Tarimo kasih dokter Rahyussalim ....atas perhatiannya.
Waduh.. tidak manyangko awak kalo dokter Irfan Saleh nan sarupo Ari Wibowo iko 
adolah urang awak...
Sabananyo malu ambo bacarito soal pengalaman pribadi ini namun setelah 
dipikir-pikir ada baiknya juga kita menceritakan agar jangan sampai terulang 
pada sanak sudaro kito nan lain.

1. Riwayat Penyakit :

Mengenai riwayat penyakit bermula dari kejadian sederhana saja. Sebagai akibat 
dari permaianan tarik tambang dikalang ibu-ibu (waktu itu masih 30 th ..sih). 3 
bulan kemudian timbul rasa nyeri serasa mendapat penyakit rheumatic pada lutut 
kiri.. Saya melakukan pemeriksanaan darah dan ternyata asam urat, kolesterol, 
dan kimia darah lainnya normal.
Kata dokter kantor  tidak mungkin rheumatic karena usia masih muda. Jadi 
kemungkinan kecetit.. (maaf saya ndak tau istilah minangnya). Jadi karena 
itulah dibawa ke dukun urut. Diurut hingga 3 kali. 
Karena 6 bulan tidak ada perubahan, maka Saya memeriksakan diri pada bagian 
penyakit dalam RSCM - Sub Bag rematologi. ..?? karena lutut kiri itu bila 
diketekuk semisal duduk antara dua sujud tidak bisa. 
Kesembuhan tidak juga diperoleh - padahal sudah diberi obat dan 
vitamin-vitamin. Disinilah perjalan panjang untuk mencari
 kesembuhan. Ada 12 kali saya disedot kakinya karena menurut dokter di RSCM - 
saya kena osteoartritis. Ada cairan bening yang keluar dari lutut itu dan 
ketika cairan itu diperiksa selalu normal. AKhirnya saya melakukan fisioterapi 
sebanyak 9 X.

Selama memeriksakana diri di RSCM - dokter yang memeriksa berganti-ganti. Dan 
terakhir ada seorang dokter yang berkata : " Bu.. sepertinya dengan sedotan ini 
menjadikan mata air... Bagi saya ini wajar saja - karena beliau-beliau adalah 
dokter Residen. Bahkan ada yang harus mengulang diagnosa penyakit saya karena 
mungkin kurang data - menurut anggapannya...

Nah... kemudian saya coba mencari versi lain nih. yaitu memerisakan diri pada 
dokter ortopedi. Kata sang dokter : " wah lutut ibu harus di bongkar.. nih.. 
(Haaah.. memangnya dokter ini tukang bengkel, bathin saya berkata). Dan 
Semenjak itu lah saya tidak pernah memeriksakan diri lagi ke RSCM. 
Orang-orang pada bilang - bawa ke pengobatan alternatif. Saya pergi juga dan 
alhamdulillah yang saya peroleh adalah pendalaman rohani bukan kesembuhan. Ya 
.. tidak apa-apa.

Tahukan dokter Rahyussalim yang saya hormati :
Selama 6 tahun menderita penyakit yang tidak jelas ini - saya masih menjalani 
kodrat saya sebagai seorang Ibu yaitu hamil dan melahirkan sebanyak 2 kali. 

Mungkin karena disedot-sedot kelihatannya cairan pada lutut itu menjadi kering 
((bursitis). Dan terakhir sudah tidak bisa dibawa jalan lagi setelah melahirkan 
anak yang terakhir ..

Kondisi penyakit yang saya alami : lutut panas - bursitis - kering. Bahkan 
saking sakitnya ada gerakan otot kaki saya bisa membuat mata ini menangis. Jika 
makan yang mengandung..... (pantangan asam urat)... duh sakitnya luar biasa.
Waktu belum mengetahui jenis apa - yang paling menakutkan bagi saya adalah 
apabila saya menderita CA. Apalagi sewaktu di biopsi ahli patologi anatomi 
menyatakan keragu-raguannya dengan kalimat : terdapat indikasi..... bla... 
bla....

Trauma dengan penyedotan kaki yang akhirnya berlangsung sebanyak  12 kali 
selama 6 tahun - itu, maka saya memeriksakan diri pada Prof X (dari RS Setia 
Mitra). Bukan dimata kita beliau adalah seorang guru besar. Ketika kalimat yang 
kasar yang saya peroleh dan tidak komunikasi itu, akhirnya saya melarikan MRnya 
milik RS Setia Mitra itu, untuk mencari second opinion lagi... 
Dalam kesedihan saya itulah - kebetulan ada presentasi seorang dokter dari 
Yayasan Rheumatologi Indonesia di AN TV. Saya mendatangi Yayasan itu. Saya 
menjalani pemeriksaan secara benar sesuai arahan Proff Remi di Yayasan itu, 
meliputi :
- Rongent pada lutut - Bonscane - biopsi - kemudian dioperasi.

Bahkan ketika diketemukan bahwa saya penderita TBC tulang ( hanya di lutut itu 
thok....) - seorang Dokter Irfan yang menangani saya di RSCM itu,  berkata pada 
saya :
" Ibu.... apakah Ibu mau diobati secara oral....??? atau kaki ibu kita 
bersihkan kemudian kita pasang Pen... Terserah Ibu.
Dokter Irfan ini membuka wawasan berpikir dan menyerahkan pilihan kepada saya.
Kemudian beliau menjelaskan sebagai berikut :
" Jika ibu diobati secara oral - TENDON yang sudah rusak pada kaki ibu - 
akibatnya selamanya Ibu akan menggunakan tongkat. ( ya.... karena tendon kaki 
sudah rusak bagaikan tiang dimakan rayap saya saat itu terpaksa menggunakan 
tongkat penyanggah). 
" Tetapi bila kaki Ibu di operasi - maka kuman-kuman kita bersihkan dan dikaki 
Ibu kita pasang Pen. Nanti dua tahun kedepan - Jika Ibu ingin kembali sempurna 
maka Ibu bisa memasang Protese tulang tulang. Ibu akan bisa menari-nari seperti 
sedia kala.".
Dengan lembut si dokter itu berkata dan akhirnya saya bersedia di operasi.... 
Bagi saya inilah takdir yang harus saya jalani. Kaki saya menjadi cacat seumur 
hidup. 

2. Kesimpulan : 
  - Sebagai hamba yang beriman,  penyakit yang saya derita selama 6 tahun itu 
adalah takdir. Namun janji Allah pada manusia ada pada surah albaqarah ayat 
terkahir....

- Saya selalu proaktif untuk memperoleh kesembuhan - dengan mendatangi 
dokter-dokter ahli mulai dari RSCM - RS Harapan Kita - RS setia MItra - Yayasan 
Rematologi dan kembali ke RSCM untuk dioperasi

- Saya memahami status RSCM itu - sebagai rumah sakit pendidikan - tentu masih 
ada dokter yang belum qualified untuk menangnai kasus-kasus tertentu seperti 
yang saya alami, karena dokter-dokter disini masih menempuh pendidikan 
spesialis.Sementara ratusan pasien yang harus dilayani oleh para dokter setiap 
hari.. 

- Yang saya sayangkan adalah sikap dokter yang berpraktek swasta diluar seperti 
yang saya alami itu. Tanpa ada penjelasan medis langsung melakukan tindakan 
medis...??

- Mengapa saya kena TBC - tulang lutut ? inilah yang tidak terjawab hingga 
sekarang. 
Padahal saya selaku pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional - setiap tahun rutin 
mendapat medical chek-up . Hasil pemeriksaan darah dan rongent selalu dalam 
keadaan normal.

- Dokter Bambang dari sub bag Rematologi menyatakan bahwa ketika pada tubuh ada 
yang lemah - maka ketika itulah kuman TBC itu masuk.  

- Sungguhpun lutut kiri kaku - alhamdulilah saya masih bisa beraktivitas secara 
sempurna - masih bisa senam dan berlari-lari kecil. Hanya saja saya harus 
menjadi orang yang istimewa jika duduk pada mobil harus duduk didepan... 

Demikianlah pengalaman pribadi ini semoga bermanfaat buat yang lain....

Mohon maaf kepada para dokter - yang sering diharapkan berbuat lebih kepada 
para pasien - sementara para dokter adalah manusia biasa juga. 




Wassalam,
 

  3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  


--- On Tue, 3/24/09, rahyussalim <[email protected]> wrote:

From: rahyussalim <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: [RumahSakit] Pengalaman pribadi di RSCM
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 24, 2009, 7:04 PM




 
 




 



Tarimo kasih baliak Bundo Hifni, 

Katiko ambo mambaco artikel uni pertamo kali, iyo agak angek
talingo ambo. Tapi sasudah mambaco panjalasan Bundo nan kaduo alah dingin
talingo nan hangek tu. Kiniko jadi angek dingin e mah… he3. 

Mungkin nan dimakasuik dr Irfan tu adolah dr Ifran Saleh. Baliau
ko Datuak dari Gurun (Tanah Data). Dr Ifran ko badagok tenggih indak banyak
kecek. Kalau mangecek sayuik sayuik sampai. Babeda bana jo karakter Professor X
tuh. 

Nan Cacat tu baa Bundo Hifni??? Apo dek karano salah karek
pulo?? (mudah2 an indak) 

Doa ambo semoga Bundo Hifni sehat dan tatap bisa baaktifitas.. 

   

rahyussalim 

   



From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Hifni
H.Nizhamul

Sent: Monday, March 23, 2009 3:46 PM

To: [email protected]

Subject: [...@ntau-net] Re: [RumahSakit] Pengalaman pribadi di RSCM 



   


 
  

 












 


 






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke