, sekitar jam setengah sembilan waktu Dubai kami dibawa 
berkeliling untuk melihat-lihat. Pemandu wisata kami seorang wanita berasal 
dari Peru - Amerika Selatan. Kami dibawa melalui jalan raya besar di pusat 
kota. Di kiri kanan terlihat bangunan-bangunan tinggi pencakar langit dan 
banyak sekali bangunan-bangunan yang masih dalam tahap pembangunan.

Pemandu kami bercerita tentang Dubai. Negeri yang tadinya dihuni oleh 
sekelompok kecil orang Arab Badui yang mungkin sesudah capek mengembara lalu 
membanting kemudi menjadi nelayan dan penyelam mutiara di tepi pantai teluk. 
Tentang Dubai yang kemudian menjadi satu dari tujuh emirat yang berserikat 
dalam Uni Emirat Arab. Dengan penduduk sekitar dua juta jiwa yang hanya 15 
persen pribumi dan sisanya adalah pekerja pendatang dari India, Pakistan, 
Bangladesh, Korea dan Philipina (dia tidak menyebutkan Indonesia). Tentang 
pembangunan dan pembangunan yang memang ‘gila-gilaan’. Sebuah kota yang konon 
jumlah ‘crane’ (alat pemindah bahan bangunan di pembangunan gedung bertingkat) 
paling banyak saat ini. Tentang sebuah bangunan yang akan menjadi yang 
tertinggi di dunia yang minimum akan 800m tingginya. Akupun bertanya, minimum? 
Memang berapa maksimumnya, apakah tidak ada rencananya? Lalu dijawab, memang, 
800m itu sudah pasti, tapi lebihnya dari 800m
 masih dalam perbincangan.

Dan kami dibawa singgah ke ‘kantor perencanaan kota’ (?). Disini kami lihat 
maket rencana pengembangan kota buatan di pinggir laut yang dibentuk menyerupai 
pohon kurma. Dan ini bukan hanya sekedar maket karena sebagian sudah 
direalisasikan pembangunannya. Mereka menyedot pasir dari laut dalam untuk 
kemudian dijadikan pulau buatan dan pulau itu dibuat menyerupai pohon dan 
pelepah kurma yang di setiap lembaran pelepah dibangun puluhan bangunan 
bertingkat untuk jadi apartemen, perkantoran dan sebagainya. Masya Allah. Dan 
rencana lebih besar adalah membangunan beberapa pohon kurma lagi, sehingga 
besar rangkaian kota buatan itu nantinya, akan lebih besar dari kota Paris.  
Dengan emas semua kemas, dengan padi semua jadi (itu dulu)  dan sekarang dengan 
minyak semua rancak.

Dan tadi di antara bangunan tinggi aku melihat di puncaknya potongan ayat al 
Quran, wa lilLaahi maa fis samaawati wamaa fil ardh. Dan kepunyaan Allah lah 
apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi.

Ini adalah sebuah kota yang sangat ambisius dan sangat WAH (sekali lagi) karena 
taburan petro dollar dari hasil penjualan minyak bumi. Ada pembangunan sarana 
transport kereta bawah tanah (entahlah kalau itu memang perlu) yang 
pemborongnya adalah syarikat Mitshubishi.  Dan pemborong utama 
bangunan-bangunan tinggi dan besar-besar itu adalah syarikat  Al Amar, milik 
pribumi Dubai. Membangun, membangun, membangun dan membangun. Apa saja yang 
tidak akan dibangun. Bahkan, aku melongo mendengarnya, ada bangunan tempat 
bermain ski setinggi empat ratus meter agar pemain ski dapat meluncur 
meliuk-liuk ke bawah. Bermain ski di sebuah ruangan yang dibekukan untuk 
membuat es di tengah cuaca yang elok untuk memanggang. Membangun apa saja. Yang 
bekerja buruh pendatang yang datang dari Asia Selatan dan Asia Timur. Untuk 
penduduk asli disediakan segala kemudahan dan kemudahan. Dari sarana 
pendidikan, pengobatan dan tempat tinggal semua diberikan nyaris cuma-cuma
 kepada penduduk asli.

Dan kami dibawa pula ke pantai. Yang panasnya 45 derajat celcius. Tapi ada juga 
orang yang sanggup berjemur di pantai yang membara itu. Ambisi menjadikan Dubai 
kota wisata campuran barat dan timur di Asia Barat sedang direalisasikan. 
Entahlah kalau orang mau datang berbondong-bondong nanti kesini, bahkan untuk 
berjemur di pantai dibawah cuaca terik seperti ini.

Kami mampir pula ke sebuah super mall. Untuk melihat-lihat. Aku harus merasa 
rendah diri melihat barang-barang yang dipajang di mall dengan harga yang tidak 
mudah dijangkau rupiah. Sebuah sepatu yang biasa-biasa saja harganya di atas 
400 dirham alias sejuta dua ratus ribu rupiah lebih. Di dalam super mall ada 
juga Carrefour yang kasirnya kebanyakan laki-laki. Sambil menunggu ibu-ibu 
melakukan shopping (baik window shopping maupun shopping benaran) aku dan bapak 
satunya dalam rombongan, duduk di sebuah bangku di depan Carrefour sambil 
berbincang-bincang. Membahas kecanggihan dan kehebatan Dubai..

Kami dibawa pula mampir sesudah itu ke Hardrock Cafe Dubai sekedar 
melihat-lihat karena ketika itu bukan pada saatnya beroperasi. Ya Allah, 
bangunan yang seronok inipun ada disini. Banyak petugas bertampang kurang 
begitu jelas entah dari negeri mana di dalamnya sedang berbersih-bersih. Ada 
beberapa orang laki-laki Amerika Latin beranting-anting. Entah kenapa ada pula 
acara mengunjungi tempat ini. Tapi bagi ibu-ibu yang heboh itu kunjungan ini 
bermakna sekali. Mereka berebutan membeli baju kaus berlogo Hardrock Cafe Dubai 
yang harganya 25 dollar selembar. Bukan main!

Setelah itu kami dibawa berputar-putar menjelajahi kota pelabuhan laut. 
Terlihat kapal-kapal kayu berbaris-baris  bersandar. Konon kapal-kapal itu 
datang dari Pakistan. Memang banyak orang bertampang Pakistan di pelabuhan itu.

Setelah mengelilingi Dubai yang hebat sekitar enam jam, kami diantarkan kembali 
ke bandara untuk melanjutkan penerbangan kami ke Istambul. Kami melintas di 
depan toko-toko bebas bea di dalam bangunan bandara. Yang menawarkan apa saja. 
Datanglah ke Dubai, bawalah uang sebanyak-banyaknya, berbelanjalah disini 
sepuas-puasnya, itulah kesan yang aku tangkap. Dan bandara ini ramai dan sibuk 
dengan orang yang datang dan pergi. Aku boleh tidak terlalu yakin orang akan 
datang ke Dubai mengunjungi negeri panas di tepi padang pasir, tapi 
kenyataannya orang-orang berdatangan. Menumpang pesawat Emirat. Mungkin yang 
dari Paris mau ke Tokyo. Yang dari London mau ke Sidney. Yang dari Rio de 
Janeiro mau ke Moskow. Semua dikunjungi oleh pesawat Emirat dan dibawa singgah 
ke Dubai.

      *****






      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke