Insya Allah saya tidak adakan risau lagi Pak Emi,

Apalagi sudah mendapat informasi seperti itu. Dengan pengalaman ini saya ikut 
merasa " rasa hati " orang lain yang tidak bisa ikut Pemilu. Disini kita 
memetik hikmahnya apa  arti manajemen pemerintah. 
Rasulullluah SAW 14 abad yang lalu telah menciptakan suatu manajemen dalam 
pelaksanaan ibadan haji yang terpakai hingga masa kini. Dalam bentuk 3 kategori 
haji, yaitu haji Tamattu - haji kiran dan......dst. 
Seandainya Nabi kita tidak menciptakan tata cara penyelenggaraan ibadan haji 
dengan jenis haji seperti ini - betapa rumitnya Pemerintah Saudi Arabia 
mengatur para calon haji dari seluruh penjuru dunia yang akan berkunjung ke 
kota Makkah al Mukaramh. 

Rasanya saya menunggu lagi sebuah artikel dari Bapak Suhaemi untuk mengkisahkan 
sebuah model manajemen dan betapa penting sebuah koordinasi - kerjasama - dalam 
fungsi - fungsi manajemen yang pada umumnya.

Terima kasih respon Bapak..

Terlebih terkurangnya mohon saya dimaafkan.

Wassalam,

  Evy Nizhamul bt Djamaludin
(Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang)

http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  


--- On Thu, 4/9/09, suheimi ksuheimi <[email protected]> wrote:

From: suheimi ksuheimi <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Ketika menjadi Golput….Mentripun banyak yg Golput
To: [email protected]
Date: Thursday, April 9, 2009, 5:09 AM

Evy NizhamulJanganlan terlalu risau. Bukan hanya Evy sendiri yg Goput
Bacalah berita detik com siang ini1.  Mendagri Mardiyanto masih tercantum 
sebagai pemilih di Semarang. Namun ia tak bisa menggunakan hak pilihnya.

2. TPS di Kompek Menteri 71 %  GOLPUTDi daftar DPT, nampak terpampang juga 
Adhyaksa Dault, Aksa Mahmud, Andi Matalata, MS Kaban, Meutia Hatta, Mooryati 
Soedibyo, Irman Gustam, Widodo AS, Aburizal Bakrie dan Soetardjo Soerjoguritno. 
Namun mereka tidak tampak menyambangi TPS.

salam 
K Suheimi
--- Pada Kam, 9/4/09, Evy Nizhamul <[email protected]> menulis:

Dari: Evy Nizhamul <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] Ketika menjadi
 Golput….
Kepada: "milis rang minang" <[email protected]>
Cc: [email protected], "Ira Nazira" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], "kiki ruswir" 
<[email protected]>, "Ulil Amri Nizhamul" <[email protected]>, "vita" 
<[email protected]>
Tanggal: Kamis, 9 April, 2009, 12:25 AM





Jangan salah sangka pengertian Golput menurut
tulisan dalam artikel ini. Golput adalah golongan yang tidak ingin untuk ikut
Pemilu karena ia merasa menjadi golongan putih. Namun istilah “ Golput” disini,
 justru saya kutip dari pernyataan Ketua
Bawaslu di TVRI pada jam 11.30 yaitu katanya adalah “segolongan orang yang 
diLUPUT
kan dari kesempatan untuk menggunakan haknya sebagai warga negara Indonesia
untuk menjadi pemilih dalam PEMILU CALEG 2009. Diantara melampaui batas waktu
PEMILU pada jam 12.00 ini. Lantas saya menyebut diri sebagai Golongan
yang luPUT dari DAFTAR PEMILIH TETAP. 

   

Terasa hati ini sedih – disertai rasa miris
ketika kami sekeluarga pulang dari TPS di kompleks Perumahan PUSPIPTEK – SETU –
TANGERANG SELATAN. Anak saya yang baru pertama ikut PILCALEG ini ngomel –
ngomel. Rasa miris itu – serasa orang orang yang dimandulkan hak pilih nya
entah oleh siapa dan sebab apa. Bukan kami tidak berusaha untuk mendapatkan
formulir C4 – entah modelnya seperti apa, Apalgi Ketua RT kami telah berjuang
untuk mendaftarkan nama – nama keluarga kami, ketika di DPT itu luput. Secara
panjang ia bercerita pada kami : 

“ Saya sudah check – kenapa Raja-raja di
Kompleks kita ini – kok nggak ada di DPT sepuluh hari sebelum Hari H. Anehnya
nama – nama yang sudah wafat sudah diproses sesuai formulir yang sudah
disediakan. Kemudian beliau menunjukkan dokumen administrative – bak rapinya 
serupa
dengan dokumen-dokumen pada proses pelelangan. Lengkap foto copy kartu keluarga
nama-nama yang disusulkannya ke Kantor Desa kami.  

Kebetulan ada pula Partai tertentu yang datang
kerumah untuk menanyakan prihal warga yang belum didaftar dalam DPT. 

“ Saya dan Partai tertentu sudah
memperjuangkan keluarga Bapak/ibu, demikian katanya. 

 “
bersama ini saya serahkan formulir C 4 sementara asal keluarga Bapak / Ibu
membuktikan dengan KTP di TPS nanti. 

Disini persoalan selesai dan pada pagi itu kami
mengunjungi TPS. Ketika menyerahkan formulir yang kami miliki -  Petugas TPS 
menolah dan mempersilahkan untuk
menanyakan ke kantor Lurah. 

Secara tegas KPPS berkata : “ Silahkan Bapak
/Ibu  mengajukan klaim ke pihak
Kelurahan. Disini kami hanya memproses sesuai dengan data DPT.. 

Ya apa boleh buat… Kemudian Iseng – iseng saya
mengirimkan SMS ke kerabat dan handai taulan yang mengeluhkan kegagalan menjadi
pemilih. Kata  berjawab dan bertubi –
tubi balasan yang dikirim balik kepada saya : 

-       Innalillahi
wa inna ilaihi rojiun. Turut berdukacita atas hilang kesempatan menggunakan hak
pilih sebagai warga negara yang baik. 

-       Kasian deh…Gak
bisa pilih partai SBY dong…. Uupps 

-       Ayo cepat
lapor ke SBY… uni 

-       Dasar KPU.
Gak professional. Kerjanya Cuma ngabisin uang rakyat. Sedihnya lagi kok bisa
anggota KPU terlibat langsung anggota tim teknis. Komplain ke Bawaslu…!! 
Uupps.. 

-      
Anggota TPS di kompleks saya di Bintaro juga
ndak masuk DPT bunda…, demikian seorang staf di kantor menjawab. 

-      
Welcome to the Club.. Pepi, kata keponakan dari Bali.. 

-      
Wah bagiku ndak penting ikut milih. Yang penting
dagangan rendang dan ayam bakarku habis laris manis. Karena warung pada
tutup..?? Sejak jaman pilkada Jabar kami sudah ndak pernah diikut sertakan…
Samo awak mah Uni. Jan basadieh… ya.. ya tidak sedih. 

-      
Yang ini komen family di Den Haag : Kami
ndak ikut milih…walau tinggal datang ke KBRI. Terlalu banyak partai . lagi
pula banyak caleg . Baruak – pai . Cigak nan tibo. Kasian deh…negara ku.  Jidat 
saya berkerut apa pula maksudnya
..??? 

-      
Kemudian seorang Kakak sepupu yang sudah menetap
di MB – aussie membalas : 

“Alhamdulillah…
Kalau parlemennya korup kita kan bebas dari pertanggungan jawaban karena kita 
tak
milih mereka. Kami di MB juga gak nyontreng. Walau sudah mendaftar tapi.. surat
suaranya tidak ada..! Jadi kami dipaksa jadi Golput juga… Evy..saking
gembiranya jadi GOLPUT . sampai lupa memulai “assalamualaikum warrahmatullahi
wabarakatuh. “  Bunyi SMS kakak saya Aminudin Sanip
ini membuat saya manggut manggut. Benar juga katanya.. 

-      
Aduh kasian saudaraku. Kalau Kompleks ilmuwan
saja bisa luput bagaimana wilayah lain ? sabar… sabar.. 

   

Akhirnya kata  Sabar…. Sabar…dan sabar …serta kata kasian…deh.
mendominasi bunyi SMS itu. 

   

Tidak lama kemudian datang telepon dari
kakak-kakak saya.  

“ Sebetulnya kamu beruntung tidak bisa ikut
Pilcaleg ini Ada hikmahnya dari Allah bahwa kamu terhindar dari pertanggungan
jawab dalam menentukan pilihan bagi para calon anggota legislative itu. Aku
bisa merasakan – bahwa betapa mengharukan apabila ada orang yang ndak bisa ikut
pesta demokrasi. Padahal tadinya.. aku agak malas datang ke TPS. Sekarang coba
kamu nyanyi lagu kebangsaan kita… Ada kalimat yang berbunyi : “ Itulah
Indonesia ………… bukan ??? 

Karena dihibur sang Kakak – akhirnya saya
tertawa garing…. Dan rasa miris hati hilang. 

   

Disini Saya pun merenung… apakah saya terlalu berharap
dengan pesta demokrasi sebagaimana yang selalu saya “ cilotehkan “ tentang
prilaku para caleg – caleg kita. Bukankah banyak juga caleg – caleg yang bersih
dan berwibawa…..? 

   

Sekali lagi .. Itulah .. Indonesia..

Wassalam
 

   

   

PUSPIPTEK, Tangsel 9 April 2009 


  Evy Nizhamul 

http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  



     





        Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke