Ambo jawek se sasuai pertanyaan, jawan mbo nan mbo warnai biru..

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Muzirman --
Sent: Sunday, March 22, 2009 1:01 AM
To: [email protected]; rantaunet
Subject: [...@ntau-net] BERTANYA pd pak Dokter??:Pasien berhak Mendapat
Pelayanan Secara Manusiawi.

 

AsswRwB, Walupun ada sinyalemen pihak tertentu utk mengarahkan pasien utk
menuju RS Asing atau sejenis nya, tp sinyalemen ini garus di buktitikan
dulu. Dibwah ini juga saya forwarkan keluahan pasien terhadap dokter nya.
Bhw kita ketahui masalah kesehatan adalah masalah urgent, yg merupakan
kebutuhan kesejahteraan, atau sbg  pilar utama utk melakukankegiatan
selanjutnya.

Pertanyaan : Bisakan pasien(rakyat) mengadukan/melaporkan ke IDI ,seandainya
perlakuan yg diterima pasien tidak sesuai dgn pendapat kedua (second
opinion).endapat kedua.(Pendapat kedua saya maksudkan, pasien secara diam2
bertanya pada dokter lain atau dokter keluarga ttg treatment/peyalananan
dokter semula yg bertentangan atau aneh).

 

Jawab: Tentu saja bisa. Tapi IDI bukan hakim yang bisa menentukan siapa yang
benar atas dua pendapat itu. Dan IDI tidak mempunyai kewenangan untuk itu.
Yang jadi hakim adalah pasien dengan memutuskan siapa yang hendak dia ikuti.
Dan ini sesungguhnya sudah terjadi di masyarakat (cari second opinion
kemudian memutuskan sekehendak hati.. Walaupun sesungguhnya kadang2 yang di
jadi sumber kedua itu secara keilmuan lebih bodoh dari yang pertama misal
yang pertama spesialis yang kedua dokter umum dan sok tau pula)

 

Atau adalah lembaga independen yg bisa menilai kinerja/pelayanan dokter, dan
bisa diterima secara legal dan standar kedokteran ?

Jawab: setau saya tidak ada. Namun sekarang ini IDI boleh tidak
merekomendasikan seorang dokter bila memiliki record yang buruk dalam
pelayanan di masyarakat misal kasus malpraktek yang terbukti di pengadilan.

 

 

Apakah independesi IDI bisa di andalkan dan di percaya, krn akan melibatkan
sahabatnya kolega dokter.?

Jawab: Lagi2 IDI bukan lembaga yang memiliki kewenangan apapun dalam
menghakimi seorang dokter yang berpraktek.

Kalau tidak puas dgn keputusan IDI tingkat pemula, apak masih ada wadah utk
menindaklanjutkannya pd tingkat yg lbh tinggi, sejenis makamah review
prektek kedokteran?

Jawab: jawaban mengikuti pertanyaan sebelumnya

 

Tanpa banyak bertanya, kenapa banyak orang berduit Indonesia yg berobat ke
Malaysia, Singapore, Thailand,??

Jawab: Dek karano kebanyakan Orang nan bapitih di Indonesia tu WNI keturunan
Chino singapur, chino Malaysia, chino Thailand. Inyo lebih aman barubek
kasinan supayo medical recordnyo (balangnyo bisa nyo suruk an). Kalau urang
pribumi nan barubek ka sinan pun kebanyakan lebih pada factor dibiayai oleh
urang lain (baik keluarnyo nan adoh disinan, perusahaannyo, atau kroninyo).
Sangat jarang ambo batamu petani Indonesia nan barubek ka LN.

Sebagai pembanding carito

Mohon maaf iko analisa pribadi. nan datanyo adoh di kapalo se..

 

 

Implikasinya banyak nya terkuras dana kita, dan silahkan brainstorming bgmn
kerugian yg kita hadapi pd masa sulit ini. Atau Apakah akibat pelyanan
dokter/RS yg bla bla bla....

Jawab: Untuk kasus ini saya salut ke pribadi pak Suharto nan barubek di
Indonesia apopun alasan e. 

Kata kuncinya Pemerintah sepertiny belum menyadari bahwa pasar medis di
Indonesia sesungguhnya sedang diincar oleh perusahaan Negara tetangga.
Sinyalemennya sudah banyak.. Nah sadarkah pemerintah. atau pengusaha
Indonesia.  

Antah lah...

 

 

rahyussalim

 

 

 

Tanyakan saja kpd rumput yg bergoyng, kata Ebit.

 

Wass. Muzirman Tanjung.

 

 

SUARA PEMBARUAN DAILY 

  _____  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke