Assalamualaikum ww


Suai sanak Ronal Chandra, talabiahlah kami nan tuo2 ko akan labiah capek
pikun kalau kapalo ko indak di-exercised-kan saketek



Dinagari awak sarana exercise nan tasadio salah satunyo adolah lapau, yang
namonyo lapau tantu pengunjung datang dengan ragam ragi dan latar nan
ba-bagai2, ado para muda nan enerjik adopulo para sepuh nan sadang dimonitor
malaikaik Izrail, ado pandeka nan bagigi tajam ado pulo mantan pakar parewa
nan lah tangga gigi, ado labai malin pakiah sarato tuangku jo datuak pangulu
indak katinggalan sakali2 si-buyuang si-upiak sarato mandeh jo bundo
kanduang pokoknyo baragam  corak ragi nan singgah datang dan pergi, hinggo
indak musti ragi di-saromankan, mako indak heranlah kito sedikit friksi
kaganti romantika dan dinamika ma-rami2an lapau yang juga bakalan terjadi
pula take and give dan sekaligus adjustment disana-sini, itukan lah manuruik
pasa nan biaso, baa gak ati?



Ah, sanak Ronal ade2 aje, bener nih kalau postingan ane rada “partai
sentries”, eh itu boleh jadi menurut pancaliak-an Ronal aja, kalau boleh ane
ralat kayaknya dekat ke ABSSBK sentries kok



Ambopun setuju bahwa orang Minang punya potensi untuk menjadi seperti tokoh
tokoh terdahulu bahkan menurut ambo harus lebih dari itu dengan nilai ++nya
karena kalau cuma sama dengan kurun 50an tahun lalu dimana value added-nya,
soal apakah lewat partai atau enggak kan tagantuang dek  kito nan
ka-mamiliah



Namun paralu kito ingek bahwa mekanisme yang ada memang lewat partai walau
ada juga sedikit peluang lewat non partai dengan segala kelebihan dan
kekurangan-nya



Dek ambo bukan mubalig, sinyalemen Ronald berdasar hadis Huzaifah diatas
akan ada suatu masa terdapat mubalig menyeru pada kesesatan, itu bisa2 aja
dan bukan tidak mungkin pernah terjadi sebagaimana dahulu mubalig asal
Gujarat yang bangga dan yakin bahwa mereka keturunan Alexander The Great
(pada hal sebenarnya mereka itu keturunan tentara pendudukan Alexander The
Great) oleh penduduk negeri ini cerita mubalig Gujarat tersebut teradopsi
kedalam sastra Melayu dan Minangkabau klasik (Tambo) sebagaimana kita kenal
sekarang bahwa nenek moyang orang Minang berasal dari zuriat Iskandar
Zulkarnain atau Alexander The Great, ah mosok iyo tapi begitulah penyesatanm
yang mungkin tidak sengaja, masa ada mubalig sengaja menyesatkan umat, bikin
rusak nama mubalig aja tuh



Ambo bukan mubalig bahkan sepotong ayat dan seuntai hadis pun co nan sanak
Ronald postingkan alun pandai ambo manyampaikan lai doh kecuali copy paste
doang



mohon maaf yo, wasalam dari ambo

armansamudra


Pada tanggal 23/03/09, Ronal Chandra <[email protected]> menulis:
>
>
>
> Dear Pak Arman Bahar,.
>
> Saya merekam dengan baik para netters yang menulis email dalam palanta ini,
> selain meng - exercise untuk hardisk dan memory dikepala saya juga hal ini
> bisa membantu untuk tidak cepat pikun he he.
>
> Pak Arman yang baik,.
>
> Tidak ada yang ingin saya bantah dari postingan dibawah ini, cuma kalau
> boleh saya sampaikan, belakangan ini postingan bapak terlalu "Partai
> Sentris" sehingga tingkat kritis serta logika kreatif tidak bisa saya
> dapatkan dalam postingannya.
>
> Bagi saya semua orang Minang punya potensi untuk menjadi seperti tokoh
> tokoh terdahulu tentu nya dengan kapasitas serta ciri khas nya masing
> masing. dan tentunya bukan milik satu partai saja (atau partai yang kita
> sukai saja)
>
> Pak dalam salah satu hadist dikatakan begini, ini hadist Huzaifah (tolong
> koreksi), hadist ini panjang karena tanya jawab sahabat dan rosul, nah
> bagian terakhir dari hadist ini adalah, tanda tanda kiamat itu adalah :
>
> 1. Umat islam bagaikan buih dilautan
> 2. Mubaligh menyeru pada kesesatan
> 3. Islam kembali pada puncak kejayaannya sampai dianalogikan saat itu sudah
> tidak ada lagi bahaya (sepeti anak kecil yang sedang bermain dengan ular)
> saking damainya.
> 4. Nah baru kiamat akan terjadi.
>
> Semoga dugaan saya salah pak, semoga jaman sekarang bukan point no 2.
>
> Semoga allah menyelamatkan kita semua dan allah trus membuat kaki kita
> kokoh menapak dijalan yang allah benar benar ridhai, amin.
>
> Salam Hormat
> Ronal Chandra Rajo Bungsu.
>
>
> --- On Mon, 3/23/09, arman bahar <[email protected]> wrote:
>
> > From: arman bahar <[email protected]>
> > Subject: [...@ntau-net] Re: Belajar dari Bung Hatta (untuk calon
> pemimpin  bangsa)
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, March 23, 2009, 10:53 AM
> > Assalamualaikum ww
> >
> >
> >
> > Eh, sanak Ronald & mamak sarato dunsanak yang dirahmati
> > Allah
> >
> >
> >
> > Kekawatiran kita se-olah tidak ada lagi pemimpin atau calon
> > pemimpin
> > sekaliber Bung Hatta masa kini tentu bakal membuat kita
> > melihat masa depan
> > negeri ini tak menentu makanya kita2 ini harus yakin bahwa
> > Bung Hatta - Bung
> > Hatta masa kini sudah ada kok baik yang sudah teruji maupun
> > yang bakalan
> > di-uji
> >
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke