Assalamualaikum ww


Eh, sanak Ronald & mamak sarato dunsanak yang dirahmati Allah



Kekawatiran kita se-olah tidak ada lagi pemimpin atau calon pemimpin
sekaliber Bung Hatta masa kini tentu bakal membuat kita melihat masa depan
negeri ini tak menentu makanya kita2 ini harus yakin bahwa Bung Hatta - Bung
Hatta masa kini sudah ada kok baik yang sudah teruji maupun yang bakalan
di-uji



Kalau kita masih berkeyakinan bahwa pemimpin atau calon pemimpin sekaliber
Bung Hatta masih belum muncul, dikawatirkan kita akan terjebak sebagai
generasi pe-mimpi yang hanya bisa ber-megah2 dengan masa lalu



Biarlah masa lalu milik orang dahulu, masa kini yang sedang menjadi milik
kita ini harus kita olah sedemikian rupa dan tahap awalnya adalah meyakini
bahwa pemimpin maupun calon pemimpin sekaliber Bung Hatta sudah ada atau
paling tidak bakalan ada gak lama lagi



Bung Hatta adalah Pemimpin Negeri ini dizamannya, masak seh gak ada
pengganti-nya saat ini pada hal sang waktu telah memberi kesempatan yang
sangat cukup bagi negeri ini untuk melahirkan Bung Hatta masa kini



Soal uji meng-uji biarlah waktu yang akan mengujinya sebagaimana seorang
Bung Hatta yang biasa-nya tahan uji itu



Boleh gak kalau kita katakan bahwa Bung Hatta ternyata gak lulus uji
menghadapi tekanan Soekarno pasangan Dwi Tunggal-nya itu hingga beliau
memilih mundur dari kursi wapres 1955 padahal dia bisa menang kok asal dia
gak mau kalah, gimanalah kalau udah begini menurut saya ini amat disayangkan
memang



Bung Hatta seharusnya jangan gak lulus menghadapi ujian berupa tekanan
Soekarno itu, beliau harus tetap disamping Soekarno untuk mengawal dan
mengawasi tindak tanduk dan gerak gerik Soekarno hingga Soekarno itu tidak
ber-silantas angan nan kalamak dek-nyo surang, sekurang2nya dengan tetap ada
Bung Hata mendampingi Soekarno maka kediktatoran bisa di-rem lah sedikit2,
kan gituuu



Percaya bahwa Bung Hatta berasal dari keluarga agamis saya sudah baca juga
itu, sayangnya konstribusi beliau terhadap Islam dan dunia Islam belum
terbaca bahkan ketika para pemimpin Islam bersatu dibawah bendera Masyumi
pada pemilu 1955 untuk membendung kekuatan sekuler Bung Hatta kemana yaa?



Setuju bahwa Hatta memang figur yang sudah teruji, sudah khatam kaji bukan
lagi sedang dalam proses besar atau menjadi besar namun saya tambahkan dikit
aja,…. “dizaman-nya”



Kita harus yakin zaman sekarang ini juga sudah ada Bung Hatta, kalau gak
yakin, lha sampai kapan? Udah 54 tahun kok diberi kesempatan menelorkan Bung
Hatta baru, kok masih merasa belum siap jugak? Cepetan dong, umur ane udah
hampir 57tahun nih, entar kalau ane keburu berpulang gak sempat dong lihat
Bung Hatta baru negeri ini





Saya kutip “Dan kalau tidak salah, pak arman bahar pernah sekali waktu
menulis (jangan memilih partai atau orang islam untuk memimpin negri ini?

please koreksi jika saya salah)”

Eh, Ronal masih ingat juga ya, maksud saya pemimpin yang Islam KTP nya thok
gak cukup, ghitu lho, kan udah banyak pemimpin negeri ini yang ber-KTP Islam
yang udah berbuat macam2 hingga negeri ini dibikin jungkir balik

Yang kita inginkan sebenarnya dalam tulisan tersebut adalah orang2 yang
ber-iman atau Mukmin dan kalau dapat yang bertaqwa atau Muttaqiin, bukan
hanya sekedar Islam atau Mosleem saja dan belon beriman apalagi Muttaqin
bakalan kacau lagi dong, kan contoh lah banyak, semua koruptor negeri ini
hampir semuanya ber KTP Islam, jadi apa kita misti terperosok lagi dilubang
yang sama, indak lah yauuu



Jadi, pemimpin negeri ini kedepan haruslah Bung Hatta ++ artinya Nasionalis
Agamis, orang yang selalu dekat dengan Allah dan menyadari Allah melihat apa
yang diperbuat, ditawari ikut korupsi bakalan ditolak walau SBY gak lihat
tapi Allah kan melihat



Masih ingat postingan Buya beberapa hari lalu tentang kisah anak gembala
yang kambing gembalaan-nya diminta Khalifah Umar yang menyamar sebagai orang
biasa agar mau menjual se-ekor saja kepadanya?



Anak Gembala umur +/- 15 tahun ini tidak S1 tidak pula S3 ilmu agamanya
seperti menteri agama kita yang masih dikandang situmbin itu namun dia sudah
ber-ma’rifatullah, walau induk semangnya tidak melihat kalau dia jual satu
kambing saja yang dipercayakan padanya itu kepada Umar yang lagi nyamar,
anak ini yakin Allah melihat bahkan dengan berkacak pinggang dikatakan-nya
dengan tegas didepan Umar, Umar kagum lalu memerdekakan budak ini untuk
dibina lebih baik lagi



Wasalam

Abp-57


Pada tanggal 23/03/09, Ronal Chandra <[email protected]> menulis:
>
>
>
> Sudah ada yang seperti bung hatta ?
>
> Sudah teruji ?
>
> Sudah teruji baik secara national dan international ? Sudah teruji
> perjuangannya ?
>
> Atau baru akan teruji ? baru akan dibesarkan partai ? dan baru baru lainnya
> ?
>
> Bung Hatta adalah figur yang sudah teruji, sudah khatam kaji. Kalau yang
> masih baru berjalan dan baru akan besar, saya pikir belum pantas dikatakan
> sudah melibihi hatta.
>
> Kalau ditanya apakah yakin akan ada hatta hatta baru saya yakin tapi kalau
> ditanya sudah ada yang melebihi hatta ?
>
> Sama seperti kutipan ayat dibawah ini ?
>
> "Apakah kamu akan mengatakan diri kamu beriman sedang kamu belum di uji ?
>
> Kemudian saya salah satu yang tidak setuju kalau dikatakan bahwa hatta
> tidak agamis. Silahkan di trace ranji hatta sampai atas belum lahir dan
> dibesarkan dari keluarga yang agamis.
>
>
> Banyak nya tokoh tokoh saat ini yang dibesarkan partai dan kadang kita
> cintai sampai kita khultuskan cuma meng-ingatkan saya akan ayat dibawah ini.
>
> "Dan jangan lah kamu membenci serta mencintai seseorang atau suatu kaum
> secara berlebihan, bisa jadi apa yang kamu cintai dan kamu benci tidak
> sesuai dengan keadaan" begitu kurang lebih makna nya (tolong cek untuk nan
> faqih).
>
> Dan kalau tidak salah, pak arman bahar pernah sekali waktu menulis (jangan
> memilih partai atau orang islam untuk memimpin negri ini ? please koreksi
> jika saya salah)
>
> Hatta adalah figur yang sudah teruji, sudah khatam kaji bukan lagi sedang
> dalam proses besar atau menjadi besar.
>
> Salam Hormat
> Ronal Chandra Rajo Bungsu
>
>
>
>
> --- On Mon, 3/23/09, Arman Bahar <[email protected]> wrote:
>
> > From: Arman Bahar <[email protected]>
> > Subject: [...@ntau-net] Re: Belajar dari Bung Hatta (untuk calon pemimpin
> bangsa)
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, March 23, 2009, 4:21 AM
> > Assalamualaikum ww
> >
> > Alhamdulillah, jangan kawatir di era ini banyak kok
> > pemimpin sekaliber Bung Hatta bahkan sesuai dengan zaman-nya
> > lebih dari itu juga banyak, kalau Bung Hatta seorang
> > nasionalis sejati maka banyak diantara calon2 pemimpin
> > sekarang yang tidak hanya nasionalis tetapi sudah lebih
> > dari itu yaitu Nasionalis Agamis jadi kelihatan-nya lebih
> > maju setingkat dari Bung Hatta yang hanya nasionalis saja
> >
> > Afwan, mohon maaf sekedar menambahkan saja
> >
> > abp-57
> >
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke