sato stek mak riri,,,,,kalau manusia ko io ndak ado saraf kanyang nyo 
doh,,,,,,ambo ndak munafik do,,,,,,io agak payah maagiah saraf kanyang ka 
manusia ko,,,he,,he,,,


Hafis
m 27th Padang
  ----- Original Message ----- 
  From: Riri Chaidir 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, April 01, 2009 11:53 AM
  Subject: [...@ntau-net] Re: ULAR BESAR


  Pak Suheimi,

   

  Suatu pertanyaan menarik dari pasien Bapak: "Kita kok manusia yang sesakit 
sesenang dan seharusnyo tolong menolong kok susah di satukan"



  Kalau manuruik ambo jawabannya adalah: "mereka2 - binatang2 itu - di perutnya 
ada "saraf kenyang", Setelah Bapak berikan satu ayam, dia makan, kenyang, dia 
diam .(Jangan2 "saraf kenyang" ini yang tidak ada di kita ya .)

   

  Riri

  Bekasi, L 46 

   


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of [email protected]
  Sent: Wednesday, April 01, 2009 11:24 AM
  To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
  Subject: [...@ntau-net] ULAR BESAR

   

        ULAR BESAR
        Oleh : K. Suheimi 

        Se umur-umur baru sekali inilah saya melihat ular yang sebesar itu. 
Ular python kuning keemasan itu demikian besar. Saya coba memagutnya tak 
terpagut, karena lingkaran perutnya demikian besar, lingkaran perutnya jauh 
lebih besar dari lingkaran perut saya. Dia baru saja memangsa dan memakan benda 
sebesar saya, entah itu rusa atau babi yang besar, entahlah. Pingin saya 
membelah perutnya yang besar itu agar saya tahu apa yang sudah dimakannya.

        Ular terkenal sebagi pemburu yang tenang dan sabar. Dengan diam-diam 
ditunggunya kedatangan mangsanya. dengan sabar diintipnya mangsanyya dan dengan 
tenang tanpa berisk didekatinya mangsanya. Lalu dengan gulungan yang mematikan 
di belitnya mangsanya, sampai mangsanya itu lemas, tak berkutik dan tak berdaya.

        Kekuatannya membelit mangsanya itu luar bisa. Disamping melemaskan dan 
mematikan belitannya juga mampu mematahkan, meremukkan dan menghancurkan 
tulang-tulang manganya, sehinga mangsanya itu bisa ditelannya.

        Yang membuat saya tak habis pikir adalah kepala ular yang kami lihat 
itu Cuma sebesar telapak tangan yang di kembangkan, tapi dia mampu menelan 
mangsa sebesar kijang dan manusia. Berarti ke elastisan otot dan kulitnya luar 
bisa, bisa diregang se regang-regangnya. Makanya kolit dan daging ular ini 
mahal kata pawang yang menangkap ular itu.

        Ular yang sudah memakan mangsa yang besar itu tampak letih da harus 
disiram dengan air. Dia tak mampu melata membawa badannya yang berat itu, 
sehingga waktu saya pegang dan ketika saya pagut ular itu diam saja.

        Kenangan dan pengalaman memegang dan memagut ular ini tak pernah saya 
lupakan. Tadinya aya ragu. tapi ketika pwang ular itu mengatakan "pegang saja, 
pagut saja tak apa-apa baru saya berani memagang dan memagutnya.

        Yang paling berani menangkap ular di rimba adalah anak saya Kapten 
infantri Irdhan.. Dia ketua regu danton komandan pleton di kostrad. Ketika dia 
survival beberapa hari di hutan rimba belantara dia tak di bekali makanan. 
Untuk hidup ditengah rimba dia harus mencari apa saja yang bisa di makan.

        "Binatang yang paling mudah mennangkapnya di hutan itu adalah 
ular",katanya satu hari. Dan yang dipercaya oleh pasukan dan yang berani 
menangkap ular itu adalah Irdhan. Beberapa ekor ular berhasil ditangkapnya, 
dengan membuang kepala dan ekonya yang berbisa ular itu jadi makanan yang 
terlezat.  

        Sesudah memakannya energi dan kekuatan bertambah dan daya tahannyapun 
demikian. Dengan memakan ular itulah mereka mempertahankan dan menyambung 
hidupnya. 

        Memang saya perhatikan dari kecil Irdhan suka mebawa binatang berbisa 
dan membawa anak ular utk mainnnya.Ular ini mudah memeliharanya, makannya cukup 
sekali sebulan, kandangnya tak perlu sering-sering dibersihkan. 

        Sekali sebulan saya masukan kekandang itu seekor ayam atau tikus. Dan 
dengan tenang dihampirinya mangsanya dan di lahapnya dia suka memakan mangsanya 
bila hari telah gelap dan malam telah tiba.

        Sekarang saya memeilihara python keemasan ini 2 ekor sebesar betis dan 
panjngnya 3 meter. Ular ini dapat kami tangkap bermula ketika say menghitung 
itik-itik piaraan kami terus berkurang, tapi bangkainya tak kelihatan. 

        Ketika aaya masuk kebawah bangunan PMC saya lihat ada sisik ular 
setelah dia bertukar dan berganti kulit.Berarti dibawah banguanan ini ada ular 
besar. Saya lihat ada bberapa lobang didasar bangunan, berarti ular itu 
bersembunyi dalam lobang itu. Saya perintah tukang menutup lobang-lobng dengan 
semen, sehingga lobang sarang ular itu kekuragan oksigen dan tempat jadi panas. 

        Eh memang besoknya ular itu keluar memanjat tonggak bangunan. 
Tukang-tukang yang dipimpin pak amar berhasil menangkap ular besar.. Seminggu 
kemudin dapat lagi yang lebih besar ular jantan. sepasang ular ini saya 
kandangkan. 

        Beberapa hari kemudian tukang saya juga berhasil menangkap 3 ekor 
biawak di belakang Rs PMC. Biawak dan ular itu kami satukan dalam satu kandang. 
Merka tak berkelahi, bahkan sering biawak itu tidurnya diatas gulungan ularc.

        Saya merenung. Binatang yang tak sejenis saja bisa disatukan dan rukun 
antara ular dan biawak "Kata pasien yang banyak menyaksikannya. Kita kok 
manusia yang sesakit sesenang dan seharusnyo tolong menolong kok susah di 
satukan


        Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an

        Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu 
perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali 
tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk 
menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah 
mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah 
dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. 22:73)


        Batu kambing Sabtu 21 Maret


       

   


------------------------------------------------------------------------------

  Lebih aman saat online. 
  Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!</a




  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke