Wa Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Alhamdulillah, Tarimo kasih Je Pe Wassalam BuyaHMA (L.74, Majo Kayo, Piliang, Kotogadang, kini di Padang)
Pada 3 April 2009 19:45, andi jepe <[email protected]> menulis: > > Waalaikumsallam Wr Wb > > Buya HMA > > Terima kasih Buya atas berbaginya, betul sekali Buya perlu sosialisasi > dulu sebelum melakukan penebangan (pemanfaatan) kayu Kelapa tersebut > dan itu juga saya lakukan terhadap masyarakat Simeulue dalam > pemanfaatan Pohon Kelapa mereka yang sudah tua tidak produktif lagi > diambil buahnya yang selama ini sebagai komoditi atau penghasilan > masyarakat apakah untuk kebutuhan memasak maupun dijadikan Kopra > sebagai bahan baku Minyak Goreng > > Intinya Pohon Kelapa Tua ini ibarat "Pohon makanan "ditembak patuih > alah ka mati" dan perlu diremajakan (ditebang untuk dimanfaatkan > kayunya lalu di remajakan/penanaman kembali (Replanting), jika saya > boleh bercerita sedikit apa yang telah lakukan tersebut sebelum > dilakukan penebangan > > Perlu kita Inventaris dulu potensi kayu kelapa tua ini, sehingga > diketahui seberapa banyak (Meter kubik) kayu kelapa yang akan > dimanfaatkan, secara matematis dapat dihitung dengan mencatat diameter > serta tinggi pohon tersebut berapa potensinya, pendugaan potensi ini > sangat diperlukan terutama dalam perhitungan atau analisa biaya > produksi (Untung-Rugi). > > Pengalaman saya untuk kayu kelapa yang bermutu yang akan digunakan > sebagai bahan bangunan (kontruksi) maupun meubeler/furniture > Rendemennya sangat kecil sekali sekitar 30 Persen saja artinya dari 1 > Meter Kubik kayu kelapa tua utuh (bulat) setelah diolah di Sawmill > maka hanya akan menghasilkan 0,3 Meter Kubik kayu kelapa jadi. > > Biasanya kayu kelapa tua ini dengan diameter rata-rata 40 Cm untuk > kayu yang berkualitas hanya kita manfaatkan sekitar 10 meter dari > pangkal artinya satu kayu kelapa tersebut volumenya adalah sekitar > 1,25 Meter kubik (Rumus isi tabung), nah jika ada 100,000 saja pohon > kelapa di Ranah yang sudah tua dan tidak produktif lagi berbuah > terdapat potensi 125.000 Meter3 artinya jika Rendemen sekitar 30 % > maka didapat kayu kelapa berkualitas sebanyak 37.500, jika harga per > M3 Rp 10 Juta (setelah diawetkan, kering , di poles/plitur sehingga > menjadi kayu dengan corak indah (fancy wood ) kualitas ekspor )maka > nilainya tinggal kalikan saja yaitu Rp 375 Milyar. > > Tinggal berhitung biaya produksi, selisihnya tentu dapat di hitung > berapa keuntungan yang di raih. > > Nah salah satu komponen biaya produksi ini sudah termasuk seperti apa > yang Buya sampaikan yaitu biaya penanaman kembali mencakup penyediaan > bibit kelapa siap tanam, penanaman sampai pemeliharaan yang harus > dibayarkan Investor kepada petani/masyarakat yang mempunyai Pohon > Kelapa Tua, tentunya mekanismenya masyarakat membentuk wadah apakah > dalam bentuk Kelompok Tani dan Koperasi yang berbadan Hukum sehingga > jelas Hak dan Kewajiban Investor dan Petani dalam pemanfaatan Pohon > Kelapa Tua ini. > > Pesan Bapak Bupati itu Pas Sekali JANGAN MUDAH MENEBANG > > atau bahasa lainnya MENEBANG ITU MEMANG SANGAT MUDAH, bawa Chainsaw > lima menit pohon kelapa itu akan roboh, tapi MENANAM ITU TIDAK > MUDAH...ini yang paling penting MENANAM KEMBALI sesudah menebang > sehingga Pohon Kelapa sebagai Sumber daya alam yang dapat diperbaharui > (Renewable) bisa berkelanjutan atau lestari (Suistanable) begitu > kira-kira Buya. > > Mudah2an jika memang pasar kayu kelapa ini terbuka lebar untuk pasar > Ekspor terutama ke Negara Korea, Jepang dan Eropa ada Investor yang > tertarik memanfaatan Pohon kelapa Tua di Ranah Minang, dampaknya > secara Ekonomi tentunya akan memberikan tambahan pendapatan bagi > Masyarakat sedangkan dampak ikutannya terbukanya lapangan kerja serta > berdenyutnya perekonomian disekitar sentra-sentra tanaman kelapa di > Ranah Minang > > Demikianlah sedikit penjelasan saya dengan asumsi dan perhitungan yang > sederhana saja > > Semoga ada manfaatnya, Terima kasih > > Wass-Jepe > > > Pada tanggal 04/04/09, Masoed Abidin <[email protected]> menulis: > > Assalamu'alaykum Warahmatullahi wa barakatuh, > > Sedikit pandangan Buya terhadap kayu kelapa ini. > > Memang menjadi salah satu bahan bagi perdagangan kayu yang menjanjikan > untuk > > semasa. > > Semestinya penebangannya di iringi dengan penanaman kembali. > > Jangan asal tebang tebas saja, > > Satu ketika Pariaman kehabisan kelapa. > > Untuk menungu kelapa berbuah atau batangnya dapat dijadikan kayu yang > kuat > > itu, memerlukan waktu sampai sepuluh tahun. > > Menebangnya tidak terlalu memakan waktu panjang. > > Karena harga kayunya menggiurkan, > > maka petani karambie yang tradisional itu kadang-kadang lupa menanam > > kembali. > > Buya terkesan pesan Bupati Muslim Kasim, > > "JANGAN MUDAH MENEBANG KELAPA", > > Sosialisasikanlah kayu kelapa, > > tapi iringi dahulu dengan keinginan untuk menanamnya. > > > > Wassalam > > BuyaHMA > > (L.74,Majo Kayo, Piliang, Kotogadang di Padang) > > > > > > > > --- On Fri, 4/3/09, andi jepe <[email protected]> wrote: > > From: andi jepe <[email protected]> > > Subject: [...@ntau-net] Re: SEKILAS KAYU KELAPA...by : Jepe > > To: [email protected] > > Date: Friday, April 3, 2009, 7:27 AM > > > > Waalaikumsalam Wr Wb > > > > Bu Dewi > > > > Betul sekali, harga kayu kelapa ini cukup mahal, karena hanya dipesan > > khusus terutama untuak interior hotel2 mewah atau resort yang > > bernuansa alami, jadi murah kayu kelapa tersebut jika diproduksi > > secara masal (banyak) dan pasarnya jelas, sementara pasar atau > > kebutuhan domestik dalam negeri sangat kecil sekali, karena masyarakat > > kita masih fanatik dengan kayu konvensional terutama untuk bahan > > bangunan, sekarang memang sudah dikembangkan terutama di Jawa kayu > > kelapa yang bermutu tinggi terutama untuk furniture > > > > Semoga ada investor yang tertarik untuk memproduksi secara > > besar-besaran kayu kelapa dari pohon kelapa masyarakat di pesisir > > pantai ranah minang yang berlimpah bahan bakunya, pasar eropa sangat > > terbuka sekali untuk memasarkan kayu kelapa ini jika merujuk pada isu > > lingkungan dan sosial. > > > > Wass-Jepe > > > > > > > > Pada tanggal 03/04/09, Dewi Mutiara <[email protected]> menulis: > >> Assalamu'alaikum wr.wb. > >> Saya lihat di Padang sdh banyak jg yg menggunakan kayu kelapa untuk > lantai > >> rumah atau sofa, kursi makan dsb nya.Saya perhatikan kayu kelapa kalau > >> dipakai makin lama makin bagus dan halus, justru waktu msh baru agak > kasar > >> ,makin lama makin bagus, sayangnya harganya agak mahal. > >> Kalau memang ada investor yang mau mengusahakan kayu kelapa, bagus > sekali, > >> karena adik saya untuk mendapatkannya melalui petani kelapa di Pariaman > > yang > >> sdh pandai mengolahnya supaya tahan terhadap jamur dan rayap. Mungkin > itu > >> masih jarang yg mengerti. > >> Semoga pak Jepe bisa menggerakan minat orang khususnya di Pariaman ber > >> Bisnis KAYU KELAPA. > >> > >> Wassalam. > >> Dewi Mutiara, suku Sikumbang. > >> > >> > >> --- On Fri, 4/3/09, Jupardi <[email protected]> wrote: > >> > >> From: Jupardi <[email protected]> > >> Subject: [...@ntau-net] SEKILAS KAYU KELAPA...by : Jepe > >> To: [email protected] > >> Date: Friday, April 3, 2009, 9:43 AM > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> SEKILAS KAYU KELAPA > >> > >> Oleh : Jepe > >> > >> > >> > >> > >> > >> Kayu kelapa, ini sangat > >> menarik sekali jika ada investor yang berminat untuk mengusahakan kayu > >> kelapa > >> sebagai bahan bangunan (konstruksi), mebel, souvenir dan design interior > >> bagi > >> rumah, kantor dan lain sabagainya. Kayu kelapa unggul dalam segi > estetika > >> dengan corak dekoratif yang unik (fancy wood) kelemahannya memang > gampang > >> terserang jamur dan rayap (blue stain) tapi dengan adanya perlakuan > >> (treatment) > >> seperti pengeringan dan pengawetan maka kayu kelapa tidak kalah dengan > > kayu > >> konvesional yang selama ini kita kenal (kayu hutan tropis). > >> > >> > >> > >> Latar belakang > >> pendidikan saya yaitu Kehutanan (Forestry) lebih spesifik lagi jurusan > > saya > >> adalah > >> Teknologi Hasil Hutan, dulunya sedikit banyak saya mempelajari karakter > >> kayu > >> kelapa ini baik dari segi anatomi maupun konstruksi (kekuatan dan > > keawetan). > >> Daerah kita sangat berlimpah bahan baku > >> kayu pohon kelapa tua yang tidak produktif lagi dari segi buah yang > selama > >> ini > >> dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama didaerah pesisir sepanjang pantai > >> barat > >> Ranah Minang. > >> > >> > >> > >> Jaman kita kecil dulu > >> sebenarnya kayu kelapa sudah dimanfaatkan oleh orang tua dan ninik kita > >> sebagai > >> bahan bangunan yang diolah secara tradisional, setelah ditebang pohon > > kelapa > >> yang tua lalu dibuat balok (kayu atau papan) dengan menggunakan kapak > > tajam > >> berbentuk cangkul kecil (beliung) lalu diawetkan dengan merendamkan > atau > >> membenamkan dalam rawa yang berlumpur setelah itu dikering anginkan > > sebelum > >> digunakan dan itu terbukti cukup awet rumah-rumah kampung yang memakai > > kayu > >> kelapa ini “lah baruyuang” begitu kita dengar istilah kayu kelapa > >> yang kuat ini. > >> > >> > >> > >> Kayu kelapa yang sangat > >> bagus dimanfaatkan buat konstruksi dan interior rumah serta mebel adalah > >> kayu > >> kelapa yang berumur lebih dari 50 Tahun, tapi yang paling bagus adalah > > umur > >> 60 tahun > >> keatas intinya semakin tua semakin bagus dengan diameter rata-rata > sekitar > >> 40 > >> Cm Up, kita hanya memanfaatkan sekitar 8-10 meter saja dari pangkal > pohon > >> semakin keatas maka kayu terasnya (bagian luar) semakin lunak, sedangkan > >> kayu > >> gubal (inti) kurang bagus dimanfaatkan karena “ruyuang” nya tidak > >> banyak, ruyuang inilah sebenarnya kekuatan dari kayu kelapa. Bagian > > gubalnya > >> banyak mengandung zat gula (fruktosa), tentu kita pernah merasakan > pucuk > >> kelapa yang manis tersebut bisa dimakan atau yang dikenal di Minang > dengan > >> sebutan “Umbuik Karambia”. > >> > >> > >> > >> Kayu kelapa berbeda > >> seratnya dengan kayu konvesional yang kita kenal, seratnya (selulosa) > >> putus-putus dan tidak menyatu seperti serat kayu konvensional yang tidak > >> terputus dari pangkal sampai ke ujung, disini memang agak riskan jika > > memang > >> digunakan sebagai bahan konstruksi terutama untuk menahan beban yang > cukup > >> berat ka seperti kuda-kuda dan plafon, tapi jika tidak menahan beban > yang > >> tidak > >> terlalu berat seperti partisi, kusen pintu dan jendala, bilah pintu, > > lantai, > >> dinding kayu kelapa sangat artistic penampilannya jika dipoles atau > >> diplitur. > >> > >> > >> > >> Saya dulu berselancar di > >> dunia maya ternyata di Philipina sudah dimanfaatkan kayu kelapa tua > >> masyarakat > >> ini dan sudah ada pabriknya serta diekspor ke pasar Eropa begitu juga > >> disalah > >> satu negara Afrika, nah di Indonesia juga sudah ada pabrik kayu kelapa > > yaitu > >> di > >> Sulawesi (lupa namanya perusahaan dan di Sulawesi mana), produknya juga > >> diekspor ke Eropa, harganya cukup mahal dan menggiurkan sekitar 12-10 > >> Juta/M3 > >> (2006), malah saya dengar kabar Korea dan Jepang sedang mencari kayu > > kelapa > >> ini. > >> > >> > >> > >> Kayu Kelapa ini mendapat > >> apresiasi terutama masyarakat Uni Eropa apalagi isu lingkungan negara > kita > >> yang > >> masih memanfaatkan kayu hutan tropis dengan menebang dan menggunduli > hutan > >> tanpa diperbaharui dan lestari, mereka menolak memakai kayu tropis ini > > bukan > >> tidak sanggup beli tapi lebih kepada isu lingkungan apalagi negara > >> Skandinavia > >> isu lingkungan dan sosial sudah menjadi “Agama” bagi mereka, > >> maksudnya begini kira-kira produk-produk dari negara kita yang berbahan > > baku > >> kayu seperti kertas, mebel dan lain-lain yang diekspor harus lolos > >> sertifikasi > >> tiga aspek penting yaitu produksi, sosial dan lingkungan dengan segala > >> indikatornya yang sangat banyak bahasa sederhananya “Mereka tidak mau > >> membeli produk kayu yang dihasilkan dari merusak lingkungan dan social > >> masyarakat tempatan tempat kayu/pohon ditebang” > >> > >> > >> > >> Mereka sadar jika memakai > >> barang dari kayu/pohon yang merusak lingkungan maka mereka berpikir di > > hutan > >> sana hancur ekosistim dan masyarakat, mereka tidak mau santai-santai > duduk > >> di > >> kursi goyang yang terbuat dari kayu hutan tropis kita sambil minum teh > > sore > >> tapi akibat kursi goyang yang didudukinya tersebut dibelahan dunia sana > >> (hutan > >> Tropis kita) telah gundul yang mengakibatkan banjir longsor dan rusaknya > >> ekosistim (flora dan fauna serta plasma nutfah) tentu berakibat > > sengsaranya > >> masyarakat. > >> > >> > >> > >> Mereka mau membeli mahal > >> produk yang berbahan dasar kayu yang dikelola ramah lingkungan dan > social > >> dari > >> pada membeli produk yang murah berkualitas tapi menghancurkan hutan > > tropis, > >> jadi bukan mahal murah sebuah produk yang mereka lihat tapi lebih kepada > > isu > >> lingkungan dan social. > >> > >> > >> > >> Nah kayu kelapa tentunya > >> salah satu alternative untuk memenuhi pasar luar negri seperti Eropa, > > Jepang > >> dan Korea > >> jika sudah menyangkut isu lingkungan dan social. > >> > >> > >> > >> Satu tahun lebih saya > >> bekerja disebuah NGO German kenamaan yang berpusat di Bonn yaitu > > German > >> Agro > >> Action atau dalam bahasa jerman dikenal Welt Hunger Hilfe ikut berperan > >> serta > >> membantu korban gempa dan Tsunami yang dahsyat di NAD pada tanggal 26 > >> Desember > >> 2004 yang meluluh lantakan bangunan fisik dan mental psikologis > masyarakat > >> Aceh > >> yang berada di sepanjang pantai barat sumatera itu termasuk di Kepulauan > >> Simeulue, disanalah saya bertugas satu tahun dengan program membangun > 150 > >> Unit > >> rumah sederhana tahan gempa bagi masyarakat Simeulue yang rumahnya > hancur > >> oleh > >> Gempa dan Tsunami. > >> > >> > >> > >> NGO GAA ini tidak mau > >> menggunakan kayu bagi konstruksi bangunan dari kayu konvesional tersebut > >> walau > >> ini sangat mudah didapat disana dan harga murah, maka alternatifnya > adalah > >> kayu > >> kelapa dari pohon kelapa masyarakat yang sudah tua dan tidak produktif > > lagi > >> berbuah, Inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya dengan > jabatan > >> kala > >> itu “Timber Specialist” menyiapkan kayu kelapa, bahkan GAA rela > > mengeluarkan > >> biaya sangat besar untuk mendatangkan 6 Unit mesin gergaji buatan > > Australia > >> (Lucas Mill) dimana harga per Unitnya sekitar Rp 175. juta serta > >> mendatangkan 2 > >> Unit Unimog Built Up dari jerman lansung untuk menarik kayu kelapa > >> masyarakat > >> yang ditebang..luar biasa memang, tapi saya pikir ini bukan kepentingan > >> bisnis > >> lebih kepada bantuan jadi tidak berhitung biaya produksi serta rugi > laba. > >> > >> > >> > >> Sistim yang saya terapkan > >> pada saat itu, GAA memberikan uang pengganti untuk menanamkan kembali > > pohon > >> nkelapa > >> (Replanting) sebesar Rp 40.000. Uang sebesar itu untuk penyediaan 2 > bibit > >> kelapa siap tanam dan sekedar biaya penanaman bagi masyarakat pohonnya > > yang > >> ditumbang. Motto saya ketika itu TEBANG SATU TANAM DUA. > >> > >> > >> > >> Berdasarkan pengalaman > >> saya tersebut tidak ada salahnya dilirik peluang ini secara bisnis kayu > >> kelapa > >> di ranah minang dengan pohon kelapa tua yang jumlahnya sangat banyak > lalu > >> diremajakan dengan kelapa hibrida. (Oh ya kayu kelapa yang berkualitas > >> dimanfaat adalah varietas local yang umurnya mencapai puluhan tahun, > bukan > >> kelapa Hibrida). Saya pernah mendengar kabar dari kakak saya yang > bekerja > > di > >> Dinas Kehutanan Sumbar bahwa dulu di Ranah Minang akan diusahakan > membuat > >> pabrik penggergajian kayu kelapa di daerah Pariaman atas permintaan > pasar > >> Korea > >> tapi entah kenapa tidak jalan lagi. > >> > >> > >> > >> > >> > >> Jika nanti ada kebijakan > >> pemerintah monotorium terhadap hutan tropis (penghentian segala > aktivitas > >> bisnis terutama penebangan pohon hutan tropis kita) apalagi Indonesia > > telah > >> ikut > >> menandatangani pengurangan gas karbon serta isu-isu lingkungan seputar > > hutan > >> tropis > >> maka mau tidak mau Industri Kehutanan dari Hulu sampai ke Hilir harus > >> memanfaatkan kayu dari pohon yang ditanam serta bisa di perbarahui > >> (renewable) > >> dan lestari/berkelanjutan (Sustainable). > >> > >> > >> > >> Pku, 3 April 2009 > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Saya bersama jurnalis TV > >> dari Jerman yang > >> > >> Ingin meliput apa dan > >> bagaimana Kayu Kelapa > >> > >> Istirahat sejenak di camp > >> tempat pengolahan kayu kelapa > >> > >> Di Simeulue NAD > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Siap-siap diwawancarai > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Kameramen Televisi Jerman > >> lagi meliput > >> > >> Kegiatan seputar > >> pengolahan kayu kelapa > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Penolahan kayu kelapa tua > >> sebagai bahan > >> > >> bangunan > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > > >> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min sakhati-ka wa an-naar Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun rahiim. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
