*Mari kita berbuat sesuatu untuk menyelamatkan Negara ini dari ancaman perpecahan tersebut dengan segenap kemampuan dan pengaruh kita masing2 tentunya,dimanapun kita berada saat ini. * Sanak Kurnia Chalik dan Dunsanak kasadonyo.
Apo nan diharapkan Sanak Kurnia Chalik merupakan himbauan yang peralu kito, karajokan sesuai dengan kemampuan kito masing-masing. Tidak sedikit orang yang dengan sadar atau tidak, ingin membubarkan NKRI secara tidak langsung, misalnya puisi Emha Ainun Najib yang berjudul: *Jangan cintai Ibu Pertiwi*, sungguh sangat berlawanan dengan "kato nan sabana kato" dari Jenderal Sudirman tg. 18 Desember 1948, yang berbunyi *Ibu Pertiwi Memanggil. * Ketika itu Jenderal Sudirman (orang Jawa) menyampaikan pesan kepada pemimpin-pemimpin perjuangan yang berada di Sumatera (Bukittinggi) untuk menyelamatkan NKRI dari agresi Belanda. Pesan itu disambut dengan pembentukan *Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) *yang menggerakkan perang gerilya di Jawa dan Sumatera. Ambo, tidak mengetahui isi puisi tersebut, tapi judul puisi tersebut jelas merusak rasa memiliki Ibu Pertiwi. Ataukah mereka yang berpuisi tidak paham makna kata "ibu", sehingga dia sampai hati mengucapkan *jangan cintai ibu. * *Dalam budaya kita, tanah/air (pusako), dijua tak dimakan bali, digadai takkan disando dan dimiliki/diwariskan melalui kaum Ibu. * Wallahualam Wassalam Abraham Ilyas 63 th. www.nagari.or.id 2009/4/3 Kurnia Chalik <[email protected]> > Wa'alaikum Salam Sanak Erizon sarato adi dunsanak kasadonyo, > > Ambo juga sangat prihatin dengan kondisi yang sanak sampaikan di bawah. > > Kalau kita tela'ah lebih jauh,sebetulnya ada 3 isu Demokrasi yang cukup > memprihatinkan kita di Indonesia saat ini sbb:. > > 1.Isu pertama : Demokrasi dan kebebasan pers. > > Demokrasi dan kebebasan Pers di Indonesia saat ini menurut ambo sudah > terlalu vulgar sebetulnya,sehingga sudah tidak jelas lagi batas2 > kewajarannya,semuanya bebas berkreasi membuat siaran2/program2 TV apa pun > semaunya saja, dengan mengatas namakan demokrasi dan kebebasan Pers.Bahkan > posisi setinggi Presiden/Wakil Presiden pun sudah biasa menjadi bahan > olok-olok-an di program TV2 kita saat ini.Kalau kita saja Rakyat Indonesia > sudah biasa mentertawakan dan mengolok-olokan Pemimpin kita (Presiden/Wakil > Presiden), maka jangan pernah berharap bangsa lain akan menghargai Pemimpin > bangsa ini. > > 2.Isu kedua : Ancaman Perpecahan Negara > > Sekali lagi atas nama Demokrasi, kita terpecah belah menjadi puluhan Partai > yang akan ikut Pemilu nanti.Bahkan di dalam tubuh sebuah Partai sendiri > pun,sudah tumbuh subur benih perpecahan itu.Baik perpecahan dalam perebutan > menjadi anggota DPR/DPRD ataupun dalam perebutan jadi Capres/Cawapres. > > 3.Isu ke tiga : Ancaman pelemahan Pengaruh Islam di Negara ini. > > Sekali lagi atas nama Demokrasi, sudah tidak ada lagi rasa persaudaraan > sesama muslim "Ukhwah Islamiyah".Orang Islam yang idealnya cukup mempunyai > Satu Partai Islam saja yang sangat kuat karena kita mayoritas di Indonesia > ini,ternyata dengan mudahnya terpecah belah menjadi banyak partai, yang > tentunya akan membuat suara umat Islam ini akan terkotak-kotak dan tidak > jadi dominan/mayoritas lagi di DPR nanti. > > Kesimpulan: > > Mari kita berbuat sesuatu untuk menyelamatkan Negara ini dari ancaman > perpecahan tersebut dengan segenap kemampuan dan pengaruh kita masing2 > tentunya,dimanapun kita berada saat ini. > > Mari kita berbuat sekali,daripada menunggu-nunggu saja sampai mati. > > Demikian saja sedikit urung rembug yang dapat ambo sampaikan kepada Sanak > Erizon, InsyaAllah nanti ambo akan coba koreksi acara di TV One ini. > > Wassalam, > Kurnia Chalik > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]]on > Behalf Of Erizon > Sent: Friday, April 03, 2009 5:19 PM > To: [email protected] > Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PRESIDEN RI NON-MUSLIM? > > > > Assalamualaikum W.W, > > Malenceang senek dari topik, ambo labiah ka acara program debad di > tipi nan Pak Karni acok jadi ONE di sinan. Kadang demi rating hal-hal > nan manyangkuik perdebatan nan masuak ranah agamopun dianggap layak > untuak diperdebatkan indak pado tampeknyo, malah ado nan sampai main > tunjuak2 bahkan caci mancaci. Seperti debat: JIL VS ADA API, PDS VS > PKS (sudah pasti KRISTEN jo ISLAM), EKONOMI SYARI'AH (antaro kampus > KRISTEN jo ISLAM), dan debat nan terakhir ko. Banyak komentar nan > sabananyo lah SARA. I > nsyaAllah ado nan bisa ma-agiah koreksi ka tipi ONE. > > @BuyaHMA, wakatu pulang dari Padang tgl 29 Maret patang, kebetulan > anak ambo mambuka2 majalah LionMag (Edisi Maret), sakileh ambo liek > photo Buya disinan. Dek penasaran ambo caliak, ruponyo memang Buya > (photo jo tulisan ciri khas Buya). Lah bacarito lo ambo ka urang rumah > senek tantang Buya :-) > > Maaf kalau ado salah kato. > > Wassalam, > Erizon (35+, Koto, Kajai Pariaman) kini di Jakarta > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
