ULAR BESAR
Oleh : K. Suheimi 

Se umur-umur baru sekali inilah saya melihat ular yang sebesar itu. Ular python 
kuning keemasan itu demikian besar. Saya coba memagutnya  tak terpagut, karena 
lingkaran perutnya demikian besar, lingkaran perutnya  jauh lebih besar dari 
lingkaran perut saya.  Dia baru saja memangsa dan memakan benda sebesar saya, 
entah itu rusa atau babi yang besar, entahlah. Pingin  saya membelah perutnya 
yang besar itu agar saya tahu apa yang sudah dimakannya.

Ular terkenal sebagi pemburu yang tenang dan sabar. Dengan diam-diam 
ditunggunya kedatangan mangsanya. dengan sabar diintipnya mangsanyya  dan 
dengan tenang tanpa berisk didekatinya mangsanya. Lalu dengan gulungan yang 
mematikan di belitnya mangsanya, sampai mangsanya itu lemas, tak berkutik dan 
tak berdaya.

Kekuatannya  membelit
 mangsanya itu luar bisa. Disamping  melemaskan dan mematikan  belitannya  juga 
mampu mematahkan, meremukkan dan menghancurkan  tulang-tulang  manganya, 
sehinga mangsanya itu bisa ditelannya.

Yang membuat saya tak habis pikir adalah  kepala ular yang kami lihat itu Cuma 
sebesar telapak tangan yang di kembangkan, tapi dia mampu menelan mangsa 
sebesar kijang dan manusia. Berarti ke elastisan  otot dan kulitnya luar  bisa, 
bisa diregang  se regang-regangnya.  Makanya kolit dan daging ular ini mahal  
kata pawang yang menangkap ular itu.

Ular yang sudah memakan mangsa yang  besar itu tampak letih  da harus disiram 
dengan air.  Dia tak mampu  melata membawa badannya yang berat itu, sehingga  
waktu saya pegang dan ketika saya pagut ular itu diam saja.

Kenangan dan pengalaman memegang dan memagut ular ini tak pernah saya lupakan. 
Tadinya aya ragu. tapi ketika pwang ular itu mengatakan "pegang saja, pagut 
saja  tak apa-apa  baru saya berani
 memagang dan memagutnya.

Yang paling berani menangkap ular di rimba adalah anak saya Kapten infantri 
Irdhan.. Dia ketua regu  danton  komandan pleton  di kostrad.  Ketika dia 
survival beberapa hari di hutan  rimba belantara  dia tak di bekali makanan.   
Untuk hidup ditengah rimba  dia harus mencari apa saja yang bisa di makan.

“Binatang yang paling mudah  mennangkapnya di hutan itu adalah ular”,katanya 
satu hari. Dan yang dipercaya oleh pasukan dan yang berani menangkap ular itu 
adalah Irdhan.  Beberapa  ekor ular berhasil ditangkapnya, dengan membuang 
kepala dan ekonya yang berbisa  ular itu jadi makanan yang terlezat.  

Sesudah memakannya energi dan kekuatan  bertambah dan  daya tahannyapun 
demikian. Dengan memakan ular itulah mereka  mempertahankan dan menyambung 
hidupnya. 

Memang saya perhatikan dari kecil Irdhan suka mebawa  binatang berbisa dan 
membawa anak ular utk mainnnya.Ular ini mudah memeliharanya, makannya
 cukup sekali sebulan, kandangnya tak perlu sering-sering dibersihkan. 

Sekali sebulan saya masukan kekandang itu seekor ayam atau tikus. Dan dengan 
tenang dihampirinya mangsanya dan di lahapnya dia suka memakan mangsanya bila 
hari telah gelap dan malam telah tiba.

Sekarang saya memeilihara  python keemasan ini 2 ekor  sebesar betis dan 
panjngnya 3 meter. Ular ini dapat kami tangkap bermula  ketika say menghitung 
itik-itik piaraan kami terus berkurang, tapi bangkainya tak kelihatan. 

Ketika aaya masuk kebawah bangunan PMC  saya lihat  ada sisik ular setelah dia 
bertukar dan berganti kulit.Berarti dibawah banguanan ini ada ular besar. Saya 
lihat ada bberapa lobang didasar bangunan, berarti ular itu bersembunyi dalam 
lobang itu. Saya perintah tukang menutup lobang-lobng dengan semen, sehingga  
lobang sarang ular itu kekuragan oksigen dan tempat jadi panas. 

Eh memang besoknya  ular itu keluar memanjat tonggak bangunan. 
 Tukang-tukang yang dipimpin pak amar  berhasil menangkap ular besar..  
Seminggu kemudin dapat lagi yang lebih besar  ular jantan. sepasang ular ini  
saya kandangkan. 

Beberapa hari kemudian tukang saya juga berhasil menangkap 3 ekor biawak di 
belakang Rs PMC.  Biawak dan ular itu kami satukan dalam satu kandang. Merka 
tak berkelahi, bahkan sering biawak itu tidurnya diatas gulungan ularc.

Saya merenung. Binatang yang  tak sejenis  saja bisa disatukan dan rukun  
antara ular dan biawak "Kata pasien yang banyak menyaksikannya. Kita kok 
manusia yang sesakit sesenang dan seharusnyo tolong menolong  kok susah di 
satukan


Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan 
itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat 
menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan 
jika lalat
 itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali 
dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang 
disembah. (QS. 22:73)


Batu kambing  Sabtu 21 Maret





      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke