Apak, Ibu, jo dunsanak RantauNet nan ambo hormati... Tigo minggu lalu ambo tapikia, dima suntiang dibuek. Ambo tanyo suok-kida banyak nan indak tahu. Setelah ado nan manyabuik Kampuang Pisang, mako ambo maluncur ka situ. Ikolah laporannyo, nan sapangatahuan ambo alun pernah urang manulih sabalun ko ttg Kampuang Pisang nan indak pernah dikenal urang ko... Lain dari itu, kalau ado pulo informasi tambahan untuak malangkok tulisan tantang suntiang ko, silakan tulih sajo komentar di bawah tulisan ko di PadangKini.com. Hormaik ambo, Syof (38+/Padang) Kampung Perajin Suntiang yang Terlupakan PadangKini.com | Minggu, 05/04/2009, 11:28 WIB
BANYAK orang mengenal ‘suntiang', tetapi hampir tidak ada orang yang tahu siapa yang membuat, dimana, dan bagaimana suntiang tersebut dibuat. Suntiang adalah hiasan kepala pengantin perempuan di Minangkabau atau Sumatra Barat. Hiasan yang besar warna keemasan atau keperakan yang khas itu, membuat pesta pernikahan budaya Minangkabau berbeda dari budaya lain di Indonesia. Tak hanya perbedaan bentuk dan ornamen, memakai suntiang kerapkali juga salah satu yang ditakutkan calon pengantin perempuan Minang. Suntiang yang beratnya bisa mencapai 3,5 kg dan mesti dikenakan di kepala selama pesta berlangsung umumnya sehari-semalam, membuat si calon pengantin perempuan yang disebut ‘anak daro' was-was dan cemas akan tidak sanggup menjalankannya. Apalagi pada zaman dulu. Suntiang yang besar itu, bahkan beratnya sampai 5 kg dan ada juga yang terbuat dari emas, dibuat tidak seperti sekarang yang bisa dibongkar-pasang bagaikan topi. Tapi betul-betul dipasang setangkai demi setangkai dengan menancapkannya di gulungan rambut. Pesta pernikahan yang terkadang lebih dua hari, membuat ‘anak daro' terpaksa tidur dengan suntiang di kepalanya. Pesta pernikahan orang Minang yang terkadang juga dilakukan perantau di daerah lain di Indonesia, membuat suntiang dikenal banyak orang. Meski begitu, tak ada yang tahu di mana tempat membuat suntiang, termasuk umumnya orang di Sumatera Barat. Jika ditanya, mereka pasti menunjukkan suntiang dibeli di Kota Bukittinggi. Memang, Bukittinggi terkenal sebagai tempat penjual suntiang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya biro tata rias anak daro di seluruh Sumatera Barat, bahkan di luar provinsi itu, termasuk Jakarta membeli suntiang ke toko-toko di Bukittinggi. Tapi, suntiang sendiri sebenarnya dibuat sekelompok perajin di Kampung Pisang, Kecamatan Empat Koto, Kabupaten Agam. Sayang, hal ini tak banyak diketahui orang. "Pemesan hanya tahu dari Bukittinggi, hampir tidak ada pembeli yang ke sini selain pemilik toko di Bukittinggi, mungkin karena tempat ini jauh dan tidak terletak di jalan raya," kata Amzon yang biasa dipanggil Jon, 49 tahun, salah seorang perajin suntiang di Kampung Pisang ketika dikunjungi PadangKini.com beberapa waktu lalu. -- (Karano panjang, lanjuiknyo klik sajo: http://www.padangkini.com/mozaik/single.php?id=4534 ) Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
